Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tradisi Kain Setalam Gunting Rambut Bayi dan Ambur Salim di Jembrana

Tradisi Kain Setalam Gunting Rambut Bayi dan Ambur Salim di Jembrana

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
  • visibility 647
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Di masyarakat Jembrana, upacara pemotongan rambut bayi berumur 180 hari pada bulan Maulid menjadi salah satu tradisi yang menggambarkan kekayaan tradisi budaya. Prosesi pemotongan rambut diiringi dengan acara ambur salim, yang melambangkan keselamatan bagi semua yang hadir.

Tradisi male di Kabupaten Jembrana, Bali, melibatkan berbagai kegiatan pada saat sang bayi berumur 180 hari, salah satunya gunting/motong rambut. Biasanya, kegiatan ini dilakukan pada bulan Rabiul Awal (bulan Hijriyah) yang juga dikenal sebagai bulan Maulid. Simbolisasi dari pemotongan rambut sang bayi adalah akhir dari masa bayi dan mempersiapkan anak untuk tumbuh lebih dewasa.

banner 336x280

Salah satu warga setempat, Nur Hikmah (50) asli Loloan Timur, menjelaskan bahwa tradisi ini melibatkan berbagai bentuk hiasan dan perlengkapan yang disebut rantasan (sesaji). Rantasan biasanya terdiri dari berbagai barang seperti kain yang belum pernah dipakai (sukla), beras kuning, uang logam, kelapa gading, keris (pusaka), dan barang-barang untuk merias diri. Setelah prosesi pemotongan rambut selesai, beras kuning dan uang logam dihamburkan ke udara, yang kemudian diperebutkan oleh para hadirin. Proses ini disebut ambur salim dan merupakan simbol keselamatan bagi semua yang hadir.

Nur Hikmah menjelaskan lebih lanjut bahwa ambur salim tidak hanya dilakukan dalam acara pemotongan rambut, tetapi juga dalam berbagai ritual lain seperti pelepasan jamaah haji dan acara pernikahan. Bahwa “ambur” berarti menghamburkan ke udara dan “salim” artinya keselamatan, sehingga ambur salim melambangkan doa keselamatan bagi semua yang berkumpul dalam acara tersebut.

“Tradisi ini menjadi bukti kekayaan budaya Indonesia yang akan terus dilestarikan oleh masyarakat Bugis Melayu di Kabupaten Jembrana, agar generasi berikutnya tetap mengenal dan menjaga kearifan lokal yang ada. Melalui pemeliharaan tradisi ini, kita dapat memperkuat ikatan komunitas dan melestarikan kearifan budaya kita,” katanya. *

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS), Layani Bimbingan dan Konseling Umat

    Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS), Layani Bimbingan dan Konseling Umat

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Sekda I Made Budiasa mewakili Bupati Jembrana meresmikan Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) yang merupakan Program Prioritas Ditjen Bimas Hindu melalui Direktorat Urusan Agama Hindu, Jumat (19/7) di Pendopo Kesari. Diresmikannya Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) Kabupaten Jembrana sebagai wadah terintegrasi untuk melakukan bimbingan dan konseling . Baik urusan perkawinan kepada remaja […]

  • Kembang-Ipat Bangun “Chemistry” saat Jajal Sirkuit Rally Perancak

    Kembang-Ipat Bangun “Chemistry” saat Jajal Sirkuit Rally Perancak

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 723
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menjajal sirkuit rally di desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Senin (9/6). Bahkan, Kembang-Ipat juga mengajak Kapolres dan Dandim 1617/Jembrana untuk turut serta menjajal sirkuit legend di Jembrana ini. Hadirnya para pimpinan daerah Jembrana ini, menunjukkan komitmennya dalam mendukung ajang […]

  • Arus Selat Bali Menenggelamkan Perahu Nelayan

    Arus Selat Bali Menenggelamkan Perahu Nelayan

    • calendar_month Minggu, 23 Jul 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Sejumlah warga masyarakat Kelurahan Gilimanuk kembali dikagetkan oleh terjadinya peristiwa laka laut yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 2 orang lainnya berhasil selamat. Sabtu, (22/07/2023). Peristiwa laka laut ini terjadi pada saat dimana ketiga korban tengah melaut mencari ikan di pantai selat Bali dengan mengunakan 1 perahu yang berisi 3 orang […]

  • Sentuhan Budaya Bali, Bedah Rumah BUMDes di Jembrana Gunakan Konsep Asta Kosala Kosali

    Sentuhan Budaya Bali, Bedah Rumah BUMDes di Jembrana Gunakan Konsep Asta Kosala Kosali

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 153
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menekankan pentingnya menjaga identitas budaya Bali dalam setiap pembangunan infrastruktur kerakyatan. Pembangunan bedah rumah maupun bedah warung harus tetap memperhatikan tata letak bangunan sesuai dengan konsep asta kosala kosali. Hal ini disampaikan saat menghadiri penyerahan bantuan bedah rumah dan bedah warung oleh BUMDes Bersama Tunas Mekar Sejahtera […]

  • Polres Jembrana Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung 2024

    Polres Jembrana Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung 2024

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Jelang Pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2024 Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas pasca pelaksanaan peringatan Hari Bhayangkara Ke-78, Polrea Jembrana melaksanakan apel gelar pasukan “Operasi Patuh Agung 2024” di Lapangan Apel Mapolres Jembrana, Senin (15/7/2024). Waka Polres Jembrana Kompol I Made Katon, S.H., bertindak sebagai pimpinan apel dan dihadiri […]

  • Revitalisasi Pasar Umum Negara Dimulai, Ditargetkan Rampung Juli 2024

    Revitalisasi Pasar Umum Negara Dimulai, Ditargetkan Rampung Juli 2024

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Tahapan revitalisasi gedung baru Pasar Umum Negara (PUN) telah dimulai dengan prosesi Pengeruakan (upacara memulai pembangunan baru) yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Ketut Putra Kemenuh, Griya Kemenuh Suka Taman Ketugtug, Loloan Timur pada rahina Redite Umanis Merakih, Minggu (17/9). Diawali dengan pecaruan, kemudian persembahyangan bersama dan berlanjut mendem citak dasar (peletakan […]

expand_less