Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 1.647
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Anak muda bangkit dari keterpurukan dalam arungi arah kehidupan. Tak gentar bereksperimen di dunia bisnis, tumbang satu tumbuh seribu akal. Dukungan dan inovasi membuatnya bangkit jadi petani bawang merah. Walau sempat gagal menanam cabai dan bawang merah karena struktur hara tanah dengan ph yang tentu beda. Intinya jatuh bangun dan bangkit berjuang. Modal sebagai anak petani tradisional, kini anak muda bertani dengan tehnik modern.

Modal awal 200 juta di tanam di tanah seluas 1 hektar, dengan rincian 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman. Tapi semua itu butuh ketekunan, kegigihan, dan semangat. Itu pun nanti ada pengurangan dari pupuk, biaya buruh dan juga pengepakan atau penyortiran.

banner 336x280

Perintis Go Tani milenial I Ketut Sudiarta (43) ceritakan, awal merintis usaha tahun 2013 mendirikan sebagai distributor penjualan paket pulsa. Hingga dilanda Covid 19 tahun 2019 maka usaha itu pun gulung tikar. Hingga timbul polemik bisnis apa yang bagus dikerjakan untuk masa depan sebagai anak muda. Timbullah ide bentuk usaha yang tak lekang oleh jaman.

“Maka lahirlah bisnis pertanian karena saya lahir dari anak seorang petani. Belajar dari nol tanpa mengenal apa itu petani, dari mana harus mulai. Walau darah anak petani yang masih bersifat tradisional. Dimana ilmunya masih dasar dan mentok hanya itu-itu saja. Timbul kreatif ide manjadi petani yang lebih modern. Hingga mencoba menanam cabai, selama 1 tahun. Astungkara berhasil mempelajari cara menanam cabai. Walau jujur belum menikmati hasil yang signifikan,” ungkapnya, Senin (4/8/2025).

Sudiarta juga katakan, cambuknya menanam cabai gagal hasil, itu tak menyurutkan semangat untuk terus mencoba. Karena terlalu lama saat itu menggeluti tanaman cabai. Dengan masa panen selama 1 tahun. Hingga bangkit, melihat teman dari Sumatera yang sukses menanam bawang merah. Maka mencoba menanam bawang merah, yang akhirnya juga mengalami kerugian. Tapi upaya ini terus dilakukan dan mempelajari segi mana yang perlu dievaluasi.

“Hingga tercetus ide menamakan Go Tani (Generasi Muda Sukses) yang intinya mengajak anak muda untuk mau terjun sebagai petani. Dimana peluang sebagai petani itu sangatlah bagus. Jika dikaji petani dengan sistem tradisional tentu kurang menarik. Maka kita kemas dengan lebih ke sistem modern. Hingga tekun menanam bawang merah itu tahun 2024. Walau termasuk baru, awalnya impian kini menjadi sebuah kenyataan hidup,” jelasnya yang merupakan anak asli Jembrana.

Menurutnya, panen bawang itu di daerah Awen, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara. Itu awak tahun 2025. Walau gagal pula panen, karena tanam bawang tidak boleh berdampingan tanaman padi. Musuh bawang merah itu adalah padi, yang mana obat-obatan padi itu sangat berpengaruh tumbuh kembangnya bawang merah. Modal saat itu habis, modal pinjaman bank juga di black list.

“Akhirnya beberapa teman digandeng sebagai investor. Hingga hasil riset untuk tanah di Jembrana, struktur tanahnya itu berpasir. Jika tanah itu keras berbentuk tanah liat, seperti tegalbadeng, Awen merupakan tanah padat dan kusam. Sehingga itulah sebenarnya kegagalan hasil tanam bawang,” papar Sugiarta.

Hingga ia menemukan struktur tanah bagus yang bercampur pasir di daerah Tegal Cangkring. Panen sekarang di luas sawah 1 hektar. Dan direncakan bulan depan akan memperluas masa tanam hingga 4 hektar. Dimana masa panen bawang merah itu 2 bulan sekali. Untuk varian bibit bawang di musim kemarau jenis Tajuk. Jika di musim hujan jenis Bima dari Brebes. Bisa juga biru batu atau batu Malang. Sama juga bibit dari Nganjuk, jenis bauci. Jenis ini merupakan tahan air saat musim penghujan.

“Untuk awal saat itu modal awal untuk lahan 1 hektar itu kisaran 200 juta. Untuk kebutuhan bibit 1,2 ton. Tapi dimasa tanam ke dua itu tidak ada lagi modal pengolahan lagi. Seperti pembuatan bedengan, dan alat pengairan. Maka paling butuh dana berkelanjutan sekitar 150 juta,” paparnya.

Sudiarta pun sampaikan, terkait harga, untuk harga naik turun di harga bawang merah signifikan adalah faktor cuaca. Katakata Brebes, Nganjuk dan Probolinggo itu pusatnya bawang. Tahun lalu itu mengalami kegagalan panen, sehingga stik nasional berkurang. Bahkan memasok ke luar pun sulit apalagi memenuhi kebutuhan daerah sendiri. Itulah menimbulkan lonjakan kenaikan harga bawang. HPP (Harga Pokok Penjualan) bibit bawang kisaran Rp.15.000 untuk petani.

