Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Jalur Mediasi, Warga Kini Dapatkan Akses Jalan Tak Lagi Lewati Jembatan Bambu

Jalur Mediasi, Warga Kini Dapatkan Akses Jalan Tak Lagi Lewati Jembatan Bambu

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 644
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Menyikapi beredarnya informasi di media sosial terkait keluhan warga Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, yang terpaksa menggunakan jembatan bambu untuk akses keluar-masuk permukiman, Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat. Melalui Camat Jembrana bersama perangkat kelurahan dan lingkungan setempat, mediasi telah dilaksanakan sehingga warga kini mendapatkan akses jalan yang lebih layak.

Sebelumnya, sebanyak delapan KK di lingkungan tersebut mengandalkan jembatan bambu hasil swadaya sebagai jalur utama menuju permukiman. Warga pun mengharapkan adanya pembangunan jembatan permanen. Namun, menurut pihak kecamatan, pembangunan jembatan permanen membutuhkan anggaran cukup besar dan belum bisa diprioritaskan mengingat pengguna jalur hanya delapan KK.

banner 336x280

“Kalau dipaksakan membangun jembatan permanen, tentu tidak efektif karena biayanya tinggi. Sementara saat ini pemerintah harus menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran,” ujar Plt Camat Jembrana, Tri Karyna Ambaradadi, saat ditemui dilokasi jembatan darurat, Minggu (7/12).

Melalui proses mediasi yang melibatkan delapan KK dan keluarga penyanding, akhirnya ditemukan titik temu. Warga yang selama ini kesulitan akses kini dapat melalui jalan alternatif yang merupakan jalur milik warga setempat dan telah disepakati dapat dipergunakan bersama.

Tri Karyna Ambaradadi menegaskan, mediasi sudah dilakukan sejak 2022 namun belum menemukan kepastian. Baru pada pertemuan terakhir semua pihak sepakat membuka akses alternatif tersebut sehingga warga tidak lagi tergantung pada jembatan bambu.

Dengan adanya solusi ini, warga pun diharapkan dapat menjalankan aktivitas harian dengan lebih aman dan nyaman sambil menunggu kemungkinan penataan lebih lanjut sesuai kemampuan anggaran pemerintah

“Kami sudah beberapa kali memfasilitasi mediasi sejak 2022 hingga 2023. Kini sudah ada kesepakatan akses jalan alternatif dapat digunakan oleh delapan KK tersebut tanpa harus melewati jembatan bambu,” jelasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karnaval Nelayan, Rangkaian Petik Laut di Desa Pengambengan

    Karnaval Nelayan, Rangkaian Petik Laut di Desa Pengambengan

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Pemerintah Kantor Desa Pengambengan menggelar karnaval bertemakan nelayan, Jumat (19/7/2024) Karnaval nelayan perdana ini berlangsung penuh kegembiraan, dengan suasana nelayan yang hendak melaut serta tradisi-tradisi yang masih melekat pada masyarakat pesisir. Karnaval nelayan yang merupakan rangkaian dari acara tradisi petik laut tersebut, rutenya hingga ke Pelabuhan Perikanan Nusantara. Karnaval yang juga berkaitan […]

  • Menjanjikan! Budidaya Madu Kele-Kele Miliki Prospek Cerah

    Menjanjikan! Budidaya Madu Kele-Kele Miliki Prospek Cerah

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Madu Kele-Kele atau lebah Trigona mulai menjadi primadona bisnis baru di Kabupaten Jembrana. Banyak masyarakat Jembrana mulai menekuni budidaya Kele-Kele, salah satunya I Ketut Swintara yang juga merupakan ketua Kelompok Peternak Madu Kele-Kele Pucuk Sari, Banjar Delod Pempatan, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan kebun untuk […]

  • 41 Kades di Jembrana Dapat SK Perpanjangan Masa Jabatan

    41 Kades di Jembrana Dapat SK Perpanjangan Masa Jabatan

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Sebanyak 41 Kepala Desa/Perbekel di Kabupaten Jembrana menerima Surat Keputusan (SK) Perpanjangan Masa Jabatan dari Bupati Jembrana, Minggu (23/6/2024) di Pendopo Kesari, Negara. Perpanjangan Masa Jabatan kepala desa/perbekel ini merupakan amanat dari Undang-Undang No 3 tahun 2024 yang merupakan hasil perubahan UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kades yang sebelumnya memiliki […]

  • Jaga Kondusif Bali, Petugas Gabungan Memperketat Pintu Masuk Pelabuhan Gilimanuk

    Jaga Kondusif Bali, Petugas Gabungan Memperketat Pintu Masuk Pelabuhan Gilimanuk

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.468
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Gelombang ujuk rasa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia memicu respons cepat dari aparat keamanan di Bali. Penjagaan ketat kini diberlakukan di pintu masuk utama Pulau Dewata, Pelabuhan Gilimanuk, Senin (01/09/2025). Langkah ini diambil untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan menjaga stabilitas di Bali, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama […]

  • Hardiknas 2024 Mengusung Tema Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar

    Hardiknas 2024 Mengusung Tema Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle Izzoel
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Jembrana – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2024 di Stadion Pecangakan Jembrana, Kamis (2/5/2024). Upacara yang mengusung tema Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar tersebut, dipimpin Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna. Wabup IGN Patriana Krisna (Ipat) membacakan pidato dari Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem […]

  • Menyulam Makna Penguatan Kultur Kebhinekaan Dalam Kehidupan Bermasyarakat

    Menyulam Makna Penguatan Kultur Kebhinekaan Dalam Kehidupan Bermasyarakat

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 559
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Evaluasi hasil pelatihan yang diadakan Maarif Institute. Tahun 2024 saat itu diadakan pelatihan dan penguatan ragam kultur ke Bhineka Tunggal Ika dalam corak ragam agama, budaya, dan juga kebudayaan. Dimana secara fungsional nilai kemanusiaan, mendorong aktualitas kebhinekaan, memperluas kekuatan partisipasi di masyarakat, dan melestarikan warisan corak ragam budaya serta mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan yang […]

expand_less