Ratusan Warga Jembrana Ikuti Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis
- account_circle Ed27
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar

suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara resmi membuka kegiatan Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis di Halaman Masjid Besar Mujahidin, Loloan Barat, Kamis (12/3).
Kegiatan kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jembrana dan John Fawcett Foundation (JFF) ini bertujuan memberikan akses kesehatan mata bagi warga kurang mampu dengan target 300 peserta pemeriksaan dan 15 tindakan operasi katarak.
Bupati Kembang mengapresiasi JFF sebagai lembaga non-profit yang peduli pada kemanusiaan.
“Kami sangat berterima kasih. Di tengah keterbatasan biaya masyarakat, kehadiran JFF dan BAZNAS sangat membantu. Saya harap kerja sama ini bisa berlanjut ke wilayah lain di Jembrana,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kesehatan indra penglihatan merupakan modal utama dalam beraktivitas dan meningkatkan taraf hidup. Ia mengingatkan warga agar tidak mengabaikan pemeriksaan rutin, mengingat gangguan mata sering kali menjadi penghambat produktivitas sehari-hari.
“Fisiknya kuat, kakinya kuat berotot, tapi kalau matanya tidak melihat kan juga susah. Karena itu harus rajin-rajin kontrol. Saya pun tadi ikut kontrol karena menyadari usia sudah mau 51 tahun, mata sudah mulai sulit membaca dekat,” tuturnya.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan pemerintah lainnya secara preventif, seperti pengecekan gula darah dan kolesterol di Puskesmas menggunakan kartu BPJS.
Sementara itu, Koordinator JFF, I Nengah Sariyasa, menyampaikan rasa syukurnya dapat berkolaborasi mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penanggulangan kebutaan akibat katarak. Pihaknya menjelaskan bahwa JFF telah aktif memberikan pelayanan kesehatan mata di seluruh Bali sejak tahun 1991 dan kini jangkauannya telah meluas ke seluruh Indonesia.
”Berbahagia dan berbangga pada hari ini kami diberikan kesempatan bersama Baznas untuk melakukan pelayanan di Loloan. Kami tetap berkomitmen untuk mendukung program pemerintah Jembrana, dan siap melakukan pelayanan di seluruh wilayah ini secara berkala,” tegasnya.
Ketua BAZNAS Jembrana, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa layanan kesehatan ini bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh umat tanpa memandang latar belakang agama. Ia menegaskan bahwa dana sosial keagamaan yang dikelola BAZNAS, selain zakat, memang diperuntukkan bagi misi kemanusiaan secara nasional.
”Sebenarnya ini bukan karena di masjid kemudian hanya untuk satu umat saja, tapi untuk semua umat. Jika kuota hari ini habis namun masih ada warga yang belum ter-cover, insyaallah akan kita lanjutkan lagi pada 31 Maret mendatang di Gilimanuk, Kecamatan Melaya,” pungkasnya. ™
- Penulis: Ed27

Comment