Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pendidikan » Wida’ Syair Khas Loloan Tentang Perpisahan 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan

Wida’ Syair Khas Loloan Tentang Perpisahan 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
  • visibility 1.045
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Wida’ atau sering disebut “Ngewida”, merupakan tradisi yang cukup unik, dan hanya ada di Loloan yaitu tradisi “Ngewida’. Ngewida’ cukup unik karena hanya dilaksanakan pada 10 malam terakhir Ramadhan. Sesuai dengan artinya Ngewida’ membaca syair syair pujian sebagai bentuk perpisahan akan bulan Ramadhan, bulan yang mempunyai malam Seribu Bulan.

Sekitar abad ke 18 Masehi hingga abad ke 19 Masehi, para Tuan Guru – Tuan Guru (sebutan ulama/orang alim di Loloan pada abad ke 18 Masehi), sangat bersedih menjelang tibanya 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Kesedihan para Tuan Guru / Ulama dahulu, ditumpahkan dalam bentuk pujian-pujian dengan menggubah syair-syair khas Bugis – Melayu Loloan, yang bertujuan untuk menghidupkan suasana 10 malam terakhir Ramadhan sampai akhir malam Ramadhan.

banner 336x280

Syair “ngewida’“ yang cukup populer dibaca oleh para ahli wida’ yaitu syair rakbi. Tradisi ‘ngewida’ ini dilakukan pada sekitar jam 12 malam hingga jam 2 pagi, dengan suara lengkingan yang cukup panjang dan tinggi, memecah kesunyian dan keheningan malam terdengar syair alunan kesedihan akan berakhirnya bulan Ramadhan.

Kata Wida berasal dari bahasa Arab yang berarti “perpisahan”, oleh para ahli syair wida’ tradisi ini sering disebut “Ngewida’, dan tradisi ini hanya ada di Loloan saja. Wida’ sebenarnya merupakan warisan tradisi Bugis Melayu Loloan, karena kata Wida’ juga berasal dari serapan bahasa Bugis yg berarti “selamat tinggal”.

Cerita langsung tentang kepercayaan masyarakat Loloan terkait bulan Ramadhan, yang diceritakan langsung oleh H. Ichsan kepada keponakannya yang bernama Suldan pada sekitar tahun 1980’an,

Bahwa pada bulan Ramadhan para Datuk-Datuk kita mendapatkan remisi dari Alloh SWT pulang ke rumah asalnya semasih di dunia fana ini, nah selama satu bulan tidak ada pertanyaan dari Malaikat Alam Barzah.

“Sehingga dengan syair wida’ itu membantu mengantar para datuk-datuk awak nih pulang lagi ke alam Barzah, setelah dapat libur/remisi selama satu bulan di bulan Ramadhan, libur satu bulan itu sama dengan libur setahun tidak mendapatkan pertanyaan dari Malaikat,” tutur H.Ichsan kepada Suldan saat itu, penjelasan Suldan kepada penulis di tahun 2022 silam. ™

Oleh : Eka Sabara

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Nelayan Pengambengan, Ikan Lemuru Produksi Bernilai Ekonomi

    Kisah Nelayan Pengambengan, Ikan Lemuru Produksi Bernilai Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Di tahun 1990’an Sardinela Longiceps, atau Ikan Plagis yang lebih dikenal dengan nama lemuru atau di Bali terkenal dengan nama Be’koching, merupakan tangkapan favorit para nelayan pesisir selatan Kota Negara. Yang identik dengan kampung nelayan Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana – Bali, Kamis (14/03). Cerita ini dituturkan Budayawan Eka Sabara dalam buku […]

  • Pemkab Jembrana Gandeng Ritel Modern, UMKM Lokal Siap Naik Kelas

    Pemkab Jembrana Gandeng Ritel Modern, UMKM Lokal Siap Naik Kelas

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 2.972
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Langkah mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi mewajibkan toko modern berjejaring di wilayahnya untuk menampung dan menjual produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jembrana. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sektor UMKM dan memberikan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Mengawali, […]

  • Isi Luang Waktu Bupati dan Wakil Blusukan ke Petani Kakao Jembrana

    Isi Luang Waktu Bupati dan Wakil Blusukan ke Petani Kakao Jembrana

    • calendar_month Minggu, 19 Mei 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 593
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) mengisi hari libur dengan blusukan ke perkebunan kakao milik masyarakat di Banjar Munduk Tumpeng, desa Berangbang, Kecamatan Negara, Sabtu (18/5/2024). Dengan mengendarai sepeda motor, Tamba Ipat menyusuri jalan ke pelosok perkebunan warga untuk melihat langsung tanaman maupun buah […]

  • Kunjungan Wisata Religi Pangdam IX/Udayana ke Pura Besakih

    Kunjungan Wisata Religi Pangdam IX/Udayana ke Pura Besakih

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Karangasem suarajembrana.com – Danrem 163/WSA, Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, S,H beserta istri menyambut Kedatangan Pangdam IX/Udayana bersama rombongan. Pangdam IX/Udayana, Mayjen. TNI. Muhammad Zamroni, SIP., M.Si., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IX/Udayana, Ny. Dessy Muhammad Zamroni melaksanakan wisata religi ke Pura Penataran Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem pada […]

  • Kodim 1617/Jembrana Gelar Peringatan Hari Juang TNI AD Ke 78 Tahun 2023

    Kodim 1617/Jembrana Gelar Peringatan Hari Juang TNI AD Ke 78 Tahun 2023

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 633
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Puncak peringatan Hari Juang TNI AD Ke 78 Tahun 2023 yang jatuh tanggal 15 Desember 2023 diperingati secara sederhana oleh Kodim 1617/Jembrana beserta jajarannya. Upacara memperingati Hari Juang TNI AD Ke 78 Tahun 2023 pun digelar di lapangan apel Makodim 1617/Jembrana, Jalan Ngurah Rai No 135 Negara, Jumat (15/12/2023) Dandim 1617/Jembrana Letkol […]

  • TNI Pulihkan Akses Warga, Jembatan Garuda Nusamara dan Sekarkejula Resmi Diresmikan

    TNI Pulihkan Akses Warga, Jembatan Garuda Nusamara dan Sekarkejula Resmi Diresmikan

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Jembrana – Akses mobilitas masyarakat di wilayah Yehembang Kangin dan Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, kini mendapat penguatan setelah Jembatan Perintis Garuda Nusamara dan Sekarkejula resmi ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, yang langsung didampingi Dandim 1617, Letkol Inf. Sy. Gafur Thalib, Sekda Jembrana I […]

expand_less