Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Gipang Merah, Jajan Favorit Tempo Dulu Hingga Kini

Gipang Merah, Jajan Favorit Tempo Dulu Hingga Kini

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
  • visibility 524
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Sebagai makanan tradisional yang sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu, jajan Gipang Merah tetap menjadi salah satu jajanan favorit masyarakat khususnya di kampung Loloan, Jembrana. Sejak masa lalu hingga sekarang, jajanan ini terus dibuat dan dikembangkan oleh generasi penerusnya dengan cara yang sama seperti pertama kali dibuat, sehingga citarasa jajanan yang dibuat turun-temurun ini masih tetap terjaga.

Proses pembuatan Gipang Merah memerlukan banyak tenaga dan waktu karena masih menggunakan cara tradisional dalam pembuatannya. Sejumlah ibu-ibu di area sekitar Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana-Bali yang sudah terbiasa membuat Getigeti, memasak gula merah, menggoreng, mencetak, dan mengemas ratusan kemasan dengan pola pengepakan yang masih menerapkan tradisi. Meski mengambil waktu, para ibu-ibu ini tetap bersemangat dalam memproduksi jajanan ini karena mereka sadar bahwa Gipang Merah merupakan jajanan khas dari kampung mereka.

banner 336x280

Tidak hanya digemari di wilayah Jembrana, jajan ini juga dipasarkan di sejumlah daerah di Bali, antara lain Gianyar, Klungkung, dan Denpasar. Harga satu bungkus jajan Gipang Merah dibanderol dengan harga terjangkau yaitu 5 ribu rupiah untuk 12 buah jajan.

Selama kurang lebih setengah abad, ibu Musyarofah (60 tahun) telah menjalani bisnis rumahan produksi jajanan tradisional tersebut. Dia mendapatkan ilmu membuat Gipang Merah dari orang tuanya dan melanjutkan warisan tersebut hingga sekarang.

Proses pengolahan Gipang Merah dimulai dengan mencuci beras dan mengeringkannya selama beberapa hari. Kemudian beras kering digoreng bersama dengan gula merah yang telah dihaluskan. Setelah bahan tersebut digoreng, beras ditumbuk hingga lembut, lalu dicetak menjadi bentuk persegi kecil. Setelah dicetak, Gipang Merah dibungkus dengan kantung plastik dan nyala lilin yang disulut untuk merekatkan kantung plastik tersebut.

Berkat kerja keras Hj. Musyarofah, bisnis kecilnya sudah berkembang dan mendapatkan label halal serta nama Rajawali sebagai merek produk jajanan Gipang Merah besutannya. Perusahaannya menghasilkan ratusan kemasan dalam satu produksi berdasarkan pesanan yang masuk. Jumlah produksinya mencapai 250 ikat kemasan dan seringkali jumlah tersebut meningkat di hari-hari Raya seperti Galungan dan Kuningan.

Meski Gipang Merah merupakan makanan tradisional, kini ibu Musyarofah berusaha mengembangkan produk-produk baru dari bahan dasar ketan dan beras untuk menyesuaikan dengan selera pasar. Ia berharap agar keberadaan dan kelezatan jajanan warisan ini tetap dipertahankan dan dikenal oleh generasi muda pada masa mendatang.

Bagi masyarakat lokal, terutama di Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, tidak hanya soal kenangan masa lalu, tetapi juga arti dari rasa cinta terhadap tradisi dan budaya leluhur. Dalam setiap gigitan Gipang Merah terdapat rasa nostalgia dan kehangatan kampung halaman yang membawa kita kembali ke masa lampau. Dengan demikian, menjunjung tinggi keberadaan jajanan tradisional semacam Gipang Merah akan membantu melestarikan tradisi dan budaya lokal Indonesia. *

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersihkan Pasar Antisipasi di Musim Penghujan dan Wabah Penyakit

    Bersihkan Pasar Antisipasi di Musim Penghujan dan Wabah Penyakit

    • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Antisipasi penyebaran penyakit akibat nyamuk menjelang musim penghujan Anggota Koramil 1617-02/Mendoyo yang dipimpin langsung oleh Pgs. Danramil 1617-02/Mendoyo, Lettu Inf I Made Sujana Arianta bahu membahu melaksanakan pembersihan di Pasar Umum Tegalcangkring. Kamis (07/12/2023). Kegiatan tersebut diikuti oleh Anggota Koramil 1617-02/Mendoyo, anggota staf kelurahan tegalcangkring, kepala pasar bersama staf dan masyarakat pengelola […]

  • Bupati Kembang Nyalakan Api Semangat Atlet Menuju Porprov Bali XVI

    Bupati Kembang Nyalakan Api Semangat Atlet Menuju Porprov Bali XVI

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 521
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan secara resmi melepas 318 atlet yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI Tahun 2025 yang dilaksanakan pada tanggal 9 – 17 September 2025 di Denpasar. Pelepasan atlet ditandai dengan pemakaian topi oleh Bupati Kembang Hartawan kepada perwakilan atlet dan penyerahan bendera lambang daerah kepada […]

  • Bupati Tamba Serahkan Bedah Rumah Bumdes Bersama Tunas Mekar Sejatera Jaya LKD Melaya

    Bupati Tamba Serahkan Bedah Rumah Bumdes Bersama Tunas Mekar Sejatera Jaya LKD Melaya

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 2.407
    • 0Komentar

    Jembrana, suarajembrana.com – Bantuan bedah rumah yang dikelola Bumdes Bersama Tunas Mekar Sejahtera LKD Kecamatan Melaya, diresmikan dan diserahkan langsung oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba ditandai dengan pemotongan pita dan penyerahan kunci kepada penerima manfaat. Total ada 4 bantuan bedah rumah yang diserahkan. Penyerahan dipusatkan di salah satu rumah penerima bantuan, I Gede Ngurah […]

  • Dampingi Kakao dan Kelapa Genjah Disiapkan Menjadi Komoditi Pertanian Unggulan Jembrana

    Dampingi Kakao dan Kelapa Genjah Disiapkan Menjadi Komoditi Pertanian Unggulan Jembrana

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Kakao dan Kelapa menjadi komoditi pertanian unggulan Kabupaten Jembrana. Selain pengembangan kakao, Bupati Jembrana I Nengah Tamba juga fokus mengembangkan kelapa dengan membagikan bibit pada Gerakan Penanaman Kelapa Gumi Banten (Nyuh Gading) Upakara Usada di Subak Abian Kerta Bakti, Banjar Kantulampa, Desa Manistutu, pada hari Jumat 2/8/2024. Total 11.000 Bibit kelapa dan […]

  • Bupati Mengajak Korpri dan PGRI Tingkatkan Kompetensi Diri Songsong Jembrana Emas 2026

    Bupati Mengajak Korpri dan PGRI Tingkatkan Kompetensi Diri Songsong Jembrana Emas 2026

    • calendar_month Sabtu, 18 Nov 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Hari PGRI dan KORPRI di Kabupaten Jembrana diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja, profesionalitas, pengabdian dan selalu berinovasi. Khususnya PGRI, kinerja yang baik selama ini diharapkan menumbuhkan semangat kalangan pendidik untuk terus maju menuju Jembrana Emas 2026. Hal itu disampaikan Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat acara Bupati Menyapa KORPRI dan PGRI […]

  • Rencana Pengembangan PPN Pengambengan Melalui Proyek IFP-IFM Phase-I Leder IsDB Play Button

    Rencana Pengembangan PPN Pengambengan Melalui Proyek IFP-IFM Phase-I Leder IsDB

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 5.014
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Sosialisasi rencana pengembangan PPN Pengambengan melalui Proyek IFP-IFM Phase-I Keder IsDB di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPM) Pengambengan. Proyek IFP-IFM (Integrated Fishing Ports and International Fish Markets) Phase-I adalah proyek yang didanai oleh Bank Pembangunan Islam (IsDB) di Indonesia untuk mengembangkan dua pelabuhan perikanan standar internasional. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan standar fasilitas dan […]

expand_less