Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mulai Beroperasi Mesin Pengolahan Sampah Menjadi RDF di TPA Peh

Mulai Beroperasi Mesin Pengolahan Sampah Menjadi RDF di TPA Peh

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
  • visibility 611
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Mesin pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) di TPA Peh, desa Kaliakah sudah mulai beroperasi dan bisa mengolah sampah eksisting menjadi RDF.

Kendati demikian, hasil produksi RDF masih belum bisa mencapai jumlah yang diharapkan. Oleh karena itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama sejumlah tim yang berkaitan dengan pengolahan sampah menjadi RDF kembali datang meninjau proses pengolahan sampah, Rabu (24/7).

banner 336x280

Tim yang datang langsung melihat proses pengolahan sampah menjadi RDF diantaranya Johan Agus Kurniawan (Direktur Utama PT. Wisesa Global Solusindo) selaku penyedia mesin pengolahan sampah, Ruchiyat (MSW RDF Business Development Manager, PT. SBI) selaku pengguna RDF dan Marsono (Pimpinan PT. Bhakti Bumi) selaku penyedia mesin pendukung pengolahan sampah.

“Tim kita datangkan kembali untuk mengecek ulang untuk melihat dari sisi mananya yang kurang. Yang datang hari ini para ahli-ahlinya. Ada dari Bakti Bumi, SBI, Wisesa dan tim yang lain. Kita bertukar pikiran secara menerus, jadi apa yang kita harapkan dan rencanakan untuk zero waste ini untuk sampah eksisting yang harus kita habiskan ini,” ujar Bupati Tamba.

Bupati Tamba mengatakan mesin pengolahan sampah sudah bekerja dengan baik, namun menurutnya mesin pendukung lainnya perlu ditingkatkan kualitasnya untuk dapat meningkatkan produksi RDF.

“Kalau kita hanya mengandalkan mesin ini, mesin sudah oke, tetapi setelah dihilirnya kita masih perlu alat-alat yang bisa menambah kecepatan produksi daripada mesin ini, seperti mesin pencacah, kemudian juga mesin packing,” ucapnya.

Lanjut, kata Bupati Tamba hasil produksi RDF kualitasnya sudah cukup baik namun untuk meningkatkan lagi kualitas dan kuantitas produksi perlu adanya penambahan mesin lagi.

“Untuk mencapai hasil yang bisa dikatakan sempurna, kita sudah mendekati. Apabila kita ganti 1 mesin lagi ini akan mendapatkan hasil yang maksimal sekali. Kita pasti akan menuju kesana, kita persiapkan seluruh anggaran karena kita sudah optimis dan didukung oleh tim yang sangat kompak,” ujarnya.

Pihaknya pun yakin dengan adanya peningkatan kualitas mesin pengolahan sampah menjadi RDF akan dapat mengatasi yang sudah bertahun-tahun menggunung di TPA Peh ini.

“Saya optimis kita bisa menyelesaikan sampah-sampah eksisting dan sampah baru. Kalau kita sudah rubah mesin ini dari satu mesin ke mesin yang lain pakai sistem conveyor semua, target 200 ton dalam satu hari bisa kita capai,” tandasnya.

Marsono, Pimpinan PT. Bhakti Bumi mengatakan mesin ada yang ada saat ini sudah bekerja secara baik. Tapi menurutnya perlu ada sejumlah mesin penunjang lagi yang bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas RDF yang dihasilkan.

“Alat ini sudah cukup, cuma untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas akan kita tambah alat, alat juga tidak terlalu mahal. Tapi kita mengikuti keadaan sampah yang ada di Jembrana,” ucapnya.

Marsono mengatakan segera mendatangkan beberapa mesin lagi. Dia berharap dengan semakin lengkapnya mesin ini, proses pengolahan sampah dapat semakin maksimal.

“Yang akan kami datangkan baru 3 unit saja, tapi akan ada tambahan-tambahan berikutnya sehingga nanti ketika hujan pun masih bisa berproduksi,” ujarnya.

Disisi lain, Ruchiyat selaku MSW RDF Business Development Manager PT. SBI mengatakan produksi RDF di TPA Peh sudah cukup baik dan ukuran dan tingkat kelembaban yang memenuhi standar.

