Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mulai Beroperasi Mesin Pengolahan Sampah Menjadi RDF di TPA Peh

Mulai Beroperasi Mesin Pengolahan Sampah Menjadi RDF di TPA Peh

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
  • visibility 623
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Mesin pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) di TPA Peh, desa Kaliakah sudah mulai beroperasi dan bisa mengolah sampah eksisting menjadi RDF.

Kendati demikian, hasil produksi RDF masih belum bisa mencapai jumlah yang diharapkan. Oleh karena itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama sejumlah tim yang berkaitan dengan pengolahan sampah menjadi RDF kembali datang meninjau proses pengolahan sampah, Rabu (24/7).

banner 336x280

Tim yang datang langsung melihat proses pengolahan sampah menjadi RDF diantaranya Johan Agus Kurniawan (Direktur Utama PT. Wisesa Global Solusindo) selaku penyedia mesin pengolahan sampah, Ruchiyat (MSW RDF Business Development Manager, PT. SBI) selaku pengguna RDF dan Marsono (Pimpinan PT. Bhakti Bumi) selaku penyedia mesin pendukung pengolahan sampah.

“Tim kita datangkan kembali untuk mengecek ulang untuk melihat dari sisi mananya yang kurang. Yang datang hari ini para ahli-ahlinya. Ada dari Bakti Bumi, SBI, Wisesa dan tim yang lain. Kita bertukar pikiran secara menerus, jadi apa yang kita harapkan dan rencanakan untuk zero waste ini untuk sampah eksisting yang harus kita habiskan ini,” ujar Bupati Tamba.

Bupati Tamba mengatakan mesin pengolahan sampah sudah bekerja dengan baik, namun menurutnya mesin pendukung lainnya perlu ditingkatkan kualitasnya untuk dapat meningkatkan produksi RDF.

“Kalau kita hanya mengandalkan mesin ini, mesin sudah oke, tetapi setelah dihilirnya kita masih perlu alat-alat yang bisa menambah kecepatan produksi daripada mesin ini, seperti mesin pencacah, kemudian juga mesin packing,” ucapnya.

Lanjut, kata Bupati Tamba hasil produksi RDF kualitasnya sudah cukup baik namun untuk meningkatkan lagi kualitas dan kuantitas produksi perlu adanya penambahan mesin lagi.

“Untuk mencapai hasil yang bisa dikatakan sempurna, kita sudah mendekati. Apabila kita ganti 1 mesin lagi ini akan mendapatkan hasil yang maksimal sekali. Kita pasti akan menuju kesana, kita persiapkan seluruh anggaran karena kita sudah optimis dan didukung oleh tim yang sangat kompak,” ujarnya.

Pihaknya pun yakin dengan adanya peningkatan kualitas mesin pengolahan sampah menjadi RDF akan dapat mengatasi yang sudah bertahun-tahun menggunung di TPA Peh ini.

“Saya optimis kita bisa menyelesaikan sampah-sampah eksisting dan sampah baru. Kalau kita sudah rubah mesin ini dari satu mesin ke mesin yang lain pakai sistem conveyor semua, target 200 ton dalam satu hari bisa kita capai,” tandasnya.

Marsono, Pimpinan PT. Bhakti Bumi mengatakan mesin ada yang ada saat ini sudah bekerja secara baik. Tapi menurutnya perlu ada sejumlah mesin penunjang lagi yang bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas RDF yang dihasilkan.

“Alat ini sudah cukup, cuma untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas akan kita tambah alat, alat juga tidak terlalu mahal. Tapi kita mengikuti keadaan sampah yang ada di Jembrana,” ucapnya.

Marsono mengatakan segera mendatangkan beberapa mesin lagi. Dia berharap dengan semakin lengkapnya mesin ini, proses pengolahan sampah dapat semakin maksimal.

“Yang akan kami datangkan baru 3 unit saja, tapi akan ada tambahan-tambahan berikutnya sehingga nanti ketika hujan pun masih bisa berproduksi,” ujarnya.

Disisi lain, Ruchiyat selaku MSW RDF Business Development Manager PT. SBI mengatakan produksi RDF di TPA Peh sudah cukup baik dan ukuran dan tingkat kelembaban yang memenuhi standar.

“Kalau saya lihat, Alhamdulillah secara produk sudah lumayan bagus. RDF itu bagaimana partikel size-nya 5 cm maksimum, kemudian moisturenya harus dibawah 20% itu sudah masuk,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan sejumlah saran untuk penambahan beberapa mesin lagi yang bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas RDF yang dihasilkan.

