Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 1.715
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Anak muda bangkit dari keterpurukan dalam arungi arah kehidupan. Tak gentar bereksperimen di dunia bisnis, tumbang satu tumbuh seribu akal. Dukungan dan inovasi membuatnya bangkit jadi petani bawang merah. Walau sempat gagal menanam cabai dan bawang merah karena struktur hara tanah dengan ph yang tentu beda. Intinya jatuh bangun dan bangkit berjuang. Modal sebagai anak petani tradisional, kini anak muda bertani dengan tehnik modern.

Modal awal 200 juta di tanam di tanah seluas 1 hektar, dengan rincian 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman. Tapi semua itu butuh ketekunan, kegigihan, dan semangat. Itu pun nanti ada pengurangan dari pupuk, biaya buruh dan juga pengepakan atau penyortiran.

banner 336x280

Perintis Go Tani milenial I Ketut Sudiarta (43) ceritakan, awal merintis usaha tahun 2013 mendirikan sebagai distributor penjualan paket pulsa. Hingga dilanda Covid 19 tahun 2019 maka usaha itu pun gulung tikar. Hingga timbul polemik bisnis apa yang bagus dikerjakan untuk masa depan sebagai anak muda. Timbullah ide bentuk usaha yang tak lekang oleh jaman.

“Maka lahirlah bisnis pertanian karena saya lahir dari anak seorang petani. Belajar dari nol tanpa mengenal apa itu petani, dari mana harus mulai. Walau darah anak petani yang masih bersifat tradisional. Dimana ilmunya masih dasar dan mentok hanya itu-itu saja. Timbul kreatif ide manjadi petani yang lebih modern. Hingga mencoba menanam cabai, selama 1 tahun. Astungkara berhasil mempelajari cara menanam cabai. Walau jujur belum menikmati hasil yang signifikan,” ungkapnya, Senin (4/8/2025).

Sudiarta juga katakan, cambuknya menanam cabai gagal hasil, itu tak menyurutkan semangat untuk terus mencoba. Karena terlalu lama saat itu menggeluti tanaman cabai. Dengan masa panen selama 1 tahun. Hingga bangkit, melihat teman dari Sumatera yang sukses menanam bawang merah. Maka mencoba menanam bawang merah, yang akhirnya juga mengalami kerugian. Tapi upaya ini terus dilakukan dan mempelajari segi mana yang perlu dievaluasi.

“Hingga tercetus ide menamakan Go Tani (Generasi Muda Sukses) yang intinya mengajak anak muda untuk mau terjun sebagai petani. Dimana peluang sebagai petani itu sangatlah bagus. Jika dikaji petani dengan sistem tradisional tentu kurang menarik. Maka kita kemas dengan lebih ke sistem modern. Hingga tekun menanam bawang merah itu tahun 2024. Walau termasuk baru, awalnya impian kini menjadi sebuah kenyataan hidup,” jelasnya yang merupakan anak asli Jembrana.

Menurutnya, panen bawang itu di daerah Awen, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara. Itu awak tahun 2025. Walau gagal pula panen, karena tanam bawang tidak boleh berdampingan tanaman padi. Musuh bawang merah itu adalah padi, yang mana obat-obatan padi itu sangat berpengaruh tumbuh kembangnya bawang merah. Modal saat itu habis, modal pinjaman bank juga di black list.

“Akhirnya beberapa teman digandeng sebagai investor. Hingga hasil riset untuk tanah di Jembrana, struktur tanahnya itu berpasir. Jika tanah itu keras berbentuk tanah liat, seperti tegalbadeng, Awen merupakan tanah padat dan kusam. Sehingga itulah sebenarnya kegagalan hasil tanam bawang,” papar Sugiarta.

Hingga ia menemukan struktur tanah bagus yang bercampur pasir di daerah Tegal Cangkring. Panen sekarang di luas sawah 1 hektar. Dan direncakan bulan depan akan memperluas masa tanam hingga 4 hektar. Dimana masa panen bawang merah itu 2 bulan sekali. Untuk varian bibit bawang di musim kemarau jenis Tajuk. Jika di musim hujan jenis Bima dari Brebes. Bisa juga biru batu atau batu Malang. Sama juga bibit dari Nganjuk, jenis bauci. Jenis ini merupakan tahan air saat musim penghujan.

“Untuk awal saat itu modal awal untuk lahan 1 hektar itu kisaran 200 juta. Untuk kebutuhan bibit 1,2 ton. Tapi dimasa tanam ke dua itu tidak ada lagi modal pengolahan lagi. Seperti pembuatan bedengan, dan alat pengairan. Maka paling butuh dana berkelanjutan sekitar 150 juta,” paparnya.

Sudiarta pun sampaikan, terkait harga, untuk harga naik turun di harga bawang merah signifikan adalah faktor cuaca. Katakata Brebes, Nganjuk dan Probolinggo itu pusatnya bawang. Tahun lalu itu mengalami kegagalan panen, sehingga stik nasional berkurang. Bahkan memasok ke luar pun sulit apalagi memenuhi kebutuhan daerah sendiri. Itulah menimbulkan lonjakan kenaikan harga bawang. HPP (Harga Pokok Penjualan) bibit bawang kisaran Rp.15.000 untuk petani.

