Tragis! Niat Cuci Muka Berujung Maut, Remaja Perempuan Tewas Terseret Ombak
- account_circle Ed27
- calendar_month Senin, 26 Okt 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar

Jembrana – Liburan akhir pekan di Kabupaten Jembrana, Bali, berakhir dalam duka mendalam. Dua remaja perempuan berinisial ANH dan NJ (15) terseret ombak besar saat berada di Pantai Dangin Berawah, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Minggu (25/10/2026) malam. Akibat insiden nahas ini, korban ANH dilaporkan meninggal dunia, sementara rekannya NJ berhasil selamat.
Kasatpolairud Polres Jembrana, Iptu I Gede Ketut Suasnawa, membenarkan adanya peristiwa orang tenggelam di kawasan pantai tersebut.
”Benar telah terjadi peristiwa orang tenggelam di Pantai Perancak. Ada dua korban terseret arus dan sekitar pukul 19.30 Wita, warga menemukan kedua korban terdampar di pinggir pantai dalam posisi terpisah sejauh kurang lebih 50 meter,” ungkap Iptu Suasnawa, Senin (26/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 Wita ketika ANH mendatangi rumah NJ untuk menjemputnya. Keduanya kemudian sepakat menghabiskan sore di kawasan pantai di belakang Desa Perancak dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 Wita untuk sekadar bersantai dan berbincang di pinggir pantai.
Petaka baru terjadi ketika hari mulai gelap, yakni sekitar pukul 19.00 Wita. Diduga hendak mencuci muka, ANH turun mendekati air laut. Nahas, saat itu kondisi air laut tengah pasang tinggi. Ombak besar mendadak datang dan menyeret korban ke tengah laut menjauhi bibir pantai.
Melihat sahabatnya terseret arus, NJ dengan sigap berusaha memberikan pertolongan. Namun, derasnya ombak malam hari membuat NJ ikut terseret dan tergulung arus laut. Beruntung, nyawa NJ masih dapat diselamatkan setelah ia terdampar di pinggir pantai.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian dan evakuasi. Sekitar pukul 19.30 Wita, kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi terpisah sejauh kurang lebih 50 meter di pinggir pantai.
Warga langsung melarikan kedua korban ke Puskesmas II Jembrana untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Sayangnya, nyawa ANH tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan telah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan tersebut.
Sementara itu, hasil pemeriksaan medis lanjutan serta tim Inafis Polres Jembrana memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga, termasuk ayah korban, menyatakan telah berbesar hati dan mengikhlaskan kepergian korban serta menerima kejadian ini murni sebagai musibah.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya para remaja dan orang tua, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pesisir pantai, terlebih pada malam hari atau saat kondisi air laut sedang pasang guna menghindari kejadian serupa. ™
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar