Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Nostalgia, Festival Loloan Jaman Lame Sajikan Suasana Tempo Dulu

Nostalgia, Festival Loloan Jaman Lame Sajikan Suasana Tempo Dulu

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 4.638
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Nuansa masa lalu kembali hadir dengan meriah dalam gelaran malam puncak Festival Loloan Jaman Lame yang berlangsung di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana. Acara tahunan ini sukses mengajak ribuan pengunjung untuk bernostalgia dan merasakan kembali suasana serta kekayaan tradisi Loloan tempo dulu yang unik dan khas.

Mengusung tema “Merajut Tenun Kebangsaan”, seluruh area festival disulap menjadi lorong waktu, dihiasi dengan lampu petromaks dan dekorasi sederhana khas zaman dahulu, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kenangan. Salah satu daya tarik utama adalah pameran budaya yang menampilkan berbagai aspek kehidupan masyarakat Loloan di masa lampau.

banner 336x280

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna dan jajaran Forkopimda mengatakan Festival Loloan Jaman Lame menggambarkan kehidupan masyarakat Loloan secara turun temurun yang telah hidup berabad-abad di Jembrana.

“Ini tidak hanya sekadar festival, ini adalah perjalanan sejarah, jati diri masyarakat Loloan. Yang saya tahu sudah hidup dan tumbuh ratusan tahun di Jembrana,” ucapnya.

Di tengah dominasi budaya Hindu Bali, Loloan hadir dengan keunikan yang sangat kontras, menjadikannya ‘mutiara’ dengan corak Melayu yang kental, hasil percampuran sejarah panjang antara etnis Bugis, Melayu, dan akulturasi lokal.

“Loloan ini memang unik mulai dari bentuk rumah, kulinernya, bahasanya dan musiknya kental sekali perpaduan budaya muslim dengan budaya masyarakat Bali,” imbuh Bupati Kembang.

Pihaknya menyampaikan apresiasinya kepada panitia yang secara konsisten bisa menyelenggarakan festival Loloan Jaman Lame hingga yang keenam di tahun ini.

“Ini satu bukti, bahwa kita semua tidak ingin meninggalkan budaya dari leluhur kita. Jangan sampai ditengah globalisasi budaya kita menjadi pudar. Karena budaya inilah kekayaan sejatinya yang kita miliki dari turun temurun,” ujarnya.

Dilain sisi, ketua Panitia Rivan Hidayat menyampaikan Festival Loloan Jaman Lame yang keenam ini mengambil tema “Merajut Tenun Kebangsaan” yang memiliki makna untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan.

“Tahun ini kami mengusung tema besar “Merajut Tenun Kebangsaan”. Tema besar ini kami usung sebagai pengingat bahwa Loloan tidak hanya sekadar kaya akan sasana budaya, lebih jauh budaya dan tradisi itu menuntut kita untuk hidup harmonis dalam keberagaman,” ucapnya.

Rivan mengatakan salah satu bentuk keharmonisan yang ada di Loloan adalah dalam bentuk tradisi Ambur Salim yaitu suatu tradisi menghamburkan beras kuning dan uang logam.

“Ambur Salim berasal dari dua suku kata, yaitu Ambur yang dari bahasa sansekerta yang artinya menebarkan dan Salim dari bahasa arab yang artinya keselamatan. Sehingga Ambur Salim berarti menebar atau berbagi keselamatan. Saya percaya bahwa ajaran prinsip ini dianut oleh setiap agama,” ujarnya.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jembrana, kata Rivan menjadi salah satu faktor penting dalam suksesnya penyelenggaraan Festival Budaya Loloan yang puncak acara ditutup dengan Loloan Jaman Lame.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Jembrana yang mendukung penuh acara ini melalui anggaran biaya sebesar Rp.150 juta,” tutupnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjaga Eksistensi, Bupati Bantu Pemilik Transportasi Dokar di Jembrana

    Menjaga Eksistensi, Bupati Bantu Pemilik Transportasi Dokar di Jembrana

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 758
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Dokar sebagai salah satu moda transportasi keberadaannya kini kian terpinggirkan karena kalah bersaing dengan sarana transportasi lainnya. Termasuk di Jembrana, kini Dokar hanya tersisa enam buah. Jumlah itu merosot dibandingkan sebelumnya. Banyak dari kusir dokar beralih profesi sehingga menjual alat alat dokarnya. Pada tahun 2015 tercatat keberadaan dokar di Jembrana sebanyak 15 […]

  • Babinsa Ingatkan Petani Peningkatan Ketahanan Pangan

    Babinsa Ingatkan Petani Peningkatan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Babinsa Desa Penyaringan Koramil 1617-02/ Mendoyo Sertu Nyoman Agus Mahendra melaksanakan koordinasi terkait ketahanan pangan dengan PPL Desa Penyaringan I Putu Gede Edi Setiawan dan Kelian Subak Tibu Beleng I Nyoman Tehnik, bertempat di koperasi Subak Tibu Beleng Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu (20/03/2024). Sertu Nyoman Agus Mahendra Babinsa Koramil […]

  • Kapolres Jembrana Turun Langsung Beri Bantuan Program Minggu Kasih

    Kapolres Jembrana Turun Langsung Beri Bantuan Program Minggu Kasih

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 607
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Polres Jembrana. Pada Minggu (3/8/2025), Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, S.H., S.I.K., M.I.K., kembali turun langsung ke tengah masyarakat dalam kegiatan Minggu Kasih dengan memberikan bantuan sembako di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Kapolsek Mendoyo Kompol I […]

  • Bupati Kembang Suntik Semangat Baru Bagi Kelompok Ternak di Jembrana

    Bupati Kembang Suntik Semangat Baru Bagi Kelompok Ternak di Jembrana

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 612
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor peternakan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. Sebanyak 108 ekor kambing Peranakan Etawa (PE) dan 20 ekor bibit sapi Bali betina, serta 1 paket obat-obatan hewan, secara resmi disalurkan kepada tiga kelompok ternak, Rabu (20/8). Bantuan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Jembrana Tahun […]

  • Puluhan Layangan Event Jembrana Kite Festival Internasional

    Puluhan Layangan Event Jembrana Kite Festival Internasional

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Puluhan layang – layang kreasi ramaikan event Jembrana Kite Festival Internasional di Sirkuit All In One Jembrana, Jumat (18/8). Event bertaraf Internasional ini diikuti puluhan negara dalam memeriahkan event tersebut. Event ini berlangsung selama dua hari dimana hari ini diadakan eksebisi dari peserta dari mancanegara dengan lokal. Sejumlah negara yang diagendakan ikut […]

  • KMP Gerbang Samudra 2 Kandas di Perairan Gilimanuk, Ratusan Penumpang Dievakuasi

    KMP Gerbang Samudra 2 Kandas di Perairan Gilimanuk, Ratusan Penumpang Dievakuasi

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 930
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Kapal Motor Penumpang (KMP) Gerbang Samudra 2 dilaporkan mengalami insiden kandas pada Minggu (22/6/2025) dini hari di perairan sekitar Dermaga LCM, Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Kapal tersebut terseret arus saat hendak sandar, membawa ratusan penumpang serta sejumlah kendaraan. Insiden terjadi sekitar pukul 05.00 WITA, saat KMP Gerbang Samudra 2 yang berangkat dari […]

expand_less