Jembrana Tuan Rumah Kejurda Fespati Bali, Atlet Panahan Tradisional Siap Ukir Prestasi
- account_circle Ed27
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 50
- comment 0 komentar

Jembrana – Kejurda Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) di selenggarakan mengusung tema Bidik Prestasi Junjung Tinggi Budaya. Bertempat di Lapangan Puslat JHBA (Jembrana Horseback Archery) dari tanggal 2 – 3 Mei 2026. Ini bertujuan mencari bibit-bibit pemanah terbaik di Bali. Yang nantinya akan berjenjang ke tingkat Nasional yang diselenggarakan di Jawa Timur nantinya.
Ketua penyelengara Rizki Bahtiar jelaskan, diadakan Kejurda Fespati Bali untuk mencari bibit-bibit unggul pemanah terbaik di Bali yang tentunya nanti berjenjang ke tingkat Nasional (Kejurnas). Yang Inshaallah akan di selenggarakan di Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan sejak tanggal 2-3 Mei 2026, di lapangan Puslat (Pusat Latihan) JHBA (Jembrana Horseback Archery), Banjar Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Yang diikuti 130 peserta turut ambil bagian dengan katagori anak-anak, remaja, dewasa, dan umum, Minggu (3/5/2026).
“Sunnah Rasulullah SAW sangat menganjurkan olahraga ini karena melatih konsentrasi, ketepatan, pengendalian emosi, dan kekuatan. Intinya olahraga panahan bukan hanya olahraga fisik tetapi juga aktivitas yang sarat makna spiritual dan mental. Kombinasi budaya lokal dan anjuran agama menjadikan olahraga ini sangat istimewa,” ujar Rizki.
Rizki Bahtiar tambahkan, Kejurda ini juga diikuti senior peserta urutan ke 3 dunia tahun 2025 yang dilaksanakan di Turki. Kami juga berharap dengan adanya Kejurda yang diikuti 9 kabupaten/kota se-Bali. Tentu selain menghasilkan bibit panahan juga jenjang silaturahmi para pemanah baik itu teknik, perawatan alat panah seperti busur dan anak panah. “Dengan demikian selain pertandingan juga saling bertukar pengalaman dan juga tentunya mengembangkan lebih ke profesional para atlit pemanah,” tuturnya.
Sementara Ketua Fespati Bali Selamet Rianto pun ketakan, kejurda panahan diadakan setiap 2 tahun sekali. Bertujuan untuk mencari bibit-bibit panahan yang harapannya bisa tampil Kejurnas di Malang, Jawa Timur bulan Agustus 2026. Adapun hadiah di kejurda ini adalah uang pembinaan, sertifikat, piala, piagam, dan mendali. Yang ditandatangani oleh Kormi (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia), dan pengurus Fespati sendiri. Ini membuktikan bahwa nantinya atlit-atlit panahan bisa benar-benar tampil baik di kejurnas.
“Kormi sangat mendukung penuh dengan event kegiatan Kejurda Panahan di Desa Pengambengan ini. Dan inilah Kolaborasi dengan baik antara Fespati dan pemerintah terutama Kormi,” tutur Selamet Rianto yang turut serta dalam ajang bergengsi ini.
Ia juga tegaskan bahwa Fespati Bali intinya menjaring para atlit panahan dengan di tiap daerah di Bali. Perlombaan panahan ini ada juga jenis kelas open 30 meter dan juga kelas open 50 meter terbuka dari kalangan organisasi lain yang turut serta. ™
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar