Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bupati Tamba Tinjau Warga Yang Terdampak Bencana Angin Kencang

Bupati Tamba Tinjau Warga Yang Terdampak Bencana Angin Kencang

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
  • visibility 532
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Hujan deras yang disertai angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Jembrana beberapa hari lalu mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak parah. Mengetahui warganya terkena musibah Bupati Jembrana I Nengah Tamba tinjau langsung warga yang menjadi korban bencana, Kamis (12/12) di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

Sebagai wujud kepedulian Bupati Tamba menyalurkan bantuan berupa beras 10 Kg kepada warga yang terdampak. Selain itu kehadiranya juga ingin memastikan pemerintah daerah bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak meskipun prosesnya harus dilakukan secara bertahap.

banner 336x280

“Hari ini kami turun ke lokasi untuk meninjau kondisi warga. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban mereka agar tidak berlarut-larut, beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh masyatakat Jembrana untuk waspada terhadap fenomena La Nina yang melanda, La Nina ini berpotensi mengakibatkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

“Untuk masyarakat jembrana khususnya agar selalu waspada karena fenomena ini dapat berdampak signifikan pada kondisi cuaca. Utamanya bagi masyarakat yang bermukim di dekat pantai, wilayah perbukitan, lereng-lereng gunung, dataran tinggi, juga sepanjang bantaran sungai,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan hingga saat ini terdapat puluhan rumah warga mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung.

“Beberapa rumah yang terdampak sudah kita lakukan asesmen kemudian kita bantu pelayanan kebutuhan dasar seperti paket sembako dan untuk perbaikan rumah dan sebagainya itu kita dalam proses. Hingga saat ini rumah rusak akibat angin itu puluhan, ada 30 rumah,” ucapnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Penilaian Dewan Juri FNSPJ Ke-VII Lomba Baca Puisi dan Melukis

    Hasil Penilaian Dewan Juri FNSPJ Ke-VII Lomba Baca Puisi dan Melukis

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Puluhan peserta lomba baca puisi dan melukis di FNSPJ (Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana) ke VII mengambil tema Kreatif Cerdas Pelajar Merdeka di Pendopo Kesari, Selasa (24/10). Para peserta berbakat bersaing ketat di tingkat SD/MI Se-Kabupaten Jembrana. Salah satu dewan juri Dra.Ni Nyoman Sumiati katakan, dalam membaca puisi masih saja ada yang […]

  • Jembrana Kembali Tuan Rumah Tarkam Kemenpora, Pertandingan Empat Cabor

    Jembrana Kembali Tuan Rumah Tarkam Kemenpora, Pertandingan Empat Cabor

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 884
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Kabupaten Jembrana kembali terpilih menjadi tempat penyelenggaraan Kejuaraan Antar Kampung (Tarkam) 2024. Event tersebut diinisiasi Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun ini mempertandingkan empat Cabang Olahraga (Cabor). Diantaranya Fun run, lomba senam, bola volly dan bulu tangkis. Pembukaan Tarkam Kemenpora tahun 2024 dilaksanakan di Depan Kantor Bupati Jembrana, diikuti peserta dari seluruh […]

  • Jembatan Gantung Yehembang Diresmikan, Permudah Akses Siswa Ke Sekolah

    Jembatan Gantung Yehembang Diresmikan, Permudah Akses Siswa Ke Sekolah

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 2.508
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Harapan warga desa Yehembang untuk adanya akses yang lebih dekat menuju SMP Negeri 3 Mendoyo akhirnya terwujud dengan diresmikannya jembatan gantung “Sri Kirana”, Senin (15/9). Jembatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan warga, terutama para siswa, yang selama ini harus menempuh jalur memutar dan cukup berisiko melewati jalan nasional untuk bisa sampai ke sekolah. […]

  • Cuaca Buruk, Penutupan Antrean Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Hingga 500 Meter

    Cuaca Buruk, Penutupan Antrean Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Hingga 500 Meter

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 547
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Antrean panjang kendaraan sempat terjadi di pintu keluar Bali Pelabuhan Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, tepatnya di Pos 1 Pelabuhan Gilimanuk, Kamis pagi (31/7/2025). Pantauan pukul 06.15 WITA menunjukkan ekor antrean sudah mencapai depan Masjid Al-Mubarok atau sekitar 500 meter dari Simpang Manuver. Kepadatan ini dipicu oleh penumpukan kendaraan di area […]

  • Polres Jembrana Intensifkan Pengamanan Jelang Konferensi KTT Tahun 2023

    Polres Jembrana Intensifkan Pengamanan Jelang Konferensi KTT Tahun 2023

    • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Dalam rangka memastikan keamanan dan ketertiban di wilayahnya, Polres Jembrana intensifkan pengamanan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic And Island States Forum (KTT Ais Forum) Tahun 2023 yang akan berlangsung di Nusa Dua Bali. Pada hari Minggu (8/10/2023) Kapolres Jembrana yang diwakili oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Dewa Putu Werdhiana, S.H., M.H. […]

  • Cuaca Ekstrim, Fenomena Rossby Ekuator Mengakibatkan Hujan dan Angin Play Button

    Cuaca Ekstrim, Fenomena Rossby Ekuator Mengakibatkan Hujan dan Angin

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 4.589
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jembrana, Bali, memprakirakan potensi cuaca ekstrem masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Ini disebabkan oleh fenomena atmosfer berupa gelombang Rossby Ekuatorial. Untuk kondisi selanjutnya, diprakirakan masih basah seperti ini, mulai dari dasarian 1 September sampai dasarian 2 September (11-20 September),” ungkap Trayi Budi Samantu, […]

expand_less