Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pendidikan » Adat Tradisi Perjodohan Dara Pingitan di Kampung Muslim Loloan

Adat Tradisi Perjodohan Dara Pingitan di Kampung Muslim Loloan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024
  • visibility 706
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Hampir luput dari ingatan kita dahulu di kampung Loloan, Jembrana Bali pernah menganut tradisi yang amat kuat khusus bagi kaum perempuan yang dibatasi ruang gerak berinteraksi dengan masyarakat luar. Setiap keluarga yang memiliki anak gadis menginjak dewasa langsung terikat dengan tradisi ini. Obralan tradisi adat, budaya dan kesenian Loloan sangatlah menarik yang langsung di baca yang tulis Raden Ashari.

Penulis sejarah dan budayawan Raden Ashari menceritakan, dalil agama sebagai dasar kepatutan merupakan bentuk kepatuhan anak gadis terhadap kedua orang tua, karena maksud dari perlakuan itu sangat berkaitan dengan perjodohan dengan siapa kelak dia akan dipersandingkan. Lalu kemudian berjalannya waktu tradisi ini tidak terdengar lagi dalam sistem perjodohan, kini masyarakat telah melupakan dan tidak tertarik melanjutkan kembali, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tradisi itu semakin luntur dan punah.

banner 336x280

“Mula asal tradisi dara pingit ini bukanlah bawaan dari negeri asal (Bugis) tetapi mulai diajarkan oleh tokoh ulama pemimpin pesantren melalui dakwah dan fatwa memberi pengaruh sangat kuat terhadap norma kepantasan sikap seorang anak dara kepada orang tua dalam menghindari fitnah. Sehingga kontrol orang tua di dalam rumah mutlak diterima oleh seluruh anggota keluarga dengan penuh keikhlasan dan ketaatan,” tuturnya.

Ashari juga menjelaskan, gadis yang dipingit tidaklah sendirian terkadang di dalam rumah ada dua atau tiga orang perempuan saudara sekandung yang harus taat mengikuti aturan sampai batas waktunya mereka dilepas menerima pinangan dari seseorang lelaki. Pada kondisi seperti itu maka tabu baginya apabila berpandangan mata kepada seorang laki yang tidak diketahui dari mana asalnya.

“Berlaku biasa seorang gadis atau anak dara yang baru usia baligh usia 13 tahun sudah tidak leluasa lagi bermain dengan teman diluar rumah sehingga seharian mulai menekuni pekerjaan di dapur, menjahit dan menenun kain. Kemudian pada hari jadwal tertentu mereka bersama beberapa teman menghadiri pengajian di pesantren belajar pendalaman agama disamping itu sebagai kegiatan menghilangkan kejenuhan didalam rumah,” ungkapnya.

“Kala itu kampung Loloan sepi dari orang lalu lalang maka sangat sulit melihat anak gadis berada diluar rumah, tetapi apa yang tidak ketahui dari balik bilik rumah justru mereka mengintip setiap orang yang melintas di depan rumah,” katanya.

Ashari juga secara detail menyampaikan, ciri yang membedakan dara pingit dengan gadis pada umumnya adalah selalu menggunakan kain awik yang diselempang menutup kepala sampai kebawah dengan sedikit wajah tertutup. Wajah tertutup menghindari diri dari pandangan lelaki lain, namun bila terjadi sesuatu yang tidak terduga karena kebetulan si gadis bertatapan muka dengan seorang lelaki dia akan terperanjat dan tersipu malu, kejadian itu akan memberi dampak antara rasa jengah (malu), kagum atau rasa bersalah dan selanjutnya jadi diskusi menarik antara sesama temannya.

“Diantara sesama anak dara pingitan itu ada rasa kegelisahan. Apabila usianya mendekati dua puluh tahun (sebutan perawan tua). Pada kondisi yang demikian takada kekhawatiran orang tua terhadap kelangsungan jodoh, akan ada keluarga terdekat menghubungi untuk menanyakan sesuatu tentang anak gadisnya sampai kepada kesepakatan antara kedua belah pihak keluarga mengatur persyaratan dan penentuan hari pernikahan,” paparnya.

Secara gamblang Raden Ashari menuturkan, gadis pingit hanya diberi tahu dan menerima tawaran orang tua dia akan dijodohkan oleh seorang lelaki dari keluarga sepupu sendiri dan selama masa penantian sampai batas waktu untuk dinikahkan dia tidak akan pernah tahu rupa wajah calon suami itu, tetapi hanya mendengar cerita dari orang terdekat tentang sosok laki itu karena masih memilki ikatan darah keponakan dari bapak atau ibunya sendiri .

“Berjalannya waktu pesantren besar yang telah memberi aturan tentang tatanan dan norma kehidupan bermasyarakat harus kehilangan figur pemimpin kharismatik dan bahkan tidak ada pelanjut untuk memimpin perguruan tersebut,” ungkapnya.

Setelah kehilangan tokoh ulama lambat laun pengaruhnya semakin memudar hingga akhir tahun tujuh puluhan tidak terdengar lagi sebutan anak dara pingitan, terbuka pilihan teman hidup karena akses pendidikan tradisional dalam pesantren bergeser ke sistem pendidikan umum.

“Kemudian faktor lain adalah orang tua memberi pilihan anak gadis menempuh pendidikan formal terbuka sampai pada jenjang pendidikan menengah bahkan berlanjut ke perguruan tinggi,” katanya.

Ashari pun mengakhiri wawancara secara tegas bahwa tradisi anak dara pingit sangat melekat dalam pola ikatan perjodohan yang menjadi ciri kehidupan bermasyarakat di Loloan, pada akhirnya ditinggalkan oleh masyarakat sendiri dan bahkan tidak ada yang sanggup mengulang kembali. Tidak ada yang menyesali saksi terakhir dari nenek-nenek yang kini berusia enam puluh tahun lebih menjadi bukti bahwa perjodohannya telah mengikuti tradisi sebagai anak dara pingitan.

 

Penulis : Raden Ashari

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Jembrana Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan, Lima Pejabat Utama Berganti

    Kapolres Jembrana Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan, Lima Pejabat Utama Berganti

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 901
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Upacara serah terima jabatan di Polres Jembrana pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023, menjadi momen penting dalam pengembangan dan pembinaan organisasi. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Apel Polres Jembrana dan dihadiri oleh berbagai pejabat utama Polres Jembrana, Kapolres Jembrana, dan anggota kepolisian lainnya. Upacara serah terima jabatan ini dipimpin oleh Kapolres Jembrana, […]

  • Kasus Pencurian Alat Kendaraan dan Uang Tunai di TPS3R Desa Bedulu

    Kasus Pencurian Alat Kendaraan dan Uang Tunai di TPS3R Desa Bedulu

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 634
    • 0Komentar

    Gianyar suarajembrana.com – Telah terjadi kasus pencurian di wilayah Desa Bedulu yang bertempat TPS3R dimana terjadi pelepasan dua buah spion sepeda motor Viar, pencurian dua buah senter kepala dan uang sebesar nominal Rp.200.000. Diperkirakan pelaku pencurian melakukan aksinya dengan cara melompati pintu pagar, dan kasus ini sudah di laporkan ke Polsek Blahbatuh, Rabu (21/8/2024) Menurut […]

  • Bupati Tamba Menghadiri Apel Peringatan HUT Bhayangkara ke-78

    Bupati Tamba Menghadiri Apel Peringatan HUT Bhayangkara ke-78

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 703
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Hadir Pada Upacara Hari Bhayangkara Ke-78 Tahun 2024, Bupati Jembrana I Nengah Tamba tampak khidmat mengikuti serangkaian acara yang digelar oleh Polda Bali bertempat di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (1/7). Ditemui usai upacara Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto dan Dandim 1617/Jembrana […]

  • Gencarkan Penanganan Stunting Balita, Babinsa Monitoring di Posyandu Desa Sidan

    Gencarkan Penanganan Stunting Balita, Babinsa Monitoring di Posyandu Desa Sidan

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Gianyar suarajembrana.com – Target penurunan angka stunting terus berjalan dan fokus pada penurunan prevalensi di desa. Penanganan stunting memang harus ada komitmen bersama seluruh stakeholder terkait sehingga angka prevalensi di bisa menurun Salah satunya Babinsa Desa Sidan Sertu I Wayan Mardika melaksanakan monitoring kegiatan Posyandu di Banjar Jageperang, Desa Sidan Kecamatan, Kabupaten Gianyar, Selasa (6/8/24). […]

  • Sinergitas Jajaran Forkopimda, Ciptakan Pilkada Serentak Aman dan Damai

    Sinergitas Jajaran Forkopimda, Ciptakan Pilkada Serentak Aman dan Damai

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 865
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Menghadapi Pilkada serentak 2024, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Jembrana, I Ketut Sukra Negara bersama jajaran Forkopimda, menggelar rapat untuk memantapkan stabilitas keamanan. Rapat ini berlangsung di Rumah Kreteg Nyirang, Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis (10/10). Disamping momentum silaturahmi, forum ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah antisipatif terhadap potensi kerawanan yang mungkin terjadi selama tahapan […]

  • Kapolda Bali Terima Kunjungan Kemenkumham RI Kanwil Bali

    Kapolda Bali Terima Kunjungan Kemenkumham RI Kanwil Bali

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Denpasar suarajembrana.com – Kepala Kepolisian Daerah Bali Irjen Pol. Ida Bagus Kd Putra Narendra, S.I.K., M.Si. Didampingi Beberapa Pejabat Utama Polda Bali menerima audensi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali Pramella Yunidar Pasaribu, S.H., M.Hum, Kamis (18/04/2024). Ka Kanwil Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali menyampaikan maksud dan tujuan […]

expand_less