Tim Gabungan Basarnas Sisir Pencarian Nelayan Tenggelam di Perairan Pantai Pengambengan
- account_circle Ed27
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

Jembrana – Tim Basarnas, Polairud, dan Pos TNI AL terus upayakan pencarian nelayan yang hilang di pantai Medewi tempo hari. Kini tim gabungan menyisir pantai Pengambengan dilokasi pos TNI AL. Untuk memastikan titik koordinat lokasi dimana korban tenggelam sempat ditemukan salah satu awak perahu. Akan tetapi tidak sempat mengevakuasi dikarenakan tidak membawa alat komunikasi serta arus dan gelombang saat itu pasang.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kabupaten Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, katakan bersama tim gabungan terdiri dari POSAL Lettu Laut (P) I Komang Didik Wirahadi, Polairud Ipda I Nyoman Susanta, dan tim Basarnas yang terus berupa pencarian korban nelayan yang jatuh ke laut di perairan Pantai Medewi. Kami bersama tim gabungan menyisir ke arah barat tepatnya di perairan Pantai Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana Bali, Kamis (6/8/2026).
‘Hari ini tim dan tim gabungan Basarnas melaksanakan penyisiran dan terus berupa semaksimal mungkin. Kami menggunakan Raber boat Basarnas dari Pantai Pengambengan menuju arah timur kisaran perairan Perancak. Walaupun hingga saat ini belum ditemukan titik terang dimana lokasi korban yang dicurigai tenggelam,” ungkap Dewa Hendri didampingi Danposal Pengambengan dan juga KBO Polairud.
Dewa Hendri juga jelaskan, terkait dugaan salah satu nelayan menemukan korban tenggelam di Pantai Air Kuning itu memang benar. Akan tetapi saat itu nelayan tersebut tidak membawa alat komunikasi. Sehingga sempat di darat menginformasikan kepada para nelayan lain. Akan tetapi saat balik ke perairan dimana letak korban tenggelam malah tidak ditemukan.
“Kami juga menghimbau untuk para nelayan, jika menemukan agar segera komunikasikan ke tim Basarnas, Polairud dan juga Posal di Desa Pengambengan. Tidak hanya di perairan tapi juga upaya di darat. Sehingga upaya pencarian bisa segera mungkin dapat ditangani sesuai prosedur,” ujarnya.
Dewa Hendri juga sampaikan sesuai prediksi BMKG, kondisi cuaca perairan Indonesia pada Agustus 2026 secara umum didominasi oleh angin kencang dan gelombang laut sedang hingga tinggi mencapai 3 meter meskipun Indonesia sedang memasuki puncak musim kemarau, beberapa wilayah laut tetap berpotensi mengalami cuaca ekstrem dan badai lokal. ™
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar