Karya-NYA Belum Selesai
- account_circle Ed27
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar

Jembrana – Perayaan Kenaikan Yesus Kristus menjadi momentum penting bagi umat Kristiani untuk kembali menghayati karya keselamatan yang digenapi oleh Tuhan Yesus melalui penderitaan, kematian, kebangkitan, hingga kenaikan-Nya ke surga.
Dalam refleksi yang disampaikan Pdt. Martha Yunita Ano, S.Si Teol, peristiwa kenaikan Yesus bukan sekadar penanda berakhirnya perjalanan Kristus di dunia, melainkan awal panggilan bagi setiap orang percaya untuk terus melanjutkan misi kesaksian iman di tengah kehidupan sehari-hari.
Sebelum naik ke surga, Yesus terlebih dahulu menempuh jalan penderitaan atau Via Dolorosa. Ia mengalami siksaan, hinaan, hingga wafat di kayu salib demi menebus dosa manusia. Namun pada hari ketiga, Kristus bangkit dari kematian sebagai tanda kemenangan atas dosa dan maut yang dirayakan dalam Hari Raya Paskah.
Empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, Yesus naik ke surga kembali kepada Bapa. Peristiwa ini dipahami sebagai penggenapan misi penyelamatan umat manusia. Meski demikian, tugas untuk memberitakan kasih dan karya keselamatan Kristus disebut belum selesai.
“Kenaikan Tuhan Yesus bukan akhir, tetapi awal perjalanan iman orang percaya untuk tetap hidup setia dan menjadi saksi kasih Allah bagi dunia,” ungkap Pdt. Martha dalam refleksinya.
Ia menegaskan bahwa meski secara fisik Yesus tidak lagi hadir di dunia, namun dalam kehidupan iman, Kristus tetap tinggal bersama umat-Nya melalui kehadiran Roh Kudus sebagai penolong, penghibur, pengajar, dan penuntun hidup.
Roh Kudus sendiri dicurahkan sepuluh hari setelah kenaikan Yesus ke surga, yang kemudian diperingati dalam perayaan Pentakosta. Hal ini menjadi tanda bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Melalui karya penyelamatan itu pula, umat diajak belajar tentang ketaatan Yesus kepada Bapa. Sebagai Tuhan, Yesus dapat saja menghindari penderitaan, namun Ia memilih datang ke dunia menjadi sama seperti manusia demi menyelamatkan umat manusia. Pengorbanan tersebut disebut sebagai bukti kasih Allah yang begitu besar bagi dunia.
Pdt. Martha juga mengajak umat Kristen untuk tetap hidup dalam pengharapan dan keyakinan bahwa Yesus menyediakan tempat penuh damai sejahtera dan sukacita bagi umat-Nya di Kerajaan Surga.
“Dia tidak benar-benar meninggalkan kita. Tugas kita adalah tetap hidup dalam ketaatan dan menjalankan misi Allah di dunia dengan bersaksi tentang kasih-Nya,” tutupnya.
Di akhir refleksinya, ia turut mengutip lirik lagu dari Pasto yang menggambarkan kedekatan Kristus dengan umat-Nya:
“Aku hanya pergi ‘tuk sementara
Bukan ‘tuk meninggalkanmu selamanya
Aku pasti ‘kan kembali pada dirimu…” ™
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar