Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pendidikan » Pengabenan Kusa Pranawa Kerangka Manusia Prasejarah Gilimanuk

Pengabenan Kusa Pranawa Kerangka Manusia Prasejarah Gilimanuk

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
  • visibility 678
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Rangkain upacara pengabenan terhadap kerangka manusia prasejarah atau manusia purba di Museum Purbakala Gilimanuk, digelar pada Rabu (31/1).

Berlangsung rangkaian Uleman Manggala Praja sebagai guru saksi yang dihadiri Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, Sekda I Made Budiasa, Pj. Gubernur Bali yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kapolda Bali yang diwakili Kabid Labfor Polda Bali, Asisten Laboratorium Bioantropologi & Paleoantropologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada dan undangan lainnya.

banner 336x280

Upacara dengan mengambil tingkatan Ngaben Kusa Pranawa yang berarti upacara pengabenan dengan menggunakan simbol berupa sarana pengawak daun alang-alang yang merupakan simbolis badan manusia sehingga jasad atau kerangka dibuatkan simbol.Dari ratusan tulang dijadikan dua sekah/puspa lingga (simbol roh) lanang istri untuk kemudian di sucikan secara hindu dan upacara ini di puput (prosesi upacara dipimpin) oleh lima orang sulinggih.

Selain menyucikan kerangka manusia prasejarah yang disimbolkan alang-alang tersebut, secara kolektif upacara pengabenan ini juga diikuti oleh masyarakat di Kabupaten Jembrana. Untuk ngaben kolektif masyarakat umum ini diikuti sebanyak 7 sawa, mamukur sebanyak 12 dan ngelungah sebanyak 26.

Sementara khusus dari kerangka manusia prasejarah Gilimanuk yang tersimpan di Universitas Gadjah Mada sebanyak 275 dilaksanakan upacara ngulapin di segara.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan telah mencari informasi dan data-data terkait dengan apakah diperbolehkan untuk dilaksanakan upacara pengabenan Kusa Pranawa bagi kerangka manusia prasejarah Gilimanuk.

“Saya tidak tahu kawitannya (leluhurnya) ini siapa, ini kan kerangka manusia prasejarah yang ada di kabupaten Jembrana. Mungkin jika ini binatang prasejarah saya tidak ambil pusing, tapi karena ini manusia menjadi beban pikiran saya. Wajib saya sebagai Bupati untuk melaksanakan penyucian terhadap kerangka-kerangka manusi yang ada di Gilimanuk ini,” ungkapnya.

Bupati Tamba juga mengatakan pengabenan Kusa Pranawa dengan dilaksanakan kepada kerangka manusia prasejarah Gilimanuk yang tersimpan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan cara ngulapin (memanggil) roh mereka untuk kembali ke Gilimanuk.

“Ternyata dalam perjalanannya, kami menemukan kerangka yang ada disini, ada juga di lab UGM. Sebanyak 275 ada kerangka disitu yang diteliti oleh para ahli di UGM. Secara Niskala seluruh kerangka atau roh yang ada disitu sudah kita panggil untuk pulang ke tanah Gilimanuk, hari ini kita sucikan dengan kita sebut sebagai pengabenan Kusa Pranawa,” kata Bupati Tamba.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Menparekraf yang telah memberikan dukungan serta Polda Bali, Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten lainnya di Bali yang telah bisa hadir untuk mendukung pelaksanaan upacara pengabenan Kusa Pranawa ini.

“Astungkara hari ini perwakilan dari Pak Kapolda dan Pj. Gubernur dan kesaksian Menteri parekraf bapak Sandiaga Uno saya mengucapkan terimakasih atas seluruh dukungan sehingga acara pengabenan Kusa Pranawa di Gilimanuk ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh Bendesa Adat dan masyarakat baik yang terlibat langsung maupun yang memberikan dukungan sehingga upacara pengabenan ini dapat terlaksana.

“Dan juga saya ucapkan terima kasih kepada Bendesa Adat se-kabupaten Jembrana, masyarakat Gilimanuk dan masyarakat se-Kecamatan Melaya yang sangat luar biasa, semoga dengan selesainya acara ini Jembrana akan menjadi lebih baik dan nyaman serta sukses menuju Jembrana Emas Tahun 2026,” lanjutnya.

Setelah upacara pengabenan Kusa Pranawa selesai, Bupati Tamba menyampaikan untuk sementara roh/atman yang telah disucikan akan dikembalikan ke laut karena bangunan untuk menyemayamkan roh-roh tersebut akan segera dibangun.

“Di anggaran perubahan ini kita akan membangun Gedong Purba, untuk saat ini setelah meajar-ajar kita larung dulu di segara (laut), nanti pada saatnya kita ngulapin (memanggil roh) baru kita linggihkan di Gedong Purba,” tuturnya.

Disisi lain, Dismas Rienthar Adhyaksa, Asisten Laboratorium Bioantropologi & Paleoantropologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengatakan kerangka manusia prasejarah Gilimanuk yang tersimpan di UGM diperkirakan berumur 2000an tahun. Selain disimpan, kerangka tersebut digunakan sebagai objek penelitian.