“Tadi saya sudah memberi masukan ke tim Wisesa untuk mengimprove terkait masalah organik yang masih terbawa, ini mungkin perlu untuk ada additional filtering atau penambahan alat untuk mengurangi organik. Karena kalau terbawa, secara kalori akan menurunkan harga dan kualitas RDF,” tandasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUARA JEMBRANA -Ratusan Para Pedagang Pasar Negara Tetap Tolak Revitalisasi

    Ratusan Para Pedagang Pasar Negara Tetap Tolak Revitalisasi

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.036
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Para pedagang secara tegas menolak dan melakukan perlawanan terkait revitalisasi pasar bila pemerintah kukuh melaksanakannya. Sebanyak lima orang perwakilan langsung diterima Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi yang disampingi para komisi di ruang rapat, Kamis (22/06). Mediasi dilakukan yang hampir sebagian besar menunggu di luar area parkiran Kantor DPRD Jembrana. “Dalam […]

  • Danrem 163/WSA Pimpin Upacara Pengantaran Satgas Yonif 741/GN Pamtas RI – RDTL 2024

    Danrem 163/WSA Pimpin Upacara Pengantaran Satgas Yonif 741/GN Pamtas RI – RDTL 2024

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 729
    • 0Komentar

    Denpasar suarajembrana.com – Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H., didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 163 PD IX/Udayana Ny. Ayu Agung Hadisaputra memimpin upacara pengantaran prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 741/Garuda Nusantara sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – RDTL Tahun 2024 di Pelabuhan Benoa Bali, Jumat (13/9/2024). Dalam amanatnya […]

  • Keterbatasan Anggaran, Bupati Kembang Hartawan Inginkan BKK Untuk Perbaikan Infrastruktur

    Keterbatasan Anggaran, Bupati Kembang Hartawan Inginkan BKK Untuk Perbaikan Infrastruktur

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 858
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Efisiensi Anggaran dari Pemerintah Pusat berdampak sangat signifikan terhadap infrastruktur di Kabupaten Jembrana yang notabene memiliki Pendapatan Asli Daerah yang kecil dibandingkan kabupaten lainnya di Bali. Hal ini mengakibatkan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan harus mencari sumber dana lainnya khususnya untuk perbaikan ruas jalan. Ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Jembrana […]

  • Bersihkan Pasar Antisipasi di Musim Penghujan dan Wabah Penyakit

    Bersihkan Pasar Antisipasi di Musim Penghujan dan Wabah Penyakit

    • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Antisipasi penyebaran penyakit akibat nyamuk menjelang musim penghujan Anggota Koramil 1617-02/Mendoyo yang dipimpin langsung oleh Pgs. Danramil 1617-02/Mendoyo, Lettu Inf I Made Sujana Arianta bahu membahu melaksanakan pembersihan di Pasar Umum Tegalcangkring. Kamis (07/12/2023). Kegiatan tersebut diikuti oleh Anggota Koramil 1617-02/Mendoyo, anggota staf kelurahan tegalcangkring, kepala pasar bersama staf dan masyarakat pengelola […]

  • Pemkab Jembrana Santuni Keluarga PMI asal Samblong Jembrana meninggal di Jepang

    Pemkab Jembrana Santuni Keluarga PMI asal Samblong Jembrana meninggal di Jepang

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 535
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Wujud kepedulian, Pemerintah Kabupaten Jembrana serahkan santunan sebesar Rp. 5 Juta, kepada keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, Alm. Ni Kadek Ari Dwi Riyandini, yang meninggal dunia di Jepang. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, I Ketut Armita, mewakili Bupati Jembrana kepada Keluarga Korban di Lingkungan Samblong, Kelurahan […]

  • Polres Jembrana Menggelar Deklarasi Damai dan Doa, Undang Dua Paslon Pilkada 2024

    Polres Jembrana Menggelar Deklarasi Damai dan Doa, Undang Dua Paslon Pilkada 2024

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Dua Paslon (Pasangan Calon) Bupati dan Wakil Bupati Jembrana yakni I Made Kembang Hartawan dan I Gede Ngurah Patriana Krisna (Bang Ipat) serta I Nengah Tamba dan I Made Suardana (Tamba-Dana) berkomitmen untuk mewujudkan Pilkada 2024 damai di Kabupaten Jembrana. Hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran mereka dalam acara deklarasi damai dan doa […]

expand_less