Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Paguyuban Banyumas Jembrana Eratkan Silaturahmi dan Jiwa Sosial di Tanah Rantau

Paguyuban Banyumas Jembrana Eratkan Silaturahmi dan Jiwa Sosial di Tanah Rantau

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
  • visibility 952
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Keluarga Besar Paguyuban Banyumas Jembrana yang didirikan tahun 5 Oktober 1997 di Kabupaten Jembrana. Paguyuban Banyumasan adalah wadah bagi para pendatang yang berasal dari wilayah dialektika bahasa ngapak atau Karesidenan Banyumas Raya yang meliputi wilayah Cilacap hingga Banjarnegara. Seiring dengan perkembangannya saat ini Paguyuban Banyumas di Kabu Jembrana merupakan ajang silaturahmi. “Ngapak ora ngapak, sing penting kompak!”

Ada sebuah torehan sejarah dimana antara tahun 1855 hingga 1866 I Gusti Ngurah Made Pasekan mengemban tugas sebagai regent atau setingkat bupati. Waktu itu pihak Belanda menyingkirkan I Gusti Ngurah Made Pasekan ditangkap dan diungsikan ke Banyumas. Waktu itu K.P.A Mertadiredja memberikan sebidang tanah di Desa Kejawar. Raja ke VI Jembrana bersama keluarga tinggal di lokasi itu hingga akhir hayatnya. Di areal makam Raja ke VI Jembrana juga terdapat pesarehan atau makam keluarga R Marjana Mertadiredja.

banner 336x280

Pendiri Paguyuban Banyumas Purwandi, SW ceritakan bahwa inti sari dari Paguyuban ini adalah ajang silaturahmi. Dimana kami perantau yang telah beranak cucu dan bekerja di Bali. Dan menyatukan persaudaraan yang kental, ada yang bekerja di pemerintah, ada pedagang, ada pengusaha, dan ada pula yang Abdi Negara. Apalagi ini kumpul ajang halal bihalal di sebuah warung makan Kreteg Nyirang, Desa Baluk, Minggu (20/4/2025).

“Selain kumpul-kumpul ajang Paguyuban juga melakukan arisan sebagai penyemangat baik di kalangan bapak-bapak dan juga para ibu. Walau tak bernilai nominal besar, tapi sudah kumpul saja rasanya senang. Seperti bahasa Banyumasan “Ngapak ora ngapak, sing penting kompak!,” ungkap Purwandi.

Menurut Purwandi, sejak terbentuk di Provinsi Bali, maka di Kabupaten Jembrana terbentuklah Paguyuban Banyumas pada tanggal 5 Oktober 1997. Hingga kini berusia 28 tahun. Banyak pula aksi sosial yang telah dilakukan. Karena kita juga menjalankan kotak amal. Yang mana hasil kotak amal tersebut dibuka jelang Idul Fitri. Dan hasil itu kita belikan paket sembako ke pondok pesantren.

“Paguyuban Banyumas di Kabupaten Jembrana walau hanya bisa dihitung dengan jari, tapi kekompakan kami tetap terjalin baik. Dulu juga ada dari Paguyuban ini yang beda agama, tapi itu bukan kendala. Karena kebersamaan itu terjalin lebih indah dan damai. Dan kami tidak membeda-bedakan, itu pernah terjadi tahun lalu,” tuturnya.

Ia juga jelaskan, untuk dana infaq atau kotak amal ada pula sumbangan suka rela. Berupa beras, mie instan, lengkapnya paket sembako. Kedepan tentu kita akan lakukan bakti sosial. Bantuan ini bisa mencapai kwintal. Untuk dinominalkan uang kisaran juta. Tanpa mau menyembuhkan secara rinci. Maklum di Paguyuban ini hanya total 14 warga yang aktif.

“Untuk program pemerintah terutama di Kabupaten Jembrana, apapun itu kita tetap dukung. Apalagi ada sebuah histori sejarah dimana antara tahun 1855 hingga 1866 I Gusti Ngurah Made Pasekan mengemban tugas sebagai regent atau setingkat bupati,” katanya.

Purwandi kisahkan, waktu itu pihak Belanda menyingkirkan I Gusti Ngurah Made Pasekan ditangkap dan diungsikan ke Banyumas. Waktu itu K.P.A Mertadiredja memberikan sebidang tanah di Desa Kejawar. Raja ke VI Jembrana bersama keluarga tinggal di lokasi itu hingga akhir hayatnya. Di areal makam Raja ke VI Jembrana juga terdapat pesarehan atau makam keluarga R Marjana Mertadiredja. Sampai saat ini tetap terjalin harmonis.

“Hari ini lagi asik kumpul minum dawet ayu dan tempe mendoan memang nikmat. Makan bersama, rasa kekeluargaan, dan berjiwa sosial itu sungguh nikmat. Apalagi mengenang kisah-kisah di perantauan dan menambah kekerabatan,” pungkasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Nelayan Temukan Sosok Mayat Laki-Laki di Perairan Pantai Pebuahan

    Dua Nelayan Temukan Sosok Mayat Laki-Laki di Perairan Pantai Pebuahan

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 818
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Dua nelayan pesisir pantai Pebuahan menemukan 2 sosok mayat laki-laki ditengah perairan saat hendak memancing. Hingga langsung dilakukan proses evaluasi oleh tim gabungan Basarnas. Untuk dilakukan proses identifikasi 2 mayat tersebut ke RSU Negara. Diduga dua mayat ditemukan merupakan penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Dimasa proses pencarian H+7 tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya […]

  • Kembang Tinjau Langsung Dua Titik Lokasi Terdampak Bencana Angin Puting Beliung

    Kembang Tinjau Langsung Dua Titik Lokasi Terdampak Bencana Angin Puting Beliung

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 263
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, meninjau langsung sejumlah titik lokasi yang terdampak bencana angin puting beliung pada Rabu (21/1). Kejadian yang terjadi pada dini hari tersebut mengakibatkan puluhan keluarga mengalami kerusakan bangunan, terutama pada bagian atap rumah. Dalam kunjungannya meninjau warga terdampak bencana di Kelurahan Dauhwaru dan Desa Batuagung, Bupati Kembang menekankan […]

  • Pemkab Jembrana Salurkan Bantuan Alsintan Atasi Persoalan Air Petani

    Pemkab Jembrana Salurkan Bantuan Alsintan Atasi Persoalan Air Petani

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.489
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian ( Alsintan ) berupa  30  mesin pompa air kepada Subak di jembrana. Bantuan alsintan dari Kementrian Pertanian RI tersebut diserahkan langsung Bupati Jembrana I Nengah tamba bertempat di Balai Benih Pembantu (BBP) Pohsanten, Selasa (3/9). Melalui bantuan itu diharapkan pula mampu memacu peningkatan […]

  • Bupati Tamba Berikan Penghargaan Tokoh Pendidikan Hindu di Jembrana

    Bupati Tamba Berikan Penghargaan Tokoh Pendidikan Hindu di Jembrana

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Jembrana kepada tokoh, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Alm. I Ketut Nedeng, Jumat (10/5). Piagam Penghargaan tersebut diberikan Atas Jasa dan Pengabdian sebagai tokoh pendidikan dan Perintis Sekolah Hindu di Kabupaten jembrana. Piagam penghargaan diserahkan kepada Keluarga Almarhum di Rumah Duka Desa Manistutu. […]

  • Pastikan Berjalan Aman dan Lancar Babinsa Kawal Upacara Ngaben Massa

    Pastikan Berjalan Aman dan Lancar Babinsa Kawal Upacara Ngaben Massa

    • calendar_month Sabtu, 6 Jan 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Babinsa Desa Pergung Kodim 1617-02/Jembrana Serda I Made Budi Ardita bersinergi dengan Polsek dan Pecalang Desa, melaksanakan pengamanan kegiatan masyarakat dalam rangka pelaksanaan Ngaben Massal. Bertempat di Jabe Sisi Pure Bingin Banjar Baler, Pasar Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Jum’at (05/01/2024). Hadir dalam kegiatan diantaranya, Perbekel Desa Pergung I Ketut Wimantra […]

  • Inspirasi Kebangkitan Umat Islam di Mulai dari Masjid Menuju Masjid

    Inspirasi Kebangkitan Umat Islam di Mulai dari Masjid Menuju Masjid

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 655
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Dalam sejarah terjadinya peristiwa yang luar biasa, yang dikenal dengan peristiwa Isro Mi’raj Baginda Nabi Muhammad SAW, di mulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa Baitul Maqdis di Palestina, lalu naik sampai ke Sidratul Muntaha, untuk menerima anugerah perintah ibadah shalat. Setelah mendapatkan anugerah perintah ibadah shalat, kemudian Baginda Nabi Muhammad […]

expand_less