Peringatan Sejarah Ekspedisi Sunda Kecil: Mengenang Jejak Heroik I Gusti Ngurah Rai di Jembrana
- account_circle Ed27
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 40
- comment 0 komentar

suarajembrana.com – Peringatan pendaratan Ekspedisi Pejuang Sunda Kecil kembali digelar dengan penuh khidmat pada 5 April, mengenang perjuangan heroik pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Bali yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sejarah mencatat, ekspedisi ini merupakan langkah strategis pada akhir 1945 hingga awal 1946, ketika Ngurah Rai bersama pasukannya berangkat ke Pulau Jawa untuk menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat di Yogyakarta serta mencari dukungan persenjataan dalam menghadapi kembalinya Belanda ke Bali.
Puncak peristiwa bersejarah terjadi pada April 1946. Awalnya, rombongan direncanakan mendarat pada 4 April di Pantai Yeh Kuning, namun terkendala cuaca buruk dan kebocoran perahu. Setelah sempat kembali ke Muncar, Jawa Timur, pasukan akhirnya berhasil mendarat sehari kemudian, 5 April 1946, di lokasi yang sama. Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju Munduk Malang di wilayah Tabanan yang kemudian dikenal sebagai cikal bakal terbentuknya Kodam IX/Udayana.
Ketua LVRI setempat, I Ketut Gede, menjelaskan bahwa ekspedisi tersebut juga diwarnai peristiwa penting berupa pertempuran laut di perairan Gilimanuk. Dalam peristiwa yang dikenal sebagai Perang Lintas Laut Gilimanuk, pasukan TKR sempat terlibat kontak senjata dengan Belanda, Minggu (5/4).
“Keputusan Ngurah Rai untuk kembali ke Muncar karena perahu bocor justru menjadi langkah penyelamatan. Belanda terkecoh, sehingga pasukan utama bisa mendarat dengan selamat dan melanjutkan perjuangan,” ujarnya.
Momentum peringatan tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari tabur bunga, doa bersama, hingga penyerahan buku perjuangan Ngurah Rai. Ketua Legiun Veteran Kabupaten Jembrana menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat akan nilai-nilai patriotisme, khususnya dalam mengenang perjuangan pasukan Ciung Wanara yang mencapai puncaknya dalam Pertempuran Margarana.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Bali, I GA Mirah Virgayanti, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong pelestarian sejarah melalui seminar, penerbitan buku, yang dikelola langsung Redaksi Suara YKP. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh kabupaten/kota di Bali, baik secara luring maupun daring.
Ketua Pemuda Panca Marga Kabupaten Jembrana, I Made Sudantra, turut mengapresiasi dukungan Pemkab Jembrana, Camat Pekutatan, para Legium Veteran Jembrana, YKP, Kampus Wirabakti, Babinsa dan Bimas Pekutatan, sehingga peringatan tahunan ini dapat berlangsung dengan lancar dan penuh makna.
“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi tonggak sejarah penting. Generasi muda harus memahami dan menjaga nilai perjuangan bangsa,” tegasnya.
Peringatan ini menjadi refleksi bahwa semangat juang para pahlawan, khususnya I Gusti Ngurah Rai, tetap relevan hingga kini sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa Indonesia. ™
- Penulis: Ed27

Comment