Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mulai Beroperasi Mesin Pengolahan Sampah Menjadi RDF di TPA Peh

Mulai Beroperasi Mesin Pengolahan Sampah Menjadi RDF di TPA Peh

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
  • visibility 694
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Mesin pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) di TPA Peh, desa Kaliakah sudah mulai beroperasi dan bisa mengolah sampah eksisting menjadi RDF.

Kendati demikian, hasil produksi RDF masih belum bisa mencapai jumlah yang diharapkan. Oleh karena itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama sejumlah tim yang berkaitan dengan pengolahan sampah menjadi RDF kembali datang meninjau proses pengolahan sampah, Rabu (24/7).

banner 336x280

Tim yang datang langsung melihat proses pengolahan sampah menjadi RDF diantaranya Johan Agus Kurniawan (Direktur Utama PT. Wisesa Global Solusindo) selaku penyedia mesin pengolahan sampah, Ruchiyat (MSW RDF Business Development Manager, PT. SBI) selaku pengguna RDF dan Marsono (Pimpinan PT. Bhakti Bumi) selaku penyedia mesin pendukung pengolahan sampah.

“Tim kita datangkan kembali untuk mengecek ulang untuk melihat dari sisi mananya yang kurang. Yang datang hari ini para ahli-ahlinya. Ada dari Bakti Bumi, SBI, Wisesa dan tim yang lain. Kita bertukar pikiran secara menerus, jadi apa yang kita harapkan dan rencanakan untuk zero waste ini untuk sampah eksisting yang harus kita habiskan ini,” ujar Bupati Tamba.

Bupati Tamba mengatakan mesin pengolahan sampah sudah bekerja dengan baik, namun menurutnya mesin pendukung lainnya perlu ditingkatkan kualitasnya untuk dapat meningkatkan produksi RDF.

“Kalau kita hanya mengandalkan mesin ini, mesin sudah oke, tetapi setelah dihilirnya kita masih perlu alat-alat yang bisa menambah kecepatan produksi daripada mesin ini, seperti mesin pencacah, kemudian juga mesin packing,” ucapnya.

Lanjut, kata Bupati Tamba hasil produksi RDF kualitasnya sudah cukup baik namun untuk meningkatkan lagi kualitas dan kuantitas produksi perlu adanya penambahan mesin lagi.

“Untuk mencapai hasil yang bisa dikatakan sempurna, kita sudah mendekati. Apabila kita ganti 1 mesin lagi ini akan mendapatkan hasil yang maksimal sekali. Kita pasti akan menuju kesana, kita persiapkan seluruh anggaran karena kita sudah optimis dan didukung oleh tim yang sangat kompak,” ujarnya.

Pihaknya pun yakin dengan adanya peningkatan kualitas mesin pengolahan sampah menjadi RDF akan dapat mengatasi yang sudah bertahun-tahun menggunung di TPA Peh ini.

“Saya optimis kita bisa menyelesaikan sampah-sampah eksisting dan sampah baru. Kalau kita sudah rubah mesin ini dari satu mesin ke mesin yang lain pakai sistem conveyor semua, target 200 ton dalam satu hari bisa kita capai,” tandasnya.

Marsono, Pimpinan PT. Bhakti Bumi mengatakan mesin ada yang ada saat ini sudah bekerja secara baik. Tapi menurutnya perlu ada sejumlah mesin penunjang lagi yang bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas RDF yang dihasilkan.

“Alat ini sudah cukup, cuma untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas akan kita tambah alat, alat juga tidak terlalu mahal. Tapi kita mengikuti keadaan sampah yang ada di Jembrana,” ucapnya.

Marsono mengatakan segera mendatangkan beberapa mesin lagi. Dia berharap dengan semakin lengkapnya mesin ini, proses pengolahan sampah dapat semakin maksimal.

“Yang akan kami datangkan baru 3 unit saja, tapi akan ada tambahan-tambahan berikutnya sehingga nanti ketika hujan pun masih bisa berproduksi,” ujarnya.

Disisi lain, Ruchiyat selaku MSW RDF Business Development Manager PT. SBI mengatakan produksi RDF di TPA Peh sudah cukup baik dan ukuran dan tingkat kelembaban yang memenuhi standar.

“Kalau saya lihat, Alhamdulillah secara produk sudah lumayan bagus. RDF itu bagaimana partikel size-nya 5 cm maksimum, kemudian moisturenya harus dibawah 20% itu sudah masuk,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan sejumlah saran untuk penambahan beberapa mesin lagi yang bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas RDF yang dihasilkan.

“Tadi saya sudah memberi masukan ke tim Wisesa untuk mengimprove terkait masalah organik yang masih terbawa, ini mungkin perlu untuk ada additional filtering atau penambahan alat untuk mengurangi organik. Karena kalau terbawa, secara kalori akan menurunkan harga dan kualitas RDF,” tandasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putra Melaya Tembus Seleksi Nasional, Jadi Duta Jembrana di Paskibraka Pusat 2026

    Putra Melaya Tembus Seleksi Nasional, Jadi Duta Jembrana di Paskibraka Pusat 2026

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Jembrana – Kabupaten Jembrana kembali mencatatkan tinta emas di kancah nasional. Kadek Pandu Ari Capriano, putra daerah asal SMAN 1 Melaya kelas X, sukses memberikan kebanggaan besar bagi Bumi Makepung setelah dinyatakan lolos sebagai salah 1 (satu) kandidat dari 3 (tiga) kandidat dari provinsi bali, perwakilan Kabupaten Jembrana untuk mengikuti seleksi lanjutan Calon Paskibraka (Capaska) […]

  • Ribuan Warga Jembrana Ikuti Jalan Santai Peringati Hari Jadi Kota Negara ke-129

    Ribuan Warga Jembrana Ikuti Jalan Santai Peringati Hari Jadi Kota Negara ke-129

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Ribuan orang dari berbagai kalangan tumpah ruah di jalanan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, pada Kamis (15/8/2024). Mereka mengikuti Jalan Santai dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Negara ke-129. Peserta jalan santai terdiri dari jajaran pegawai, unsur TNI/Polri, pelajar, dan masyarakat umum. Mereka tampak antusias mengikuti rute yang dimulai dari depan […]

  • Memperingati Hari Juang TNI AD Kodim 1617/Jembrana Lakukan Karya Bakti di TMP 

    Memperingati Hari Juang TNI AD Kodim 1617/Jembrana Lakukan Karya Bakti di TMP 

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 650
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Tahun 2023 yang diperingati setiap tanggal 15 Desember, Kodim 1617/Jembrana melakukan kegiatan karya bakti pembersihan yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Kesatria Kusuma Mandala Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Rabu (13/12/2023). Pasi Teritorial Kodim 1617/Jembrana Kapten Inf Tri Winarto selaku koordinator kegiatan dalam keterangannya menyampaikan kegiatan […]

  • Tamba Belum Menerima Secara Resmi Bukti Pengunduran Diri Wabup Ipat

    Tamba Belum Menerima Secara Resmi Bukti Pengunduran Diri Wabup Ipat

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 781
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Menimbulkan polemik pengunduran diri Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, (Ipat) semakin memanas. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, menegaskan bahwa hingga saat ini belum menerima surat pengunduran diri secara resmi. Bupati Tamba menyatakan bahwa dirinya hanya mendengar kabar pengunduran diri tersebut dari media. “Saya ingin mengklarifikasi bahwa surat pengunduran diri […]

  • Sempat Ngumpet! Pura-Pura Membeli Motor Malah Bawa Kabur

    Sempat Ngumpet! Pura-Pura Membeli Motor Malah Bawa Kabur

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 692
    • 0Komentar

    Jembrana (suarajembrana.com) – Satreskrim Polres Jembrana kembali menggeber pengungkapan tindakan kriminal di Aula Mapolres Jembrana, Kamis 6 Juli 2023. Adalah kasus penipuan/penggelapan penjualan sepeda motor yang dilakukan oleh I Kadek Agus Suardika (32). Modusnya adalah pura-pura menjadi pembeli motor, namun saat transaksi justru dibawa kabur dengan rencana dijual. Dan untuk mengelabui petugas, ia sempat bersembunyi […]

  • Buya Syafii Maarif Tetap Solid Rajut Teras Kebhinekaan

    Buya Syafii Maarif Tetap Solid Rajut Teras Kebhinekaan

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 760
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Direktur Eksekutif Teras Kebinekaan Moh. Shofan menerima tamu dari Padang, Sumatera Barat, Nuraini Chaniago, yang merupakan pengajar sekaligus penggerak perdamaian, Minggu (8/12/2024). Pertemuan berlangsung di kantor Teras Kebinekaan yang berlokasi di Parung, Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang dibahas. Mulai dari intermeso, persoalan kekinian tentang kebinekaan, komitmen Teras Kebinekaan untuk […]

expand_less