Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Penampilan Terakhir Kabupaten Jembrana di PKB 2025, Sekaa Gong Kebyar Genta Gargita Tuai Pujian

Penampilan Terakhir Kabupaten Jembrana di PKB 2025, Sekaa Gong Kebyar Genta Gargita Tuai Pujian

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 599
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Menjelang berakhirnya pagelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Kabupaten Jembrana kembali unjuk gigi dengan menyuguhkan penampinan duta Gong Kebyar Genta Gargita, Banjar Anyarsari Kangin, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Senin (14/7) malam.

Penampilan duta gong kebyar dewasa ini juga sekaligus menjadi penutup rangkaian partisipasi Jembrana dalam event seni dan budaya tahunan yang paling bergensi di Pulau Dewata ini.

banner 336x280

Tampil sebagai Duta Kabupaten Jembrana, Sekaa Gong Kebyar Genta Gargita mengawali penampilan dengan membawakan Tabuh Nem Kreasi “Jaladri”.

Kata Jaladri artinya Laut. Ketika memandangi laut dari pesisir, seolah-olah tiada ujung dan batas , jauh dan luas sekali. Desiran sepoi-sepoi angin laut seolah-olah mengalunkan musik alam. Terdengar sayup-sayup, tapi merdu, merdu sekali. Namun sayang, tiba tiba ombak datang, deburannya merubah melodi, suasana dan dinamika heningnya musik angin laut tadi.

Terinspirasi dari semua itu, penggarap mencoba mengolah sebuah garapan Tabuh Nem Kreasi Baru dalam bentuk karawitan, dengan mengikuti jajar pageh karawitan Bali, dengan mengambil nama “Jaladri”.

Penampilan pun dilanjutkan dengan Tari Kreasi Kekebyaran ” Ni Lukat Lakut”. Tari kreasi ini merepresentasikan Jagat Kerthi pada keseimbangan antara manusia (buana alit) dan alam (buana agung) agar selaras dan harmoni. Diwujudkan melalui tindakan merawat tanah, menjaga air, menyucikan udara, dan menempatkan manusia sebagai bagian, bukan penguasa.

Tapi bagaimana jika yang terjadi justru sebaliknya? Ladang-ladang dibisniskan, hutan dijadikan wacana, dan sungai hanya mengalirkan sampah dan janji. Di tengah absurditas itu, berdirilah Ni Lukat Lakut—sebuah tubuh buatan dari jerami dan kain lusuh. Ia bukan manusia, tapi menanggung beban kemanusiaan yang lupa arah.

Nyi Lukat Lakut adalah tubuh yang dipasang untuk menjaga, namun tak pernah diberi hak untuk hidup. Ia berdiri demi panen yang tak ia nikmati. Ia menjadi simbol perlindungan, tapi juga simbol keterikatan—terhadap tanah, terhadap kuasa, terhadap harapan yang diam-diam memudar. Ni Lukat Lakut adalah pertanyaan.

Tentang siapa yang menjaga, dan siapa yang dijaga.. Tentang siapa yang berkuasa, dan siapa yang hanya dipasang untuk terlihat berguna. Jika Jagat Kerthi adalah harmoni, maka Nyi Lukat Lakut adalah pengingat bahwa harmoni bukan sekedar janji.

Tari ini lahir dari tafsir koreografi atas sosok lakut—orang-orangan sawah. Dalam tubuh fiksional “Ni”, sebagai pengingat bahwa alam harus dimuliakan dan disucikan (Lukat). Dalam lanskap bunyi, estetika gamelan jegog dari Jembrana kami hadirkan sebagai upaya menghadirkan semangat kekebyaran yang lain.

Selanjutnya, penampilan pun ditutup dengan Fragmen Tari “Nusa Sari”, yang terinspirasi dari sebuah nama desa di yang berada di wilayah Kecamatan Melaya, Jembrana.

Dikisahkan Raja Klungkung, I Dewa Agung Jambe melaksanakan parum agung untuk membahas tentang banyaknya jumlah penduduk di Nusa Penida yang mana wilayah Nusa Penida tidaklah cukup luas, serta minimnya sumber pencarian sehingga, Sang Raja memutuskan untuk memindahkan penduduk Nusa Penida 121 kepala keluarga ke wilawah Jembrana yang notabene masih kosong dan merupakan wilayah hutan belantara.

