Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Kembang Gaungkan Semangat Gotong Royong

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Kembang Gaungkan Semangat Gotong Royong

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 270
  • comment 0 komentar

Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar apel peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Stadion Pecangakan, Jembrana, Senin (1/6). Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bertindak selaku inspektur upacara dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkokoh semangat persatuan serta gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apel peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut diikuti berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Korpri, PGRI hingga para pelajar. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jembrana serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jembrana.

banner 336x280

Dalam amanatnya, Bupati Kembang Hartawan mengingatkan kembali sejarah lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945. Ia menyampaikan bahwa dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno memperkenalkan pokok-pokok pikiran tentang dasar negara yang kemudian diberi nama Pancasila.

“Pancasila merupakan jiwa yang mempersatukan keberagaman Indonesia dalam satu cita-cita kebangsaan,” ujarnya.

Menurutnya, Bung Karno juga menjelaskan bahwa Pancasila dapat diperas menjadi Trisila yang terdiri atas Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi dan Ketuhanan yang Berkebudayaan. Selanjutnya Trisila diperas menjadi Ekasila, yakni Gotong Royong sebagai inti sari kehidupan berbangsa.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kembang Hartawan membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia dalam rangka Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat.

Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan global. Keberagaman yang dimiliki Indonesia, dengan ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis, mampu dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia juga dinilai memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dan perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal penting dalam menjembatani berbagai perbedaan serta meredam konflik di tingkat global.

Ia juga menyoroti kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia melalui pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan.

Di akhir amanat, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai luhur Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan publik, sikap toleransi, dan semangat gotong royong.

“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan. Mari teguhkan komitmen kebangsaan dan tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi persatuan, religiusitas, dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan Menemukan Mayat Tanpa Identitas di Perairan Pengambengan

    Nelayan Menemukan Mayat Tanpa Identitas di Perairan Pengambengan

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.636
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Penemuan sosok mayat tanpa busana ditemukan mengapung di perairan Pantai Pengambengan, Jembrana, Bali. Mayat laki-laki yang belum diketahui namanya alias Mr X itu pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Imron (50) menggunakan kapal fiber “Rejeki.” Danposal Pengambengan, Letnan Laut I Komang Didik Wirahadi mengungkapkan Imron mendapati mayat mengapung sekitar pukul 04.30 Wita […]

  • Gerak Cepat Pemkab Jembrana, Normalisasi Sungai Pasca Banjir dan Bangkitan Jiwa Gotong Royong

    Gerak Cepat Pemkab Jembrana, Normalisasi Sungai Pasca Banjir dan Bangkitan Jiwa Gotong Royong

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.684
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pasca musibah banjir yang terjadi dibeberapa wilayah di Kabupaten Jembrana beberapa hari yang lalu, Bupati I Made Kembang Hartawan bersama Wabup IGN Patriana Krisna, Jumat (12/9/2025), meninjau langsung progres normalisasi di DAM Kaliakah dan DAM Baluk yang merupakan jalur Sungai (tukad) Remojo. Normalisasi ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah daerah untuk mencegah terulangnya […]

  • Sempat Jadi Tontonan Warga, Paus Raksasa Terdampar di Pantai Melaya

    Sempat Jadi Tontonan Warga, Paus Raksasa Terdampar di Pantai Melaya

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Jembrana – Seekor paus sperma berukuran raksasa terdampar di Pantai Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Peristiwa ini sontak menghebohkan warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat langsung mamalia laut tersebut. Berdasarkan rekaman video amatir warga, paus tersebut pertama kali ditemukan di bibir pantai dalam kondisi masih hidup. Namun, hewan laut itu tampak kesulitan […]

  • Diduga Memiliki Riwayat Penyakit Seorang Nelayan Meninggal Dunia

    Diduga Memiliki Riwayat Penyakit Seorang Nelayan Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Diduga karena sakit sesak nafas, seorang nelayan bernama Samhan (48) tahun ditemukan meninggal dunia di atas perahu Bintang Samudra di perairan Pengambengan, Kamis 16 Mei 2024, pukul 19.00 WITA. Menurut Kapolsek Negara, Kompol I Ketut Suaka Purnawasa, Samhan mengalami sesak napas saat sedang mempersiapkan diri untuk melaut. Korban sempat roboh dan rekannya […]

  • Kompetisi Liga Tarkam Tetap Dipadati Para Pecinta Sepakbola Bola Kampung

    Kompetisi Liga Tarkam Tetap Dipadati Para Pecinta Sepakbola Bola Kampung

    • calendar_month Jumat, 28 Jul 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Sejak bergulirnya Kompetisi Liga Tarkam Rabu 31 Mei 2023 yang awal diikuti 56 tim, hingga masuk ke 32 besar bahkan kini masuk ke tahap 16 besar. Pagelaran Kompetisi Liga Tarkam di Lapangan mini Sinar Lampu Menara, Dusun Ketapang, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Lapangan dengan ukuran panjang 45cm dan lebar 35 cm berdurasi […]

  • Oknum PNS Jembrana Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur Akhirnya Dipecat

    Oknum PNS Jembrana Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur Akhirnya Dipecat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 881
    • 0Komentar

    Jembrana – Perjalanan panjang kasus kekerasan seksual yang melibatkan I Ketut Herjaya (49), seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Jembrana, akhirnya mencapai titik akhir. Kasus yang terjadi pada akhir tahun 2023 ini resmi berakhir dengan vonis bersalah putusan kasasi ( inkrah) diikuti turunnya pemecatan secara tidak hormat. Setelah status hukumnya dinyatakan inkrah, […]

expand_less