Hasil panen bawang merah ini target pasar adalah Jembrana. Tidak melalui tengkulak tapi memasarkan sendiri, peking sendiri secara ritel. Maka dengan rincian luas 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman tangan anak muda. Untuk kebutuhan bawang merah di Jembrana perhari kisaran 10 ton.

“Bisnis bawang itu dalam jangka waktu 2 bulan sudah bisa di panen. Beda dengan coklat yang masa panen berjangka panjang. Sehingga peredaran uang lebih cepat di bawang. Petani bawang itu salah petani Sultan. Perawatan hanya fungisida, sehingga lebih cenderung ke pupuk anorganik,” ujarnya.

Sudiarta memberikan kiat jitu anak muda petani bawang adalah jangan lihat petani bawang sebagai petani, tapi lihatlah ini industri dan hasil industri. Bergelut sendiri, berjuang sendiri, berinovasi dan kerja profesional itu sebenarnya yang dilakukan anak muda sekarang. Petani itu kerja profesional, inovasi dan kreatif. Apapun jika dilakukan dengan tekun itu pasti bisa berhasil.

 

 

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Kembang Minta Satpol PP Menjadi Garda Terdepan Tegakkan Perda di Jembrana

    Bupati Kembang Minta Satpol PP Menjadi Garda Terdepan Tegakkan Perda di Jembrana

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.568
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan melaksanakan kunjungan kerjanya ke Kantor Satpol PP Jembrana, Kamis (13/11). Ia meninjau sejumlah kendaraan operasional, kendati sebagian kendaraan umurnya tidak muda lagi, Bupati Kembang meminta kendaraan tersebut dirawat secara optimal. Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai garda terdepan dalam […]

  • Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Kembang Serukan Penguatan Jati Diri Bangsa

    Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Kembang Serukan Penguatan Jati Diri Bangsa

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan memimpin langsung Apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Lapangan Pecangakan, Kabupaten Jembrana, Rabu (1/10). Peringatan yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober ini mengusung tema nasional Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya. Apel tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana […]

  • Korem 163/WSA Melaksanakan Upacara Bendera Rutin Tiap Senin

    Korem 163/WSA Melaksanakan Upacara Bendera Rutin Tiap Senin

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 888
    • 0Komentar

    Denpasar suarajembrana.com – Korem 163/WSA melaksanakan upacara bendera rutin setiap Senin yang diikuti oleh seluruh prajurit dan ASN bertempat di lapangan upacara Korem 163/Wira satya Jalan. PB.Jendral Sudirman, Denpasar, Senin (09/09/24). Bertindak sebagai inspektur upacara Kasiter Kasrem 163/Wira satya (Kolonel Czi Eko Supri Setiawan S.Sos., M.I.P), Komandan Upacara Kapten Inf I Nyoman Gde Andika, dan […]

  • Safari Ramadhan di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Polisi Ajak Warga Jaga Toleransi Jelang Nyepi

    Safari Ramadhan di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Polisi Ajak Warga Jaga Toleransi Jelang Nyepi

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 762
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Aparat TNI-Polri melaksanakan pemantauan kegiatan Safari Ramadhan yang digelar jajaran Polres Jembrana di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Banjar Munduk, Desa Pengambengan, Selasa (24/02) malam usia sholat tarawih. Kegiatan pemantauan dilakukan Babinsa Pengambengan, Kopda Mashudi, bersama Bhabinkamtibmas, Bripka Eko Prasetyo, guna memastikan acara berlangsung aman dan kondusif. Safari Ramadhan tersebut dihadiri unsur pimpinan kepolisian, […]

  • Kembang Ajak Purnabakti Polri Terus Berkontribusi Untuk Kemajuan Daerah

    Kembang Ajak Purnabakti Polri Terus Berkontribusi Untuk Kemajuan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 467
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Peringatan hari ulang tahun Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) ke – 26 cabang Jembrana berlangsung hangat dan penuh makna, Sabtu (26/7). Bertempat di Gedung Pendopo Kesari, Negara acara tersebut dihadiri secara langsung Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan untuk memberikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada para purnawirawan polri yang selama ini tetap setia […]

  • Bupati Tamba Puas Progress  Pembangunan Pasar Umum Negara Sesuai Harapan 

    Bupati Tamba Puas Progress  Pembangunan Pasar Umum Negara Sesuai Harapan 

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba kembali melaksanakan pengecekan revitalisasi Pasar Umum Negara didampingi  Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan, Kadis PUPRPKP serta pengawas proyek, Jumat (19/7). Bupati Tamba ingin memastikan  pembanguan pasar  sesuai spesifikasi, berkualitas dan tepat waktu pengerjaan. Bangunan Pasar Umum Negara didesain modern pemanfaatannya serra lebih baik dengan tetap mempertahankan nilai […]

expand_less