Nikmati Kuliner Nusantara, Gado-Gado Kemerdekaan Jadi Ikon Stand Kuliner Pendem
- account_circle Ed27
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar

Jembrana – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Lingkungan Pendem, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Bali, menghadirkan berbagai kreativitas warga melalui sajian kuliner. Sebanyak 13 stand kuliner berjejer di sepanjang Jalan Gelatik, salah satunya menyuguhkan gado-gado kemerdekaan yang menarik perhatian pengunjung.
Gado-gado yang disajikan pedagang lokal menjadi salah satu menu favorit dalam kegiatan tersebut. Hidangan khas Indonesia ini dikenal dengan perpaduan sayuran rebus, tahu, telur, serta siraman bumbu kacang gurih yang menghadirkan cita rasa sederhana namun menggugah selera. Sajian tersebut juga mengingatkan pada kuliner khas Suroboyo, kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan.
Pedagang stand kuliner gado-gado, Dewi Tressya (49), mengatakan kegiatan stand kuliner yang digelar panitia HUT RI ke-81 menjadi wadah kreativitas sekaligus peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha.
“Sebanyak 13 stand kuliner ini merupakan hasil usaha warga. Ada yang memang berjualan di pasar, ada juga yang menjalankan usaha kuliner rumahan,” ujar Dewi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Dewi mengungkapkan, dirinya sejak lama berharap mendapatkan tempat berjualan di Pasar Umum Negara. Namun karena keterlambatan mendaftar, ia akhirnya lebih banyak berdagang keliling mengikuti berbagai kegiatan dan event keramaian.
“Awalnya saya sering membantu usaha katering teman. Kemudian mulai menekuni usaha gado-gado sekitar dua tahun terakhir,” katanya didampingi suaminya yang juga berjualan parfum keliling.
Menurut Dewi, kondisi ekonomi saat ini membuat pelaku usaha kecil harus terus berusaha dan kreatif dalam mencari penghasilan tambahan. Ia pun berjualan gado-gado untuk membantu perekonomian keluarga.
“Gado-gado kemerdekaan ini memiliki rasa khas dengan sayuran segar, sehat, nikmat, dan harganya terjangkau. Walaupun harga bahan seperti telur dan kentang terkadang naik turun mengikuti pasar,” jelasnya.
Dengan harga Rp.10 ribu per porsi, masyarakat sudah dapat menikmati gado-gado dalam kemasan kotak maupun langsung makan di tempat. Kuliner tersebut menjadi pilihan makanan murah meriah bagi warga yang hadir meramaikan kegiatan kemerdekaan.
Dewi berharap ke depan para pedagang kecil mendapatkan perhatian dan ruang usaha yang lebih baik, terutama kesempatan memiliki tempat berjualan tetap di Pasar Umum Negara. Ia mengaku kini mulai memiliki pelanggan tetap dari usaha yang dijalankannya.
Ia juga mengapresiasi kegiatan warga Lingkungan Pendem yang memberikan ruang bagi pedagang kecil tanpa membebani biaya iuran.
“Hari ini saya cukup terharu karena orang tua sebagai penglingsir mendapatkan paket sembako dari program kreativitas warga Lingkungan Pendem. Acara seperti ini sangat patut didukung. Pedagang tidak diminta iuran, hanya diwajibkan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Kegiatan stand kuliner HUT RI ke-81 di Lingkungan Pendem menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi warga dan penguatan rasa kebersamaan. ™
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar