Bupati Jembrana Bagikan Kisah Hidup Penuh Inspirasi Kepada Anak-Anak Kurang Mampu
- account_circle Ed27
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

Jembrana – Ada pemandangan yang menyentuh hati dalam peringatan sederhana Hari ulang tahun ke-51 Bupati Jembrana pada Rabu (6/5/2026). Alih-alih merayakannya dengan pesta mewah, Bupati memilih menghabiskan momen spesialnya dengan duduk lesehan di antara anak-anak dari keluarga kurang mampu, menciptakan suasana penuh kekeluargaan tanpa sekat formalitas.
Sambil menikmati hidangan sate rombong dan bakso khas rakyat, suasana keakraban begitu terasa saat Bupati mulai membuka memori masa kecilnya yang penuh perjuangan. Pertemuan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan menjadi ruang berbagi rasa dan inspirasi bagi tunas-tunas muda Jembrana.
Di hadapan anak-anak yang hadir, Bupati secara terbuka menceritakan bahwa kehidupan yang ia nikmati saat ini bukanlah hasil dari kemudahan instan. Ia mengenang masa kecilnya yang dihabiskan di rumah kontrakan selama hampir 10 tahun. Sejak usia dini, ia sudah akrab dengan kerja keras, bangun sebelum matahari terbit untuk membantu orang tua demi menyambung hidup.
“Saya ingin adik-adik tahu, saya juga pernah berada di posisi kalian. Saya pernah hidup susah, tinggal di kontrakan cukup lama, dan membantu orang tua bekerja sejak kecil. Tapi dari kesulitan itulah saya belajar tentang arti disiplin dan pantang menyerah,” kenangnya.
Dengan tatapan penuh empati, Bupati memberikan penguatan mental kepada anak-anak agar tidak pernah merasa rendah diri karena keterbatasan ekonomi. Baginya, kondisi hari ini hanyalah titik awal, bukan penentu akhir dari garis takdir seseorang.
“Hari ini mungkin adik-adik merasa belum beruntung, tapi jangan pernah mematikan mimpi. Jika punya tekad kuat, rajin belajar, dan menjaga kedisiplinan, suatu saat kalian bisa menjadi orang hebat yang membanggakan Jembrana,” pesan Bupati yang disambut antusias oleh anak-anak.
Ia juga menitipkan pesan mendalam kepada para orang tua agar menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Ia menegaskan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak Jembrana untuk putus sekolah. “Pendidikan adalah jembatan emas untuk keluar dari kemiskinan. Pemerintah hadir untuk itu, jadi jangan pernah menyerah pada keadaan,” tegasnya.
Kehangatan acara semakin lengkap dengan kehadiran sang Ibu tercinta, keluarga besar, Wakil Bupati Jembrana, serta jajaran Forkopimda Jembrana yang memberikan kejutan ulang tahun sederhana. Sebagai bentuk syukur atas bertambahnya usia, diserahkan pula paket bantuan sembako kepada 51 anak sebagai simbol kepedulian sosial.
Acara yang berlangsung penuh tawa dan keharuan ini meninggalkan pesan kuat, bahwa seorang pemimpin bisa lahir dari tempaan kesulitan, dan kunci kesuksesan bukan terletak pada kemewahan asal-usul, melainkan pada ketekunan dan kerja keras yang tak pernah padam. ™
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar