Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 1.417
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Anak muda bangkit dari keterpurukan dalam arungi arah kehidupan. Tak gentar bereksperimen di dunia bisnis, tumbang satu tumbuh seribu akal. Dukungan dan inovasi membuatnya bangkit jadi petani bawang merah. Walau sempat gagal menanam cabai dan bawang merah karena struktur hara tanah dengan ph yang tentu beda. Intinya jatuh bangun dan bangkit berjuang. Modal sebagai anak petani tradisional, kini anak muda bertani dengan tehnik modern.

Modal awal 200 juta di tanam di tanah seluas 1 hektar, dengan rincian 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman. Tapi semua itu butuh ketekunan, kegigihan, dan semangat. Itu pun nanti ada pengurangan dari pupuk, biaya buruh dan juga pengepakan atau penyortiran.

banner 336x280

Perintis Go Tani milenial I Ketut Sudiarta (43) ceritakan, awal merintis usaha tahun 2013 mendirikan sebagai distributor penjualan paket pulsa. Hingga dilanda Covid 19 tahun 2019 maka usaha itu pun gulung tikar. Hingga timbul polemik bisnis apa yang bagus dikerjakan untuk masa depan sebagai anak muda. Timbullah ide bentuk usaha yang tak lekang oleh jaman.

“Maka lahirlah bisnis pertanian karena saya lahir dari anak seorang petani. Belajar dari nol tanpa mengenal apa itu petani, dari mana harus mulai. Walau darah anak petani yang masih bersifat tradisional. Dimana ilmunya masih dasar dan mentok hanya itu-itu saja. Timbul kreatif ide manjadi petani yang lebih modern. Hingga mencoba menanam cabai, selama 1 tahun. Astungkara berhasil mempelajari cara menanam cabai. Walau jujur belum menikmati hasil yang signifikan,” ungkapnya, Senin (4/8/2025).

Sudiarta juga katakan, cambuknya menanam cabai gagal hasil, itu tak menyurutkan semangat untuk terus mencoba. Karena terlalu lama saat itu menggeluti tanaman cabai. Dengan masa panen selama 1 tahun. Hingga bangkit, melihat teman dari Sumatera yang sukses menanam bawang merah. Maka mencoba menanam bawang merah, yang akhirnya juga mengalami kerugian. Tapi upaya ini terus dilakukan dan mempelajari segi mana yang perlu dievaluasi.

“Hingga tercetus ide menamakan Go Tani (Generasi Muda Sukses) yang intinya mengajak anak muda untuk mau terjun sebagai petani. Dimana peluang sebagai petani itu sangatlah bagus. Jika dikaji petani dengan sistem tradisional tentu kurang menarik. Maka kita kemas dengan lebih ke sistem modern. Hingga tekun menanam bawang merah itu tahun 2024. Walau termasuk baru, awalnya impian kini menjadi sebuah kenyataan hidup,” jelasnya yang merupakan anak asli Jembrana.

Menurutnya, panen bawang itu di daerah Awen, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara. Itu awak tahun 2025. Walau gagal pula panen, karena tanam bawang tidak boleh berdampingan tanaman padi. Musuh bawang merah itu adalah padi, yang mana obat-obatan padi itu sangat berpengaruh tumbuh kembangnya bawang merah. Modal saat itu habis, modal pinjaman bank juga di black list.

“Akhirnya beberapa teman digandeng sebagai investor. Hingga hasil riset untuk tanah di Jembrana, struktur tanahnya itu berpasir. Jika tanah itu keras berbentuk tanah liat, seperti tegalbadeng, Awen merupakan tanah padat dan kusam. Sehingga itulah sebenarnya kegagalan hasil tanam bawang,” papar Sugiarta.

Hingga ia menemukan struktur tanah bagus yang bercampur pasir di daerah Tegal Cangkring. Panen sekarang di luas sawah 1 hektar. Dan direncakan bulan depan akan memperluas masa tanam hingga 4 hektar. Dimana masa panen bawang merah itu 2 bulan sekali. Untuk varian bibit bawang di musim kemarau jenis Tajuk. Jika di musim hujan jenis Bima dari Brebes. Bisa juga biru batu atau batu Malang. Sama juga bibit dari Nganjuk, jenis bauci. Jenis ini merupakan tahan air saat musim penghujan.

“Untuk awal saat itu modal awal untuk lahan 1 hektar itu kisaran 200 juta. Untuk kebutuhan bibit 1,2 ton. Tapi dimasa tanam ke dua itu tidak ada lagi modal pengolahan lagi. Seperti pembuatan bedengan, dan alat pengairan. Maka paling butuh dana berkelanjutan sekitar 150 juta,” paparnya.

Sudiarta pun sampaikan, terkait harga, untuk harga naik turun di harga bawang merah signifikan adalah faktor cuaca. Katakata Brebes, Nganjuk dan Probolinggo itu pusatnya bawang. Tahun lalu itu mengalami kegagalan panen, sehingga stik nasional berkurang. Bahkan memasok ke luar pun sulit apalagi memenuhi kebutuhan daerah sendiri. Itulah menimbulkan lonjakan kenaikan harga bawang. HPP (Harga Pokok Penjualan) bibit bawang kisaran Rp.15.000 untuk petani.

Hasil panen bawang merah ini target pasar adalah Jembrana. Tidak melalui tengkulak tapi memasarkan sendiri, peking sendiri secara ritel. Maka dengan rincian luas 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman tangan anak muda. Untuk kebutuhan bawang merah di Jembrana perhari kisaran 10 ton.

“Bisnis bawang itu dalam jangka waktu 2 bulan sudah bisa di panen. Beda dengan coklat yang masa panen berjangka panjang. Sehingga peredaran uang lebih cepat di bawang. Petani bawang itu salah petani Sultan. Perawatan hanya fungisida, sehingga lebih cenderung ke pupuk anorganik,” ujarnya.

Sudiarta memberikan kiat jitu anak muda petani bawang adalah jangan lihat petani bawang sebagai petani, tapi lihatlah ini industri dan hasil industri. Bergelut sendiri, berjuang sendiri, berinovasi dan kerja profesional itu sebenarnya yang dilakukan anak muda sekarang. Petani itu kerja profesional, inovasi dan kreatif. Apapun jika dilakukan dengan tekun itu pasti bisa berhasil.

 

 

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Pangan Polres Jembrana Lakukan Pemantauan Harga Kebutuhan Pokok di PUN Jembrana

    Satgas Pangan Polres Jembrana Lakukan Pemantauan Harga Kebutuhan Pokok di PUN Jembrana

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.126
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Tim Satgas Pangan Polres Jembrana melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Umum Jembrana pada Sabtu, 1 Maret 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Si Ketut Arya Pinatih, S.H., M.H., atas perintah Kapolres Jembrana. Dalam pemantauan tersebut, tim mendatangi beberapa pedagang dan distributor untuk mengecek harga serta ketersediaan […]

  • Menikmati Sapo Tahu dan Ayam Rica-Rica Sajikan Khas Kuliner Tionghoa

    Menikmati Sapo Tahu dan Ayam Rica-Rica Sajikan Khas Kuliner Tionghoa

    • calendar_month Selasa, 28 Nov 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 760
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Sapo tahu adalah salah satu jenis masakan yang berasal dari Tiongkok. Sapo tahu ini awalnya dikenal sebagai masakan bagi para vegetarian karena bahan-bahannya tidak menggunakan daging atau ikan, melainkan hanya sayur dan rempah-rempah. Akan tetapi di Parivara Resto menampilkan dengan rempah dan olahan daging cumi dan daging ayam serta udang. Sementara ayam […]

  • Bupati Tamba Sebut HUT Kota Momen Bersama Membangun Jembrana Lebih Baik

    Bupati Tamba Sebut HUT Kota Momen Bersama Membangun Jembrana Lebih Baik

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Jembrana – Kota Negara Kabupaten Jembrana kini genap berusia ke-129. Salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang berada di ujung barat sekaligus sebagai pintu gerbang utama memisahkan pulau Bali dengan Pulau Jawa. Bupati Tamba Apresiasi Program Bakti BUMN Batch VI Wujudkan Desa Mandiri Sejarah Kota Negara sendiri memiliki cerita Panjang. Munculnya nama Jembrana berasal dari […]

  • Kembang Sampaikan Aspirasi Pedagang PUN Ke Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Bali

    Kembang Sampaikan Aspirasi Pedagang PUN Ke Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Bali

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 740
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bertindak cepat merespons keluhan pedagang, dengan mendatangi langsung Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Bali yang diterima langsung kepada Balai, Sunarjito, ST.MT dan sejumlah pejabat Balai lainnya, Jumat (5/12). Kedatangan Bupati Kembang ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi mendesak dari para pedagang Pasar Umum Negara, yang saat ini […]

  • Bhakti Sosial Polres Jembrana Bagikan Air Bersih di Hari Ulang Tahun Humas Polri Ke-72

    Bhakti Sosial Polres Jembrana Bagikan Air Bersih di Hari Ulang Tahun Humas Polri Ke-72

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Polres Jembrana melaksanakan Bhakti Sosial Pembagian Air Bersih kepada warga yang membutuhkan dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Humas Polri ke-72 pada hari Rabu, 4 Oktober 2023. Kegiatan ini berlangsung di Lingkungan Sawe Rangsasa, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan/Kabupaten Jembrana dari pukul 09.00 hingga 10.30 Wita. Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi Humas Polres Jembrana […]

  • Warga Pesisir Tegalbadeng Barat Lakukan Ritual Safar Ditepian Pantai

    Warga Pesisir Tegalbadeng Barat Lakukan Ritual Safar Ditepian Pantai

    • calendar_month Jumat, 15 Sep 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 548
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Tradisi Nyapar merupakan tradisi masyarakat pesisir masyarakat di Tegalbadeng Barat, Jembrana, Bali yang dilakukan bersama-sama dengan selametan, berzikir dan berdoa tolak bala. Tradisi ini dilaksanakan pada bulan Safar. Bulan Safar dipercayai sebagai hari naas, sehingga dilaksanakan tradisi Nyapar oleh masyarakat. Tradisi ini bertujuan menolak bala agar diberikan keselamatan semua anggota keluarganya, Jumat […]

expand_less