Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 1.562
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Anak muda bangkit dari keterpurukan dalam arungi arah kehidupan. Tak gentar bereksperimen di dunia bisnis, tumbang satu tumbuh seribu akal. Dukungan dan inovasi membuatnya bangkit jadi petani bawang merah. Walau sempat gagal menanam cabai dan bawang merah karena struktur hara tanah dengan ph yang tentu beda. Intinya jatuh bangun dan bangkit berjuang. Modal sebagai anak petani tradisional, kini anak muda bertani dengan tehnik modern.

Modal awal 200 juta di tanam di tanah seluas 1 hektar, dengan rincian 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman. Tapi semua itu butuh ketekunan, kegigihan, dan semangat. Itu pun nanti ada pengurangan dari pupuk, biaya buruh dan juga pengepakan atau penyortiran.

banner 336x280

Perintis Go Tani milenial I Ketut Sudiarta (43) ceritakan, awal merintis usaha tahun 2013 mendirikan sebagai distributor penjualan paket pulsa. Hingga dilanda Covid 19 tahun 2019 maka usaha itu pun gulung tikar. Hingga timbul polemik bisnis apa yang bagus dikerjakan untuk masa depan sebagai anak muda. Timbullah ide bentuk usaha yang tak lekang oleh jaman.

“Maka lahirlah bisnis pertanian karena saya lahir dari anak seorang petani. Belajar dari nol tanpa mengenal apa itu petani, dari mana harus mulai. Walau darah anak petani yang masih bersifat tradisional. Dimana ilmunya masih dasar dan mentok hanya itu-itu saja. Timbul kreatif ide manjadi petani yang lebih modern. Hingga mencoba menanam cabai, selama 1 tahun. Astungkara berhasil mempelajari cara menanam cabai. Walau jujur belum menikmati hasil yang signifikan,” ungkapnya, Senin (4/8/2025).

Sudiarta juga katakan, cambuknya menanam cabai gagal hasil, itu tak menyurutkan semangat untuk terus mencoba. Karena terlalu lama saat itu menggeluti tanaman cabai. Dengan masa panen selama 1 tahun. Hingga bangkit, melihat teman dari Sumatera yang sukses menanam bawang merah. Maka mencoba menanam bawang merah, yang akhirnya juga mengalami kerugian. Tapi upaya ini terus dilakukan dan mempelajari segi mana yang perlu dievaluasi.

“Hingga tercetus ide menamakan Go Tani (Generasi Muda Sukses) yang intinya mengajak anak muda untuk mau terjun sebagai petani. Dimana peluang sebagai petani itu sangatlah bagus. Jika dikaji petani dengan sistem tradisional tentu kurang menarik. Maka kita kemas dengan lebih ke sistem modern. Hingga tekun menanam bawang merah itu tahun 2024. Walau termasuk baru, awalnya impian kini menjadi sebuah kenyataan hidup,” jelasnya yang merupakan anak asli Jembrana.

Menurutnya, panen bawang itu di daerah Awen, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara. Itu awak tahun 2025. Walau gagal pula panen, karena tanam bawang tidak boleh berdampingan tanaman padi. Musuh bawang merah itu adalah padi, yang mana obat-obatan padi itu sangat berpengaruh tumbuh kembangnya bawang merah. Modal saat itu habis, modal pinjaman bank juga di black list.

“Akhirnya beberapa teman digandeng sebagai investor. Hingga hasil riset untuk tanah di Jembrana, struktur tanahnya itu berpasir. Jika tanah itu keras berbentuk tanah liat, seperti tegalbadeng, Awen merupakan tanah padat dan kusam. Sehingga itulah sebenarnya kegagalan hasil tanam bawang,” papar Sugiarta.

Hingga ia menemukan struktur tanah bagus yang bercampur pasir di daerah Tegal Cangkring. Panen sekarang di luas sawah 1 hektar. Dan direncakan bulan depan akan memperluas masa tanam hingga 4 hektar. Dimana masa panen bawang merah itu 2 bulan sekali. Untuk varian bibit bawang di musim kemarau jenis Tajuk. Jika di musim hujan jenis Bima dari Brebes. Bisa juga biru batu atau batu Malang. Sama juga bibit dari Nganjuk, jenis bauci. Jenis ini merupakan tahan air saat musim penghujan.

“Untuk awal saat itu modal awal untuk lahan 1 hektar itu kisaran 200 juta. Untuk kebutuhan bibit 1,2 ton. Tapi dimasa tanam ke dua itu tidak ada lagi modal pengolahan lagi. Seperti pembuatan bedengan, dan alat pengairan. Maka paling butuh dana berkelanjutan sekitar 150 juta,” paparnya.

Sudiarta pun sampaikan, terkait harga, untuk harga naik turun di harga bawang merah signifikan adalah faktor cuaca. Katakata Brebes, Nganjuk dan Probolinggo itu pusatnya bawang. Tahun lalu itu mengalami kegagalan panen, sehingga stik nasional berkurang. Bahkan memasok ke luar pun sulit apalagi memenuhi kebutuhan daerah sendiri. Itulah menimbulkan lonjakan kenaikan harga bawang. HPP (Harga Pokok Penjualan) bibit bawang kisaran Rp.15.000 untuk petani.

