Wisata Religi Pantai Bali Jadi Magnet Multikultural, Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir Jembrana
- account_circle Ed27
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar

Jembrana – Masjid Pantai Bali atau Masjid Raudlatul Jannah yang berlokasi di Banjar Rening, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, terus berkembang menjadi destinasi wisata religi unggulan yang tidak hanya menjadi pusat dakwah Islam pesisir, tetapi juga penggerak roda ekonomi masyarakat sekitar.
Pengurus Takmir Bagian Kehumasan sekaligus Ketua Remaja Masjid Pantai, Ahmad Arif Darmawan, mengatakan kawasan masjid tersebut memiliki nilai sejarah yang kuat terkait penyebaran Islam di wilayah pesisir Bali. Perpaduan bangunan masjid lama dan bangunan baru menjadi saksi perjalanan dakwah serta semangat toleransi yang tumbuh di Jembrana, Senin (1/6/20206).
Menurut pria yang akrab disapa Bang Wawan itu, penyempurnaan tahap akhir pembangunan masjid mendapat dukungan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan telah diresmikan pada Februari 2026. Sejak saat itu, Masjid Pantai Bali bertransformasi menjadi smart masjid yang menggabungkan fungsi ibadah, edukasi, dan wisata religi.
“Masjid ini kini menjadi destinasi wisata religi multikultural yang tidak hanya melayani kebutuhan ibadah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui kunjungan wisatawan dan berbagai kegiatan keagamaan,” ujarnya saat menerima kunjungan para tokoh masyarakat Pagayaman.
Salah satu daya tarik utama masjid ini adalah keberadaan fasilitas edukasi manasik haji dan umrah pertama di Bali. Di kawasan tersebut tersedia miniatur Ka’bah, Shafa-Marwa, Maqam Ibrahim, serta replika kompleks Masjidil Haram yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pembelajaran ibadah haji.
Tak hanya itu, lokasi masjid yang berada tepat di tepi pantai menghadirkan konsep wisata bahari dan spiritual dalam satu kawasan. Pengunjung dapat menikmati panorama laut serta pemandangan matahari terbenam sambil mengikuti kegiatan keagamaan.
Bang Wawan menambahkan, kawasan masjid juga akan dilengkapi berbagai tanaman yang disebut dalam Al-Quran, seperti pohon kurma, zaitun, tin, delima, dan pisang. Selain itu, sejumlah ornamen kaligrafi akan dilombakan dan dilelang secara terbuka untuk mendukung pengembangan kawasan wisata religi tersebut.
Sementara itu, tokoh masyarakat Pagayaman, Haji Muhammad Suharto, menilai Masjid Pantai Bali merupakan contoh nyata pengembangan wisata religi yang mampu memadukan nilai sejarah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Ia mengusulkan adanya buku tamu kunjungan sebagai arsip perkembangan wisata religi serta mendorong kolaborasi yang lebih luas dalam festival yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.
“Ini merupakan contoh terbaik yang perlu terus dioptimalkan. Ke depan juga perlu ada wadah pendidikan agama yang lebih profesional sehingga mampu melahirkan generasi penerus yang memiliki pemahaman keagamaan yang kuat,” katanya.
Keberadaan Masjid Pantai Bali sebagai ikon wisata religi di Jembrana sekaligus memperkuat citra daerah sebagai etalase moderasi beragama di Bali, di mana umat Islam, Hindu, dan Kristen hidup berdampingan secara harmonis. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai tujuan wisata spiritual, tetapi juga simbol kerukunan dan keberagaman yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar