Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Menjaga Omplok, Merawat Warisan Budaya Bahari Di Desa Cupel

Menjaga Omplok, Merawat Warisan Budaya Bahari Di Desa Cupel

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

Jembrana – Tradisi bahari masyarakat pesisir di Banjar Rening, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, terus dijaga melalui pelestarian Omplok, perahu tradisional warisan leluhur yang menjadi identitas budaya nelayan sekaligus memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya dan olahraga bahari.

Omplok merupakan perahu berukuran lebih kecil dibandingkan sampan nelayan pada umumnya. Perahu ini sejak dahulu digunakan sebagai alat transportasi laut untuk membantu mengangkut hasil tangkapan ikan dari perahu nelayan menuju daratan, terutama saat kondisi ombak besar dan angin kencang yang menyulitkan kapal merapat ke pantai.

banner 336x280

Nelayan Banjar Rening, Aziz (42) tahun, menjelaskan Omplok merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir Desa Cupel yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Omplok digunakan untuk membantu mengambil hasil tangkapan nelayan yang sulit dibawa ke darat saat ombak besar. Bentuknya menyerupai sampan kecil dengan ruang penyimpanan yang mampu membawa hasil tangkapan hingga sekitar satu kuintal ikan,” ujarnya, Sabtu (25/07/2026).

Menurut Aziz, perkembangan Omplok mengalami banyak inovasi tanpa meninggalkan bentuk khasnya. Jika dahulu hanya menggunakan layar kecil dengan material kayu, kini Omplok telah tersedia dalam berbagai tipe menggunakan bahan kayu maupun fiberglass (fiber/resin) yang lebih ringan sehingga mudah dikendalikan.

“Harga Omplok lengkap saat ini berkisar Rp.25 juta, tergantung tipe dan materialnya. Yang berbahan fiberglass lebih ringan sehingga bisa dikendalikan sendiri oleh nelayan,” katanya.

Keunikan Omplok Desa Cupel terletak pada penggunaan katir, yakni penyeimbang berbahan bambu atau kayu yang dipasang hanya pada satu sisi perahu, baik kanan maupun kiri. Ciri tersebut berbeda dengan perahu tradisional di sejumlah wilayah Jawa yang umumnya menggunakan dua katir di kedua sisi.

“Ciri Omplok Desa Cupel hanya menggunakan satu katir. Itulah yang membedakan dengan daerah lain dan menjadi identitas nelayan kami,” jelas Aziz.

Selain dimanfaatkan sebagai sarana penunjang aktivitas melaut, Omplok kini juga mulai dikembangkan sebagai wahana olahraga memancing (sport fishing) yang mampu mengangkut dua orang serta menjadi ajang balap tradisional Omplog Race.

Perlombaan Omplok juga masuk agenda tahunan dalam rangkaian Festival Masjid Pantai Pulau Bali sebagai upaya memperkenalkan budaya bahari masyarakat Desa Cupel kepada wisatawan sekaligus mendorong pelestarian tradisi pesisir dan juga religius di pantai dengan pesona masjid dan miniatur Ka’bah.

Aziz berharap Omplok tidak hanya dipertahankan sebagai alat transportasi nelayan, tetapi juga dikembangkan sebagai warisan budaya yang bernilai ekonomi, wisata, dan olahraga.

“Semoga Omplok tetap lestari sebagai budaya masyarakat pesisir. Selain membantu aktivitas nelayan, Omplok juga indah dipandang saat berlayar dan memiliki potensi menjadi olahraga adu kecepatan di laut dengan lintasan sekitar satu mil,” pungkasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tamba Belum Menerima Secara Resmi Bukti Pengunduran Diri Wabup Ipat

    Tamba Belum Menerima Secara Resmi Bukti Pengunduran Diri Wabup Ipat

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 740
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Menimbulkan polemik pengunduran diri Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, (Ipat) semakin memanas. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, menegaskan bahwa hingga saat ini belum menerima surat pengunduran diri secara resmi. Bupati Tamba menyatakan bahwa dirinya hanya mendengar kabar pengunduran diri tersebut dari media. “Saya ingin mengklarifikasi bahwa surat pengunduran diri […]

  • Desa Penyaringan Meraih Penghargaan Desa Cantik Terbaik Nasional

    Desa Penyaringan Meraih Penghargaan Desa Cantik Terbaik Nasional

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 891
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, berhasil masuk dalam tiga besar Desa Terbaik dan menerima penghargaan sebagai Desa Cinta Statistik (Cantik) Terbaik dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) bersama Kepala Desa Penyaringan I Made Dresta di Jakarta, Jumat, 26 […]

  • Pemkab Jembrana Sambut Baik, Green Mangrove Action Program di KTH Lindu Segara Tanjung Pasir Desa Tuwed

    Pemkab Jembrana Sambut Baik, Green Mangrove Action Program di KTH Lindu Segara Tanjung Pasir Desa Tuwed

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 720
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana menyambut baik, Green Mangrove Action Program (MAP) yang diinisiasi oleh PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PTK di bawah pilar Pertamina Transko Care Environment, yaitu program TJSL yang berfokus pada pelestarian lingkungan. Berlangsung di kawasan mangrove KTH […]

  • Bupati Kembang Laksanakan Persembahyangan Pada Puncak Karya Pujawali Pura Jagatnatha

    Bupati Kembang Laksanakan Persembahyangan Pada Puncak Karya Pujawali Pura Jagatnatha

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 2.071
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Karya pujawali di Pura Jagatnatha Jembrana yang rutin digelar setiap tahun pada Purnama Karo, diawali dengan rangkaian upacara pecaruan dan ngebejian pada Kamis (7/8). Upacara ini merupakan bagian dari pelaksanaan Dewa Yadnya sebagai bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Puncak karya dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Karo, Jumat (8/8), dan dihadiri […]

  • Kisah Nelayan Pengambengan, Ikan Lemuru Produksi Bernilai Ekonomi

    Kisah Nelayan Pengambengan, Ikan Lemuru Produksi Bernilai Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.003
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Di tahun 1990’an Sardinela Longiceps, atau Ikan Plagis yang lebih dikenal dengan nama lemuru atau di Bali terkenal dengan nama Be’koching, merupakan tangkapan favorit para nelayan pesisir selatan Kota Negara. Yang identik dengan kampung nelayan Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana – Bali, Kamis (14/03). Cerita ini dituturkan Budayawan Eka Sabara dalam buku […]

  • Wabup Ipat: Desa Adalah Subjek Strategis, OPD Wajib Perkuat Integrasi Program

    Wabup Ipat: Desa Adalah Subjek Strategis, OPD Wajib Perkuat Integrasi Program

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 354
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menegaskan bahwa desa dan kelurahan merupakan ujung tombak sekaligus subjek strategis dalam menentukan kemajuan daerah. Hal tersebut disampaikan Wabup Ipat saat memimpin Apel Rutin di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Senin (6/4), bertempat di depan Kantor Bupati Jembrana. Dalam arahannya, Wabup Ipat menginstruksikan seluruh Perangkat […]

expand_less