Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dolanan Anak Mepatung-Patungan Jembrana Memukau Penonton PKB 2025

Dolanan Anak Mepatung-Patungan Jembrana Memukau Penonton PKB 2025

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
  • visibility 956
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Suasana Panggung Terbuka Ardha Candra Denpasar berubah meriah saat Duta Kabupaten Jembrana, Sekaa Dharma Kerti Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara tampil memukau membawakan garapan Dolanan Mepatung-Patungan dalam ajang Utsawa Gong Kebyar Anak-anak Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 Tahun 2025, Selasa (1/7/2025).

Tampil bersama duta Kabupaten Karangasem, penampilan duta Kabupaten Jembrana sukses menyedot perhatian dan decak kagum penonton yang memadati arena pertunjukan. Hadir langsung, Gubernur Bali, Wayan Koster, Forkopimda Jembrana, Kepala OPD dilingkungan Pemkab Jembrana.

banner 336x280

Dolanan Mepatung-Patungan sendiri terinspirasi dari perkembangan jaman yang begitu pesatnya. Dimana saat ini banyak anak lebih fokus pada gadget. Hal ini menjadi perhatian karena penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental anak, serta perkembangan sosial mereka.

Melihat fenomena tersebut maka muncul ide untuk melestarikan permainan Dolanan yang berjudul Mepatung-Patungan. Tarian dolanan ini menggambarkan semangat anak-anak dalam permainan tradisional yang sederhana namun bermakna.

Geraknya mengasah konsentrasi, raganya ditempa sehat, dan hatinya ditanamkan nilai sportifitas sejati. Dalam derap langkah dan sorak riang, tersirat pesan: tak semua permainan harus digital, ada warisan budaya yang hidup dalam tubuh yang bergerak dan hati yang gembira.

Lebih menariknya lagi, gaya bahasa dialog yang digunakan menggunakan bahasa khas “Negaroa” sehingga tidak sedikit dari penonton yang bersorak ria.

Sebelum menampilkan pertunjukan pamungkasnya, Duta Gong Kebyar anak-anak Kabupaten Jembrana juga menampilkan Tabuh Kreasi yang berjudul Sulaya Sahela dan Tari Kidang Kencana.

Sulaya adalah perdebatan, sedangkan sahela adalah satu tujuan.

Memaknai konsep paruman, berdebat untuk satu tujuan, yakni mengatur hubungan sosial agar terciptanya jagat kerthi, keharmonisan dalam hubungan sosial. Perdebatan dalam sebuah paruman ini menjadi ide dasar komposisi kreasi kekebyaran yang disusun melalui intuisi, menggambarkan sebuah perdebatan dalam paruman.

Berbagai macam instrumen menggambarkan masyarakat dengan karakter yang berbeda. Dua jenis pukulan on beat dan off beat merupakan simbol perbedaan yang menuju satu tujuan, dengan rel alur melody sebagai landasan.

Penonjolan pola reong, suling, kendang, serta kotekan merupakan penggambaran masukan dalam sebuah paruman. Sementara itu, permainan bersama menunjukkan tercapainya sebuah kesepakatan.

Tari Kidang Kencana merupakan salah satu tarian yang berasal dari Bali. Tari Kidang Kencana “merekam” keceriaan sekawanan kijang di keluasan belantara raya. Saat purnama bersinar penuh, satwa bertanduk indah itu menumpahkan kegembiraannya. Berlari, melompat dan saling bercengkerama sambil bermandi cahaya bulan.

Namun, keceriaan mereka mendadak berubah gaduh lantaran ada seekor kijang bertingkah yang berujung pada ke salah pahaman. Teman-temannya sepakat untuk mencelakainya. Beruntung, ke salah pahaman itu cepat teratasi dan mereka kembali rukun.

Pesona satwa kijang itu sukses ditransformasikan ke dalam “bahasa” gerak yang ritmis, dinamis dan estetis. Tari ini diciptakan pada tahun 1983 oleh I Gusti Agung Ngurah Supartha yang dipermanis dengan iringan gamelan gong kebyar yang ditata artistik oleh I Wayan Beratha dan sentuhan gegerongan oleh IGB Arsaja.