“Kalau saya lihat, Alhamdulillah secara produk sudah lumayan bagus. RDF itu bagaimana partikel size-nya 5 cm maksimum, kemudian moisturenya harus dibawah 20% itu sudah masuk,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan sejumlah saran untuk penambahan beberapa mesin lagi yang bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas RDF yang dihasilkan.

“Tadi saya sudah memberi masukan ke tim Wisesa untuk mengimprove terkait masalah organik yang masih terbawa, ini mungkin perlu untuk ada additional filtering atau penambahan alat untuk mengurangi organik. Karena kalau terbawa, secara kalori akan menurunkan harga dan kualitas RDF,” tandasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriahkan Hari Kemerdekaan Dusun Munduk Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 78 Meter

    Meriahkan Hari Kemerdekaan Dusun Munduk Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 78 Meter

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 650
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Masyarakat Dusun Munduk, Desa Pengambengan Kecamatan Negara parade semarak Merah Putih 78 bendera dan bentangkan bendera merah putih sepanjang 78 meter. Inisiatif yang dilakukan pondok pesantren Darussa’adah Ustadz Yusuf dengan mengambil tema siapapun kita, apapun warna kulit kita, dan apapun itu tetap dalam satu dalam naungan sang Merah Putih. Diikuti ratusan parade […]

  • Tamba Serahkan Beasiswa Tahap I Mahasiswa Berprestasi Jembrana 

    Tamba Serahkan Beasiswa Tahap I Mahasiswa Berprestasi Jembrana 

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 872
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Wajah-wajah berseri terpancar di Gor Kresna Jvara, Jumat (19/7). Pasalnya, sebanyak 999 mahasiswa asal jembrana mendapatkan beasiswa sebesar Rp 3 juta untuk periode tahap pertama. Ini merupakan Komitmen  meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Jembrana ditunjukkan dengan mengalokasikan bantuan pemuda berprestasi (beasiswa mahasiswa) bagi putra putri Jembrana yang sedang  menempuh bangku kuliah. Selain […]

  • Bupati Tamba Buka Workshop Gerakan Bhineka Bantu Kenali Kesulitan Belajar Anak

    Bupati Tamba Buka Workshop Gerakan Bhineka Bantu Kenali Kesulitan Belajar Anak

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba didampingi Bunda PAUD Jembrana Ny. Candrawati Tamba, Menghadiri sekaligus Membuka acara Workshop Gerakan Bhineka dengan Tema “Mengenal Kesulitan Belajar pada Anak, Berdamai dengan Matematika dan Pembelajaran Multisensori” di Aula Jimbarwana Lantai II, Kantor Bupati Jembrana, Sabtu (21/9). Kegiatan workshop guna membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua serta […]

  • Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan Pimpin Upacara Peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia

    Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan Pimpin Upacara Peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 537
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan , memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung khidmat di lapangan Pecangakan Jembrana, minggu ( 17/8). Upacara detik detik proklamasi ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI/Polri , ASN, unsur tokoh masyarakat, serta […]

  • Wanita Tangguh, Pertahankan Kelestarian Tenun Songket dan Endek Jembrana Play Button

    Wanita Tangguh, Pertahankan Kelestarian Tenun Songket dan Endek Jembrana

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 967
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Melestarikan tentu tenun songket Jembrana adalah karya kain dari jaman ke jaman. Beranjak dari usia anak baru lahir, kini 18 tahun berkarya dan tetap menekuni tenun songket. Suka duka pun dilakoni sebagai sosok wanita karir dan juga pekerja di salah satu kelurahan di Jembrana. Upaya pertama berjibaku langsung menenun. Hingga dinamika kehidupan pun […]

  • WWF Berlangsung Polda Bali Perketat Pintu Masuk Bali

    WWF Berlangsung Polda Bali Perketat Pintu Masuk Bali

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 640
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Dalam rangka pengamanan World Water Forum Ke-10 Tahun 2024, Wakasatgas Humas Ops Puri Agung Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H., menerangkan Satgas Ops Puri Agung Polda Bali terus tingkatkan kewaspadaan dengan memperketat pintu-pintu masuk Bali, Rabu (22/5/2024). “Hari ini merupakan hari ketiga berlangsungnya KTT WWF di Nusadua dan Polda Bali tidak […]

expand_less