Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Histori, Peringatan Hari Pendaratan Ekspedisi Pejuang Sunda Kecil Pimpinan I Gusti Ngurah Rai di Jembrana

Histori, Peringatan Hari Pendaratan Ekspedisi Pejuang Sunda Kecil Pimpinan I Gusti Ngurah Rai di Jembrana

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
  • visibility 1.251
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Histori peringatan hari pendaratan pejuang Sunda Kecil yang di pimpin I Gusti Ngurah Rai di Kabupaten Jembrana. Dimana perahu yang awal akan mendarat di tanggal 4 April 1946 di Pantai Yeh Kuning, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana Bali. Sehingga dilanjutkan pada tanggal 5 April 1946 maka berlabuh pasukan Sunda Kecil dan melanjutkan menuju Munduk Malang, Kabupaten Tabanan.

Wakil ketua YKP (Yayasan Kebaktian Proklamasi) Provinsi Bali I Wayan Sudarta, katakan, monumen ini diperingati dimana pasukan Sunda Kecil yang di pimpin langsung I Gusti Ngurah Rai. Kembali dari Jawa menghadap pemerintah pusat, pada tanggal 3 April 1946. Saat itu perahu yang digunakan pasukan I Gusti Ngurah Rai sejenis sampan, hanya sedikit lebih besar. Dengan tenaga dorong berupa layar kain dan hembusan angin laut.

banner 336x280

“Yang awalnya akan berlabuh pada tanggal 4 April 1946 dari pelabuhan Muncar Banyuwangi menuju Bali. Akan tetapi saat itu pasukan yang ditumpangi mengalami kebocoran pada perahu di tengah laut. Sehingga balik ke Muncar, pada tanggal 4 April 1946 itulah rombongan menuju ke Pulau Bali. Hingga pada tanggal 5 April 1946 rombongan pasukan I Gusti Ngurah Rai tiba di Bali pagi hari, di Pantai Yeh Kuning, Desa Pekutatan yang mempunyai nilai sejarah hingga saat ini,” tutur I Wayan Sudarta.

Menurut Sudarta, saat itu I Gusti Ngurah Rai bertemu langsung seorang Brigade Jenderal Benjoran Bupati. Kemudian bersama-sama jalan longmarch melalui hutan belantara, sampai di Munduk Malang, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Yang saat itu disambut Wayan Tebes.

“Tujuannya adalah untuk mendirikan sebuah badan perjuangan yang dinamakan Dewan Perjuangan Rakyat Sunda Kecil atas instruksi pemerintah pusat. Pada saat itu I Gusti Ngurah Rai dilantik menjadi pemimpin TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Sunda Kecil,” katanya.

Kata Sudarta, saat pergerakan itu hanya beberapa pucuk senjata yang dibawa. Sisanya ada di bawa perahu-perahu menyamar sebagai nelayan. Ada beberapa aramada saat itu yang berjumlah 700 orang. Dimana yang berhasil lolos perahu yang ditumpangi I Gusti Ngurah Rai. Harapannya sebagai generasi penerus bangsa, raihlah cita-cita dan semangat seperti perjuang I Gusti Ngurah Rai hingga titik darah penghabisan.

Sementara Wakil Ketua LVRI I Ketut Sumber menyampaikan, I Gusti Ngurah Rai yang awalnya meminta bantuan ke pemerintah pusat di Jogja di Bulan Desember 1946. Yang disetujui oleh Jenderal Urip Sumoharjo. Pasukan dari Jawa saat itu berangkat bersama-sama yang dipimpin perwira Markadi Pudji Rahadjo.

“Pada saat itu keberangkatan dari Muncar Jawa Timur di tanggal 4 dan 5 April 1946, dimana terjadi pula gencatan senjata di perairan laut Gilimanuk. Yang saat itu di kenal dengan Perang Lintas Laut di Gilimanuk, Jembrana Bali. Saat itu perahu yang ditumpangi I Gusti Ngurah Rai mengalami kebocoran, sehingga pada tanggal 5 April 1946 itu sampai di pantai ini,” tutur Ketut Sumber.

Ketut Sumber menjelaskan, histori inilah tercatat dalam sejarah dan adanya monumen seperti Monumen Lintas Laut di daerah Cekik Gilimanuk. Monumen di daerah Pebuahan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara yang kini telah hancur terkena abrasi air laut. Kemudian monumen di Desa Airkuning di Kecamatan Jembrana.

“Ketika pasukan rombongan I Gusti Ngurah Rai sempat balik di tanggal 4 April 1946, dimana perahu mengalami kendala bocor hingga balik ke Muncar. Dan berangkat tanggal 5 April 1946 sampailah di Bali. Dimana saat itu pasukan yang di pimpin Kapten Markadi sempat melakukan perlawan. Perang fisik saat itu malah terjadi antar Belanda yang gempur pasukan TKR,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan secara garis besar, naluri I Gusti Ngurah Rai saat itu sempat balik karena bocor perahu. Sehingga aman tanpa ikut gencatan senjata yang di pimpin Kapten Markadi. Belanda saat itu terkecoh hingga pasukan I Gusti Ngurah Rai dapat mendarat di pantai Yeh Kuning Desa Pekutatan. Hingga pertemuan titik temu di Munduk Malang dapat tercapai.