Sementara itu, Bupati Kembang Hartawan yang didampingi Ny. Ani Setiawarini mengapresiasi penampilan duta gong kebyar anak-anak Kabupaten Jembrana pada PKB tahun ini.

”Penampilan yang disuguhkan anak-anak Jembrana sangat luar biasa sekali. Para penonton sangat terhibur sekali. Penampilan Sekaa Dharma Kerti Desa Tegal Badeng Timur dari Jembrana dalam garapan Dolanan Mepatung-Patungan mempertegas peran anak-anak Bali sebagai pelestari budaya di ajang PKB 2025,” tutupnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target Rampung 31 Mei, Pemkab Jembrana Maksimalkan Penyaluran CPP Pusat

    Target Rampung 31 Mei, Pemkab Jembrana Maksimalkan Penyaluran CPP Pusat

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Jembrana – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) seberat 219,72 ton beras dan 43.944 liter minyak goreng di Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana, Rabu (20/5/2026). Bantuan dari Pemerintah Pusat melalui BULOG Bali alokasi periode Februari–Maret 2026 ini diserahkan langsung kepada 10.986 […]

  • Hidup Sehat Cerdas Kerja Ikhlas dan Bermanfaat

    Hidup Sehat Cerdas Kerja Ikhlas dan Bermanfaat

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 781
    • 0Komentar

    Jembrana (suarajembrana.com) – Men Sana In Corpore Sano adalah di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kesehatan raga berpengaruh besar dalam jiwa seseorang. Individu yang sehat akan lebih bersemangat menghadapi kegiatan-kegiatan keseharian dibanding seseorang yang kurang sehat. Ternyata untuk menjaga kebugaran itu intinya jangan sampai malas bergerak dan pola makan yang kurang baik. […]

  • Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Kembang Serahkan 4 Unit Traktor Roda Empat untuk Petani

    Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Kembang Serahkan 4 Unit Traktor Roda Empat untuk Petani

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jembrana – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Patriana Krisna kembali menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa empat unit traktor roda empat kepada kelompok tani yang dipusatkan di Banjar Berawantangi Desa Tukadaya, Selasa 22/9/2026. Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini disalurkan untuk mendukung mekanisasi pertanian guna mewujudkan […]

  • Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih, Upacara Rsi Bojana di Gelar di Pura Majapahit

    Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih, Upacara Rsi Bojana di Gelar di Pura Majapahit

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Panitia Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih Pura Majapahit menggelar Rsi Bojana di Bale Pesandekan Pura Majapahit, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Selasa (25/6). Rsi Bojana dipersembahkan kepada tujuh sulinggih. Setiap sulinggih yang hadir dipersembahkan satu kemasan banten sayut darma wiku, sayut sida karya, dan bojana. Rsi Bojana dihadiri juga Sekda I Made Budiasa […]

  • Wabup Ipat Serahkan Tongkat Adaptif Bagi Penyandang Disabilitas

    Wabup Ipat Serahkan Tongkat Adaptif Bagi Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana memberikan perhatian khusus bagi masyarakat penyandang disabilitas dengan memberikan bantuan tongkat adaptif. Sebanyak 38 tongkat adaptif bagi disabilitas netra tersebut bersumber dari anggaran Kementerian Sosial RI melalui Sentra Kartini Temanggung dan diserahkan langsung Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna kepada para penerima di Gedung Kesenian Bung Karno, Jumat (3/5). […]

  • Upayakan Resik Lingkungan, Tanamkan Rasa Kesadaran Warga Menjaga Kebersihan

    Upayakan Resik Lingkungan, Tanamkan Rasa Kesadaran Warga Menjaga Kebersihan

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 685
    • 0Komentar

    suarajembra.com – Upaya resik lingkungan dilakukan warga di Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana. Dalam hal ini juga menanamkan jiwa kebersamaan. Dengan rasa itu tentu akan timbul kesadaran akan lingkungan. Warga sekitar Griya Ketugtug bahu membahu bergotong royong. Area berdekatan sungai Ijo Gading. Bertujuan sesuai dengan visi misi Kelurahan Loloan Timur Bersih, Sehat dan […]

expand_less