Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mulai Beroperasi Mesin Pengolahan Sampah Menjadi RDF di TPA Peh

Mulai Beroperasi Mesin Pengolahan Sampah Menjadi RDF di TPA Peh

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
  • visibility 622
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Mesin pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) di TPA Peh, desa Kaliakah sudah mulai beroperasi dan bisa mengolah sampah eksisting menjadi RDF.

Kendati demikian, hasil produksi RDF masih belum bisa mencapai jumlah yang diharapkan. Oleh karena itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama sejumlah tim yang berkaitan dengan pengolahan sampah menjadi RDF kembali datang meninjau proses pengolahan sampah, Rabu (24/7).

banner 336x280

Tim yang datang langsung melihat proses pengolahan sampah menjadi RDF diantaranya Johan Agus Kurniawan (Direktur Utama PT. Wisesa Global Solusindo) selaku penyedia mesin pengolahan sampah, Ruchiyat (MSW RDF Business Development Manager, PT. SBI) selaku pengguna RDF dan Marsono (Pimpinan PT. Bhakti Bumi) selaku penyedia mesin pendukung pengolahan sampah.

“Tim kita datangkan kembali untuk mengecek ulang untuk melihat dari sisi mananya yang kurang. Yang datang hari ini para ahli-ahlinya. Ada dari Bakti Bumi, SBI, Wisesa dan tim yang lain. Kita bertukar pikiran secara menerus, jadi apa yang kita harapkan dan rencanakan untuk zero waste ini untuk sampah eksisting yang harus kita habiskan ini,” ujar Bupati Tamba.

Bupati Tamba mengatakan mesin pengolahan sampah sudah bekerja dengan baik, namun menurutnya mesin pendukung lainnya perlu ditingkatkan kualitasnya untuk dapat meningkatkan produksi RDF.

“Kalau kita hanya mengandalkan mesin ini, mesin sudah oke, tetapi setelah dihilirnya kita masih perlu alat-alat yang bisa menambah kecepatan produksi daripada mesin ini, seperti mesin pencacah, kemudian juga mesin packing,” ucapnya.

Lanjut, kata Bupati Tamba hasil produksi RDF kualitasnya sudah cukup baik namun untuk meningkatkan lagi kualitas dan kuantitas produksi perlu adanya penambahan mesin lagi.

“Untuk mencapai hasil yang bisa dikatakan sempurna, kita sudah mendekati. Apabila kita ganti 1 mesin lagi ini akan mendapatkan hasil yang maksimal sekali. Kita pasti akan menuju kesana, kita persiapkan seluruh anggaran karena kita sudah optimis dan didukung oleh tim yang sangat kompak,” ujarnya.

Pihaknya pun yakin dengan adanya peningkatan kualitas mesin pengolahan sampah menjadi RDF akan dapat mengatasi yang sudah bertahun-tahun menggunung di TPA Peh ini.

“Saya optimis kita bisa menyelesaikan sampah-sampah eksisting dan sampah baru. Kalau kita sudah rubah mesin ini dari satu mesin ke mesin yang lain pakai sistem conveyor semua, target 200 ton dalam satu hari bisa kita capai,” tandasnya.

Marsono, Pimpinan PT. Bhakti Bumi mengatakan mesin ada yang ada saat ini sudah bekerja secara baik. Tapi menurutnya perlu ada sejumlah mesin penunjang lagi yang bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas RDF yang dihasilkan.

“Alat ini sudah cukup, cuma untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas akan kita tambah alat, alat juga tidak terlalu mahal. Tapi kita mengikuti keadaan sampah yang ada di Jembrana,” ucapnya.

Marsono mengatakan segera mendatangkan beberapa mesin lagi. Dia berharap dengan semakin lengkapnya mesin ini, proses pengolahan sampah dapat semakin maksimal.

“Yang akan kami datangkan baru 3 unit saja, tapi akan ada tambahan-tambahan berikutnya sehingga nanti ketika hujan pun masih bisa berproduksi,” ujarnya.

Disisi lain, Ruchiyat selaku MSW RDF Business Development Manager PT. SBI mengatakan produksi RDF di TPA Peh sudah cukup baik dan ukuran dan tingkat kelembaban yang memenuhi standar.

