Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 1.578
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Anak muda bangkit dari keterpurukan dalam arungi arah kehidupan. Tak gentar bereksperimen di dunia bisnis, tumbang satu tumbuh seribu akal. Dukungan dan inovasi membuatnya bangkit jadi petani bawang merah. Walau sempat gagal menanam cabai dan bawang merah karena struktur hara tanah dengan ph yang tentu beda. Intinya jatuh bangun dan bangkit berjuang. Modal sebagai anak petani tradisional, kini anak muda bertani dengan tehnik modern.

Modal awal 200 juta di tanam di tanah seluas 1 hektar, dengan rincian 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman. Tapi semua itu butuh ketekunan, kegigihan, dan semangat. Itu pun nanti ada pengurangan dari pupuk, biaya buruh dan juga pengepakan atau penyortiran.

banner 336x280

Perintis Go Tani milenial I Ketut Sudiarta (43) ceritakan, awal merintis usaha tahun 2013 mendirikan sebagai distributor penjualan paket pulsa. Hingga dilanda Covid 19 tahun 2019 maka usaha itu pun gulung tikar. Hingga timbul polemik bisnis apa yang bagus dikerjakan untuk masa depan sebagai anak muda. Timbullah ide bentuk usaha yang tak lekang oleh jaman.

“Maka lahirlah bisnis pertanian karena saya lahir dari anak seorang petani. Belajar dari nol tanpa mengenal apa itu petani, dari mana harus mulai. Walau darah anak petani yang masih bersifat tradisional. Dimana ilmunya masih dasar dan mentok hanya itu-itu saja. Timbul kreatif ide manjadi petani yang lebih modern. Hingga mencoba menanam cabai, selama 1 tahun. Astungkara berhasil mempelajari cara menanam cabai. Walau jujur belum menikmati hasil yang signifikan,” ungkapnya, Senin (4/8/2025).

Sudiarta juga katakan, cambuknya menanam cabai gagal hasil, itu tak menyurutkan semangat untuk terus mencoba. Karena terlalu lama saat itu menggeluti tanaman cabai. Dengan masa panen selama 1 tahun. Hingga bangkit, melihat teman dari Sumatera yang sukses menanam bawang merah. Maka mencoba menanam bawang merah, yang akhirnya juga mengalami kerugian. Tapi upaya ini terus dilakukan dan mempelajari segi mana yang perlu dievaluasi.

“Hingga tercetus ide menamakan Go Tani (Generasi Muda Sukses) yang intinya mengajak anak muda untuk mau terjun sebagai petani. Dimana peluang sebagai petani itu sangatlah bagus. Jika dikaji petani dengan sistem tradisional tentu kurang menarik. Maka kita kemas dengan lebih ke sistem modern. Hingga tekun menanam bawang merah itu tahun 2024. Walau termasuk baru, awalnya impian kini menjadi sebuah kenyataan hidup,” jelasnya yang merupakan anak asli Jembrana.

Menurutnya, panen bawang itu di daerah Awen, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara. Itu awak tahun 2025. Walau gagal pula panen, karena tanam bawang tidak boleh berdampingan tanaman padi. Musuh bawang merah itu adalah padi, yang mana obat-obatan padi itu sangat berpengaruh tumbuh kembangnya bawang merah. Modal saat itu habis, modal pinjaman bank juga di black list.

“Akhirnya beberapa teman digandeng sebagai investor. Hingga hasil riset untuk tanah di Jembrana, struktur tanahnya itu berpasir. Jika tanah itu keras berbentuk tanah liat, seperti tegalbadeng, Awen merupakan tanah padat dan kusam. Sehingga itulah sebenarnya kegagalan hasil tanam bawang,” papar Sugiarta.

Hingga ia menemukan struktur tanah bagus yang bercampur pasir di daerah Tegal Cangkring. Panen sekarang di luas sawah 1 hektar. Dan direncakan bulan depan akan memperluas masa tanam hingga 4 hektar. Dimana masa panen bawang merah itu 2 bulan sekali. Untuk varian bibit bawang di musim kemarau jenis Tajuk. Jika di musim hujan jenis Bima dari Brebes. Bisa juga biru batu atau batu Malang. Sama juga bibit dari Nganjuk, jenis bauci. Jenis ini merupakan tahan air saat musim penghujan.

“Untuk awal saat itu modal awal untuk lahan 1 hektar itu kisaran 200 juta. Untuk kebutuhan bibit 1,2 ton. Tapi dimasa tanam ke dua itu tidak ada lagi modal pengolahan lagi. Seperti pembuatan bedengan, dan alat pengairan. Maka paling butuh dana berkelanjutan sekitar 150 juta,” paparnya.

Sudiarta pun sampaikan, terkait harga, untuk harga naik turun di harga bawang merah signifikan adalah faktor cuaca. Katakata Brebes, Nganjuk dan Probolinggo itu pusatnya bawang. Tahun lalu itu mengalami kegagalan panen, sehingga stik nasional berkurang. Bahkan memasok ke luar pun sulit apalagi memenuhi kebutuhan daerah sendiri. Itulah menimbulkan lonjakan kenaikan harga bawang. HPP (Harga Pokok Penjualan) bibit bawang kisaran Rp.15.000 untuk petani.

Hasil panen bawang merah ini target pasar adalah Jembrana. Tidak melalui tengkulak tapi memasarkan sendiri, peking sendiri secara ritel. Maka dengan rincian luas 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman tangan anak muda. Untuk kebutuhan bawang merah di Jembrana perhari kisaran 10 ton.

“Bisnis bawang itu dalam jangka waktu 2 bulan sudah bisa di panen. Beda dengan coklat yang masa panen berjangka panjang. Sehingga peredaran uang lebih cepat di bawang. Petani bawang itu salah petani Sultan. Perawatan hanya fungisida, sehingga lebih cenderung ke pupuk anorganik,” ujarnya.

Sudiarta memberikan kiat jitu anak muda petani bawang adalah jangan lihat petani bawang sebagai petani, tapi lihatlah ini industri dan hasil industri. Bergelut sendiri, berjuang sendiri, berinovasi dan kerja profesional itu sebenarnya yang dilakukan anak muda sekarang. Petani itu kerja profesional, inovasi dan kreatif. Apapun jika dilakukan dengan tekun itu pasti bisa berhasil.

 

 

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Capai 71%, Revitalisasi Pasar Umum Negara Ditargetkan Rampung Sesuai Jadwal

    Capai 71%, Revitalisasi Pasar Umum Negara Ditargetkan Rampung Sesuai Jadwal

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 515
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba kembali meninjau revitalisasi Pasar Umum Negara didampingi para Asisten Setda, Kadis PUPRPKP, Kadis PMD dan Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Jembrana, Jumat (17/5). Pihaknya kembali memastikan pembangunan sesuai dengan yang direncanakan, dimana pada pemantauan sebelumnya ada sejumlah koreksi yang menjadi addendum pembangunan ini. Revitalisasi pasar terbesar di […]

  • Timbulkan Polemik, Bungkusan Pampers Sampah Di Aliran Subak

    Timbulkan Polemik, Bungkusan Pampers Sampah Di Aliran Subak

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 819
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bau menyengat di aliran subak, timbulkan polemik warga sekitar. Entah berapa kali diperingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan. SDM yang belum sadar akan pentingnya nilai kebersihan dan menjaga lingkungan. Warga Banjar Pangkung Tanah Kangin, Desa Melaya, Kecamatan Melaya Jembrana Bali. Keluhkan salah satu warganya membuang sampah di aliran subaknya. Kepala Kewilayahan Banjar Pangkung […]

  • Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus Musyawarah Pelayanan Umat Kristen Jembrana

    Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus Musyawarah Pelayanan Umat Kristen Jembrana

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.661
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, menghadiri acara Pelantikan Pengurus Baru Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) Kabupaten Jembrana periode 2025–2029 yang berlangsung di GSJA El Roi Negara, Kamis (13/11). Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh ketua Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) Provinsi Bali, jajaran Kepolisian, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Jembrana, Ketua Forum […]

  • Di Bali Hanya Di Jembrana 3.109 Pelajar Dapat Makan Bergizi Gratis

    Di Bali Hanya Di Jembrana 3.109 Pelajar Dapat Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Makan bergizi gratis mulai serentak seluruh Indonesia 6 Januari 2025. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap saat ini persiapan program makan bergizi gratis tengah bergulir. Untuk tahap awal dilaksanakan di Kecamatan Negara, di SD Negeri 1 Banjar Tengah, SD Negeri 2 Kaliakah, dan SMP Negeri 2 Negara, Senin (06/01/2025). Total jumlah siswa siswi di […]

  • JobStreet Express Perluas Lowongan Kerja Semi Terampil bagi Para Pejuang Kerja di Bali

    JobStreet Express Perluas Lowongan Kerja Semi Terampil bagi Para Pejuang Kerja di Bali

    • calendar_month Selasa, 21 Nov 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Denpasar suarajembrana.com, 21 November 2023 – Dalam misi untuk membangun Indonesia dengan memperluas kesempatan #PastiDapatKerja, JobStreet Express, bagian dari Jobstreet by SEEK, teknologi pencarian kerja terkemuka di Indonesia terus membangun jejaring di berbagai kota besar di Indonesia. JobStreet Express yang hadir sejak Oktober 2022, kini telah memiliki puluhan ribu mitra perusahaan di Bali, Lombok, Yogyakarta, […]

  • Dokar Pak Karim

    Dokar Pak Karim

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 949
    • 0Komentar

    Oleh: Angga Wijaya Masa kecil saya punya satu cerita yang selalu muncul setiap kali saya mendengar suara derap kuda—cerita tentang hari Minggu, tentang ibu angkat saya, dan tentang dokar milik Pak Karim. Setiap hari Minggu pagi, ketika sebagian orang memilih tidur lebih lama atau menyalakan televisi, ibu angkat saya justru punya agenda khusus untuk saya […]

expand_less