“Hari ini kita bersama memperingati hari bersejarah pendaratan Ekspedisi Pejuang Sunda Kecil pimpinan I Gusti Ngurah Rai di Jembrana. Acara mengenang betapa hebatnya nilai perjuangan I Gusti Ngurah Rai dengan perang Margarana, Tabanan. Pasukan Ciung Wanara yang gigih mempertahankan bangsa dan negara. Menghormati jasa para pahlawan kusuma bangsa. Selain tabur bunga, doa, dan ramah tamah juga YKP menyerahkan buku Perjuangan I Gusti Ngurah Rai,” pungkas Ketut Sumber. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Gerak Jalan Antar OPD di Jembrana, Eksibisikan Gerak Jalan Lucu Kreatif

    Lomba Gerak Jalan Antar OPD di Jembrana, Eksibisikan Gerak Jalan Lucu Kreatif

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 634
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Lomba Gerak Jalan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Eksibisikan Gerak Jalan Lucu Kreatif digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT Kota Negara Ke-130 bertempat di depan kantor bupati Jembrana, Rabu (13/8). Sebanyak 45 regu yang terdiri dari karyawan lintas […]

  • Revitalisasi Dokar di Jembrana, Strategis Pemkab Jembrana Dongkrak Pariwisata

    Revitalisasi Dokar di Jembrana, Strategis Pemkab Jembrana Dongkrak Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 617
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Pemkab Jembrana mengambil berbagai langkah untuk mendongkrak pariwisata diwilayahnya. Langkah itu juga bagian menyiapkan diri menyongsong Jembrana Emas 2026 serta bersiap menyambut wisatawan. Salah satunya membangkitkan pariwisata budaya dengan menghidupkan kembali dokar sebagai moda transportasi tradisional yang dulu sempat berjaya. Mendukung rencana itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba telah menyiapkan tempat khusus […]

  • Akulturasi Budaya Tiga Umat, Hiasi Petik Laut di Desa Candikusuma

    Akulturasi Budaya Tiga Umat, Hiasi Petik Laut di Desa Candikusuma

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 580
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Berbeda dari wilayah lain di Kabupaten Jembrana, pelaksanaan upacara petik laut di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya dihiasi dengan akulturasi budaya dari tiga umat yakni, hindu, muslim, dan kristiani. Selain doa bersama lintas agama, akulturasi budaya tersebut juga ditunjukkan dengan tarian Bali, dan qasidah rebana. Kemudian upacara petik laut diakhiri dengan pakelem dengan […]

  • BKN Award 2023, Pemkab Jembrana Sabet Empat Penghargaan Sekaligus

    BKN Award 2023, Pemkab Jembrana Sabet Empat Penghargaan Sekaligus

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Pemkab Jembrana menyabet empat penghargaan bergengsi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam anugerah BKN Award 2023. Torehan prestasi itu dari penilaian atas kinerja pengelolaan manajemen aparatur sipil negara (ASN) dilingkup Pemkab Jembrana. Jembrana masuk dalam kategori utama implementasi Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) manajemen ASN terbaik. Kedua, masuk sebagai terbaik pertama […]

  • Tak Sekadar Menonton, Kembang-Ipat Turun ke Lintasan Jadi Joki Mekepung

    Tak Sekadar Menonton, Kembang-Ipat Turun ke Lintasan Jadi Joki Mekepung

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jembrana – Suasana Festival Mekepung Jembrana semakin bergemuruh saat Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dan Wabup, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) turut langsung menjajal keseruan menjadi “Joki Mekepung”. Sorak-sorai penonton pecah ketika pasangan kerbau yang di “Jokinin” oleh Bupati Kembang dan Wabup Ipat melaju kencang di lintasan, berpacu menuju garis akhir di Sirkuit […]

  • Danrem 163/Wira Satya Dampingi Pangdam IX/Udayana Tinjau Kesiapan Venue KTT IAF

    Danrem 163/Wira Satya Dampingi Pangdam IX/Udayana Tinjau Kesiapan Venue KTT IAF

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 571
    • 0Komentar

    Denpasar suarajembrana.com – Selaku Komandan Satgas Evakuasi (Dansat Evakuasi) Pengamanan KTT IAF Ke II dan HLF MSP Tahun 2024, Danrem 163/ Wira Satya dampingi Pangdam IX/Udayana selaku Dansatgas Pamwil mengecek kesiapan kesiagaan posko dan tempat kegiatan KTT IAF di Nusa Dua Bali pada hari Selasa (28/8/2024). Setelah kemarin melaksanakan Apel gelar pasukan Satgas Pamwil dan […]

expand_less