“Kalau saya lihat, Alhamdulillah secara produk sudah lumayan bagus. RDF itu bagaimana partikel size-nya 5 cm maksimum, kemudian moisturenya harus dibawah 20% itu sudah masuk,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan sejumlah saran untuk penambahan beberapa mesin lagi yang bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas RDF yang dihasilkan.

“Tadi saya sudah memberi masukan ke tim Wisesa untuk mengimprove terkait masalah organik yang masih terbawa, ini mungkin perlu untuk ada additional filtering atau penambahan alat untuk mengurangi organik. Karena kalau terbawa, secara kalori akan menurunkan harga dan kualitas RDF,” tandasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mal Pelayanan Publik Jembrana Segera Diresmikan

    Mal Pelayanan Publik Jembrana Segera Diresmikan

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.379
    • 0Komentar

    Jembrana, suarajembrana.com – Setelah sempat tertunda selama empat tahun akibat pandemi Covid-19, pembangunan tahap II Mal Pelayanan Publik (MPP) Jembrana kini telah rampung dan siap diresmikan pada bulan September 2024. Gedung utama MPP Jembrana yang berlokasi di sebelah barat Kantor Camat Negara ini akan menjadi pusat pelayanan terpadu yang memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan […]

  • Raih WTP, Pemkab Jembrana Diminta Terus Tingkatkan Pelayanan Publik

    Raih WTP, Pemkab Jembrana Diminta Terus Tingkatkan Pelayanan Publik

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan kinerja positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Dalam Rapat Paripurna I DPRD Jembrana Masa Persidangan III Tahun 2025/2026, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban konstitusional penyelenggaraan pemerintahan daerah, Kamis (25/6) di Ruang Sidang Utama […]

  • Tumpek Uye Diperingati Sekala-Niskala di Jembrana, Dipusatkan di Pura Dang Kahyangan Jati

    Tumpek Uye Diperingati Sekala-Niskala di Jembrana, Dipusatkan di Pura Dang Kahyangan Jati

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 416
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana memperingati Hari Raya Tumpek Uye atau Tumpek Kandang secara sekala dan niskala yang dipusatkan di Pura Dang Kahyangan Jati, Banjar Ketapang Muara, Desa Pengambengan, Sabtu (7/2). Peringatan hari suci yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Uye ini dihadiri langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede […]

  • Kunjungan Supervisi Ditreskrimsus Polda Bali, Menyoroti Maraknya Kejahatan Siber

    Kunjungan Supervisi Ditreskrimsus Polda Bali, Menyoroti Maraknya Kejahatan Siber

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 811
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Direktorat Reserse Siber Polda Bali melaksanakan supervisi ke Polres Jembrana pada Rabu (30/7) dalam rangka monitoring penanganan kasus kejahatan siber yang belakangan kian marak. Tim supervisi dipimpin oleh Kabag Bin Opsnal AKBP I Ketut Sugiarta Yogha, S.H. dan disambut langsung oleh Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, S.H., S.I.K., M.I.K. Kegiatan yang […]

  • Virtual Tingkat Pusat Komsos KBT di Markas Kodim 1617 Jembrana

    Virtual Tingkat Pusat Komsos KBT di Markas Kodim 1617 Jembrana

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 860
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Seluruh jajaran organisasi khusus KBT (Keluarga Besar TNI) dan para sesepuh tentara di wilayah Kabupaten Jembrana. Melakukan komsos di Markas Kodim 1617 Jembrana. Penyelenggaraan komunitas sosial dengan Keluarga Besar TNI tingkat pusat tahun 2025. Dimana peran Keluarga Besar TNI dalam mencegah timbulnya Disintegrasi bangsa. Guna memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam rangka menjaga keutuhan […]

  • Bupati Kembang Hartawan Buka Turnamen Billiard Dapat Melahirkan Atit Handal

    Bupati Kembang Hartawan Buka Turnamen Billiard Dapat Melahirkan Atit Handal

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 628
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna (Ipat) menghadiri sekaligus membuka Tournament Biliard Texas Pratama Cup II, Jumat (7/3)Tournament tersebut dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 7 sampai dengan 9 Maret 2025 bertempat di Balai Banjar Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan […]

expand_less