“Di Laboratorium Bioantropologi & Paleoantropologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menyimpan kerangka manusia Gilimanuk dengan usia diperkirakan itu 2000 tahun yang jumlahnya 275 individu. Yang kami lakukan selain menyimpan dan mengkonservasi, kami juga melakukan penelitian terutama yang berkaitan dengan Paleoantropologi yaitu semacam studi ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang ada di manusia-manusia purba,” ucapnya.

Dikatakannya, kerangka manusia prasejarah Gilimanuk tidak hanya terdiri dari satu kelompok masyarakat, melainkan ditemukan sejumlah ciri-ciri berbeda pada kerangka yang diteliti.

“Di dalam situs Gilimanuk ditemukan berbagai variasi genetika yaitu mengindikasikan bahwa manusia-manusia yang di Gilimanuk yang dikuburkan disitu bukan berasal dari satu komunitas atau kelompok masyarakat saja. Kemungkinan itu berasal dari berbagai masyarakat di luar Gilimanuk. Dari indikasi itu, kami menginterpretasikan bahwa situs Gilimanuk itu boleh dibilang spesial, istimewa itu bisa karena disucikan atau memang cocok untuk penguburan,” jelas Dismas.

Terkait dengan Upacara Ngaben Kusa Pranawa, Dismas mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana. Hal ini menurutnya sebagai wujud penghormatan terhadap kerangka manusia prasejarah sebagai leluhur masyarakat di Gilimanuk.

“Jasad-jasad mereka yang telah meninggal, membantu kita belajar berbagai hal tentang evolusi, migrasi, forensik hingga status kesehatan masa lalu yang dapat menjadi rujukan kita untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Sudah selayaknya kita menghormati dan memperlakukan jasad-jasad tersebut seperti manusia yang masih hidup,” pungkasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Kembang: ASN Harus Responsif di Media Sosial dan Menjaga Kepercayaan Publik

    Bupati Kembang: ASN Harus Responsif di Media Sosial dan Menjaga Kepercayaan Publik

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Jembrana – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 di Aula Lantai 2 Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Selasa (12/5). Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, Sekretaris Daerah I Made Budiasa, […]

  • Bupati Jembrana Soroti Kinerja Panitia Lomba Layang-Layang: Kecewa dengan Pelaksanaan

    Bupati Jembrana Soroti Kinerja Panitia Lomba Layang-Layang: Kecewa dengan Pelaksanaan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Penyelenggaraan Lomba Layang-Layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8) memicu gelombang kekecewaan mendalam dari para peserta (rare angon) hingga Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Event yang diselenggarakan oleh organisasi Kite Pelangi Jembrana tersebut dinilai gagal disajikan secara profesional akibat buruknya manajemen teknis, minimnya koordinasi, hingga ketidaktransparanan penilaian. Padahal dengan kapasitas dan […]

  • Pemerintah Gerak Cepat, Bupati Kembang Tinjau Lokasi Terdampak Bencana Alam di Jembrana

    Pemerintah Gerak Cepat, Bupati Kembang Tinjau Lokasi Terdampak Bencana Alam di Jembrana

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 750
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengecek langsung beberapa titik terdampak bencana di wilayah Jembrana pada Minggu (1/6). Hujan deras pada hari sebelumnya mengakibatkan beberapa wilayah terendam banjir, serta senderan jebol. Bahkan jembatan penghubung Banjar Yehbuah menuju Pangkung Kwa dan Banjar Tembles putus karena tingginya volume air. Kembang saat meninjau didampingi Kepala Dinas […]

  • Kembang Terima Obor Api Porprov XVI Bali 2025, Tanda Semangat Sportivitas Membara

    Kembang Terima Obor Api Porprov XVI Bali 2025, Tanda Semangat Sportivitas Membara

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 3.338
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Suasana meriah dan penuh semangat menyelimuti Kantor Bupati Jembrana saat obor api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Bali Tahun 2025 secara resmi diserahkan kepada Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, Senin (8/9). Penyerahan obor ini menjadi rangkaian awal acara Porprov Bali yang akan digelar di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Bali pada 9-17 […]

  • Sekda Jembrana Pimpin Apel Rutin Awal Tahun 2025

    Sekda Jembrana Pimpin Apel Rutin Awal Tahun 2025

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 589
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana melaksanakan Apel rutin awal tahun 2025 diikuti oleh seluruh ASN dan pegawai Non ASN di lingkup Pemkab Jembrana bertempat di depan Kantor Bupati Jembrana, Senin (6/1/2025). Sekretaris Daerah Jembrana I Made Budiasa, yang bertindak sebagai Pembina apel mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025, semoga di tahun 2025 ini kita senantiasa dianugerahi […]

  • Operasi Antik Agung 2025, Polres Jembrana Ungkap 5 Kasus Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika

    Operasi Antik Agung 2025, Polres Jembrana Ungkap 5 Kasus Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 549
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Operasi Antik Agung 2025 yang digelar Polres Jembrana selama 16 hari, dari tanggal 22 Januari hingga 6 Februari 2025 berhasil mengungkap lima (5) kasus tindak pidana penyalahgunaan Narkotika. Dari hasil tersebut, Satuan Res Narkoba Polres Jembrana mengamankan enam (6) tersangka laki–laki dengan total barang bukti sabu–sabu seberat 64,98 gram bruto, 58,61 gram netto. […]

expand_less