H-1 Penutupan Nyepi, Arus Keluar Bali Membludak, Antrean Gilimanuk Capai 7 Kilometer
- account_circle Ed27
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar

suarajembrana.com – Operasional Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup total dalam rangka rangkaian Hari Raya Nyepi mulai Kamis (19/3/2026) pukul 05.00 Wita. Hingga H-1 penutupan, arus lalu lintas keluar Bali terpantau masih padat dan didominasi kendaraan pribadi.
Kepadatan kendaraan terlihat signifikan pada Rabu (18/3/2026) sore. Antrean bahkan mengular hingga kawasan Hutan Cekik yang berjarak sekitar 7 kilometer dari pelabuhan. Kondisi ini memicu kekhawatiran adanya pemudik yang berpotensi tertinggal dan terjebak saat pelaksanaan Nyepi.
Berdasarkan informasi dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), layanan penyeberangan dari Gilimanuk akan dihentikan mulai Kamis (19/3) pukul 05.00 Wita hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 Wita. Sementara itu, Pelabuhan Ketapang ditutup lebih awal sejak Rabu (18/3) pukul 17.00 WIB guna mempercepat arus kapal dari Bali ke Jawa.
Kapolres Jembrana, Kadek Citra Dewi Suparwati, mengungkapkan bahwa lonjakan kendaraan sudah terjadi sejak siang hari. Terminal kargo bahkan kembali difungsikan untuk menampung antrean mobil pribadi.
“Siang tadi antrean sudah di Hutan Cekik dan terminal kargo sudah kita fungsikan kembali. Mudah-mudahan seluruh pemudik bisa menyeberang sebelum Nyepi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penutupan lebih awal di Ketapang merupakan strategi untuk memperlancar arus mudik keluar Bali. Dengan menghentikan arus dari Jawa ke Bali, kapal dapat difokuskan untuk mengangkut pemudik dari Gilimanuk.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, jajaran kepolisian juga menyiagakan seluruh polsek sebagai lokasi penitipan kendaraan. Langkah ini dilakukan guna memastikan pemudik tetap bisa menyeberang meskipun kendaraan tidak tertampung.
Selain itu, pihak kepolisian bersama ASDP telah menyiapkan langkah darurat jika ada pemudik yang tertinggal. Salah satunya dengan menyediakan dapur umum di area pelabuhan.
Dalam kondisi mendesak, otoritas juga akan memprioritaskan penyeberangan orang dibanding kendaraan. Pemudik tetap akan diseberangkan ke Jawa, sementara kendaraan dapat dititipkan di Bali.
“Kita akan berupaya menyeberangkan pemudik meski kendaraannya tidak bisa ikut. Di Ketapang nanti teknisnya akan diatur, karena di sana aktivitas lebih memungkinkan dibanding Bali yang sedang Nyepi,” tutup Citra. ™
- Penulis: Ed27

Comment