Hasil panen bawang merah ini target pasar adalah Jembrana. Tidak melalui tengkulak tapi memasarkan sendiri, peking sendiri secara ritel. Maka dengan rincian luas 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman tangan anak muda. Untuk kebutuhan bawang merah di Jembrana perhari kisaran 10 ton.

“Bisnis bawang itu dalam jangka waktu 2 bulan sudah bisa di panen. Beda dengan coklat yang masa panen berjangka panjang. Sehingga peredaran uang lebih cepat di bawang. Petani bawang itu salah petani Sultan. Perawatan hanya fungisida, sehingga lebih cenderung ke pupuk anorganik,” ujarnya.

Sudiarta memberikan kiat jitu anak muda petani bawang adalah jangan lihat petani bawang sebagai petani, tapi lihatlah ini industri dan hasil industri. Bergelut sendiri, berjuang sendiri, berinovasi dan kerja profesional itu sebenarnya yang dilakukan anak muda sekarang. Petani itu kerja profesional, inovasi dan kreatif. Apapun jika dilakukan dengan tekun itu pasti bisa berhasil.

 

 

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danposal Pengambengan Gotong Royong Bersihkan Sampah Pantai Gadeng Dua Perusahaan Play Button

    Danposal Pengambengan Gotong Royong Bersihkan Sampah Pantai Gadeng Dua Perusahaan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.451
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Komandan Posal Letda Laut (Pelaut) I Komang Didik Wirahadi beserta jajarannya gandeng Direktur PT. Bonafit Bamaraja Marine dan PT. Makmur Bali Baruna Mikel Hehanusa serta Perbekel Desa Baluk Dewa Ketut Arta, gencar lakukan gotong royong bersihkan pantai. Upaya ini dilakukan sebagai edukasi kepada perusahaan dan juga kepada masyarakat di pesisir antara Desa Baluk […]

  • Propam Polres Jembrana Gelar Gaktibplin Jelang Ops Patuh Agung 2025

    Propam Polres Jembrana Gelar Gaktibplin Jelang Ops Patuh Agung 2025

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 471
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2025, Seksi Propam ( Profesi dan pengamanan) Polres Jembrana menggelar kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel yang terlibat dalam operasi tersebut yang bertempat di lapangan belakang Mapolres Jembrana. Senin (14/7/2025) pagi. Gaktibplin tersebut dipimpin langsung oleh Kasi Propam Polres Jembrana AKP I Nyoman Yasa, SH, didampingi […]

  • Bupati Kembang Soroti Kebersihan Pasar Umum Negara Bahagia

    Bupati Kembang Soroti Kebersihan Pasar Umum Negara Bahagia

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 632
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan meninjau langsung Pasar Umum Negara Bahagia, Sabtu (24/5). Kedatanganya tersebut untuk menyapa pedagang dan mendengar berbagai keluhan pedagang secara langsung. Hal utama yang menjadi sorotan Kembang adalah soal kebersihan pasar. Ia menemukan sampah-sampah berserakan disekitar areal pasar. Kondisi itu membuat lingkungan pasar terlihat jorok tidak sebanding dengan […]

  • Operasi Antik Agung 2024 Ungkap 5 Kasus Penyalahgunaan Narkotika Dengan 9 Tersangka

    Operasi Antik Agung 2024 Ungkap 5 Kasus Penyalahgunaan Narkotika Dengan 9 Tersangka

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 590
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Waka Polres Jembrana Kompol I Made Katon, S.H. didampingi Kasat Res Narkoba Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana, S.H, M.H, dan Kasi Humas Polres Jembrana Iptu Komang Triatmajaya, S.H., melaksanakan press release hasil Operasi Antik Agung 2024 yang bertempat di Aula Polres Jembrana. Kamis (20/6/2024). Dalam press release tersebut, Waka Polres […]

  • Lima Atlet Kabupaten Jembrana Siap Berlaga pada PON XXI di Aceh

    Lima Atlet Kabupaten Jembrana Siap Berlaga pada PON XXI di Aceh

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.720
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Lima atlet asal Jembrana akan berlaga pada PON XXI yang sedianya akan digelar di Provinsi Aceh 9 september 2024. Kelima atlet tersebut bersama jajaran staf pelatih dilepas sekaligus berpamitan dengan Bupati Jembrana I Nengah Tamba di Lobby Kantor Bupati Jembrana pada hari Sabtu 31/8/2024. Bentuk apresiasi Bupati Tamba menyerahkan uang saku masing-masing […]

  • Tiadakan Pesta Kembang Api, Pemkab Jembrana Pilih Gelar Doa Bersama

    Tiadakan Pesta Kembang Api, Pemkab Jembrana Pilih Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 933
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi mengumumkan konsep perayaan malam pergantian tahun baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Demi menjunjung semangat kesederhanaan, dan rasa empati di tengah bencana, Pemerintah Kabupaten Jembrana meniadakan pesta kembang api dan menggantinya dengan kegiatan doa bersama serta atraksi budaya dan seniman lokal. Acara puncak malam pergantian tahun akan dipusatkan di […]

expand_less