Hasil panen bawang merah ini target pasar adalah Jembrana. Tidak melalui tengkulak tapi memasarkan sendiri, peking sendiri secara ritel. Maka dengan rincian luas 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman tangan anak muda. Untuk kebutuhan bawang merah di Jembrana perhari kisaran 10 ton.

“Bisnis bawang itu dalam jangka waktu 2 bulan sudah bisa di panen. Beda dengan coklat yang masa panen berjangka panjang. Sehingga peredaran uang lebih cepat di bawang. Petani bawang itu salah petani Sultan. Perawatan hanya fungisida, sehingga lebih cenderung ke pupuk anorganik,” ujarnya.

Sudiarta memberikan kiat jitu anak muda petani bawang adalah jangan lihat petani bawang sebagai petani, tapi lihatlah ini industri dan hasil industri. Bergelut sendiri, berjuang sendiri, berinovasi dan kerja profesional itu sebenarnya yang dilakukan anak muda sekarang. Petani itu kerja profesional, inovasi dan kreatif. Apapun jika dilakukan dengan tekun itu pasti bisa berhasil.

 

 

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjelang Galungan, Bupati Tamba Pantau Ketersediaan Kebutuhan Pokok di Pasar Negara Bahagia

    Menjelang Galungan, Bupati Tamba Pantau Ketersediaan Kebutuhan Pokok di Pasar Negara Bahagia

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 757
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, permintaan sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan. Untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok, Bupati Jembrana I Nengah Tamba berkunjung langsung ke Pasar Negara Bahagia, Sabtu (21/9). Situasi pasar cukup ramai, terlihat para pedagang yang sibuk melayani pembeli yang didominasi membeli kebutuhan menyambut Hari […]

  • Tiadakan Pesta Kembang Api, Pemkab Jembrana Pilih Gelar Doa Bersama

    Tiadakan Pesta Kembang Api, Pemkab Jembrana Pilih Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 807
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi mengumumkan konsep perayaan malam pergantian tahun baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Demi menjunjung semangat kesederhanaan, dan rasa empati di tengah bencana, Pemerintah Kabupaten Jembrana meniadakan pesta kembang api dan menggantinya dengan kegiatan doa bersama serta atraksi budaya dan seniman lokal. Acara puncak malam pergantian tahun akan dipusatkan di […]

  • Bupati Tamba Berharap, Pasar Umum Negara Sebagai Pusat Niaga dan Ikon Wisata

    Bupati Tamba Berharap, Pasar Umum Negara Sebagai Pusat Niaga dan Ikon Wisata

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Bupati Jembrana I Nengah Tamba meninjau pembangunan Pasar Umum Negara, Jumat (26/4). Dengan progres pembangunan yang sudah selesai separuh, ditargetkan tepat waktu bulan Juli mendatang. Pasar yang dibangun dengan anggaran pemerintah pusat ini, diproyeksikan menjadi pusat niaga dan ikon wisata Jembrana. Pemantauan progres pembangunan Pasar Umum Negara, bupati didampingi Wakil Bupati Jembrana […]

    • calendar_month Rabu, 3 Jan 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 765
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Babinsa Desa Medewi, Koramil 1617-04/Pekutatan, Pelda Komang Soyen bersinergi dengan Babinkamtibmas melaksanakan pendampingan dan pengawalan kegiatan pembagian Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Kabupaten Jembrana kepada masyarakat yang berhak menerima, berupa beras 10 Kg/KK dengan jumlah keseluruhan 90 orang, bertempat di Kantor Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Selasa (02/01/2024). Di hadiri dalam […]

  • Malam Lailatul Qadar Adalah Malam Istimewa Bagi Umat Muslim dan Alam Semesta

    Malam Lailatul Qadar Adalah Malam Istimewa Bagi Umat Muslim dan Alam Semesta

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 876
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pada suatu malam, peneliti NASA “Mr Karnar” mencoba meneropong keanehan alam dengan teleskopnya, dari hasil pengamatan tidak terlihat radiasi cahaya seperti biasanya, tidak ada meteor bertabrakan. Cahaya aneh tersorot dari Mekkah, Baitul Haram (Ka’bah) langsung menembus Baitul Makmur di langit. Jagad raya menjadi gelap setelah terbuka pintu jendela dari langit. Itu terjadi pada […]

  • Bupati Tamba Hadiri Renungan Siwalatri Bersama Pertuni Bali

    Bupati Tamba Hadiri Renungan Siwalatri Bersama Pertuni Bali

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 496
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba hadir dalam kegiatan renungan suci malam Siwaratri bersama anggota Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) se-Provinsi Bali di Balai Desa Baluk, Kecamatan Negara, Senin (27/1). Sekitar 120 orang tuna netra dari seluruh Bali hadir dalam renungan suci yang dimulai dengan kegiatan persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan penampilan kesenian oleh anggota […]

expand_less