Dipimpin oleh I Gusti Ketut Tangeb, rombongan tersebut berangkat menuju wilayah Bali Barat. Jembrana merupakan kawasan hutan yang masih asri dan belum pernah dijamah oleh manusia, hutan ini juga sangat angker, selain dihuni oleh satwa liar, hutan ini juga dihuni oleh makhluk gaib yang tak kasat mata.

Setibanya di wilayah yang ditentukan untuk dijadikan tempat hunian, banyak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, seperti diganggu oleh Binatang buas, tersesat didalam hutan, ada yang sakit karena terkena upas/racun pohon, bahkan banyak dari penduduk nusa yang diganggu oleh makhluk gaib penunggu hutan, sehingga proses perabatan hutan tidak bisa berjalan.

Melihat kejanggalan-kejanggalan yang terjadi maka I Gusti Ketut Tangeb kembali dan menghadap raja untuk meminta petunjuk, berdasarkan kekuatan batin dan petunjuk yang didapat, maka sang Raja memberikan sesuatu untuk dijadikan tumbal/pakelem dan raja memerintahkan agar pakelem ini ditanam di Tengah area yang akan dijadikan pemukiman.

Setelah melaksanakan titah sang raja, maka barulah proses perabatan hutan bisa dilaksanakan, dan masyarakat mendirikan perahyangan suci guna bisa memuja dan memohon perlindungan ditempat yang baru.

Penampilan Duta Jembrana pun mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Hal ini terlihat dari banyaknya penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra. Penampilan mereka pun disaksikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi Ny. Ani Setiawarini, Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, berserta Ny. Inda Swari Dewi, Sekda I Made Budiasa serta Kepala OPD dilingkungan Pemkab Jembrana.

Bupati Kembang mengungkapkan kehadiran duta Jembrana tidak hanya membawa cultur yang kuat, tetapi juga menunjukkan komitmen daerah dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali.

Dengan penampilan ini, Sekaa Gong Kebyar Genta Gargita tidak hanya mengharumkan nama Jembrana, tetapi juga memperkuat eksistensi seni tradisi di tengah generasi muda masa kini.

“Tentu kedepannya kita berharap, duta-duta Kabupaten Jembrana yang akan datang lebih kreatif dan inovatif sehingga bisa memberikan suguhan yang menarik dan memukau masyarakat,” tutupnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edukasi Polres Jembrana Bertajuk “Polisi Sahabat Anak” di TK Tunas Harapan

    Edukasi Polres Jembrana Bertajuk “Polisi Sahabat Anak” di TK Tunas Harapan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 456
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Dalam rangka mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sejak usia dini, Satuan Binmas dan Satlantas Polres Jembrana menggelar kegiatan kunjungan ke Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Harapan, Desa Tegal Badeng Timur, Jumat (25/7/2025) pagi. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita ini menjadi bagian dari program “Polisi Sahabat Anak”, yang dikemas dalam bentuk field […]

  • Jaring Bibit Unggul, Bupati Buka Turnamen Tenis Meja Bupati Cup 2025

    Jaring Bibit Unggul, Bupati Buka Turnamen Tenis Meja Bupati Cup 2025

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 820
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Turnamen Tenis Meja “Bupati Cup 2025” resmi dibuka oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, di GOR Kresna Jvara, Sabtu (9/8/2025). Turnamen yang digelar selama dua hari, 9–10 Agustus 2025 ini menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia olahraga, sekaligus langkah awal dalam membangun prestasi khusus tenis meja di Kabupaten Jembrana. Bupati Kembang Hartawan […]

  • Polres Jembrana Dan Bulog Gencar Gerakan Pangan Murah di Negara

    Polres Jembrana Dan Bulog Gencar Gerakan Pangan Murah di Negara

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 682
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Polres Jembrana melalui Polsek Negara bekerja sama dengan Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah di Jalan Jempiring, depan Balai Lingkungan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Selasa (12/8) pagi. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 08.00 WITA ini menyediakan beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dengan harga terjangkau bagi masyarakat. […]

  • Semarak 78 Tahun Kemerdekaan Para Pelajar Lantunkan Indonesia Negeriku

    Semarak 78 Tahun Kemerdekaan Para Pelajar Lantunkan Indonesia Negeriku

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 855
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Program belajar merdeka para pelajar bebas berkreasi di bidang akademik dan non akademik. Merdeka Belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Salah satunya adalah musik yang termasuk non akademik. Joyful Music Course adalah sebuah […]

  • Sampaikan Duka Cita, Kembang Hartawan Serahkan Bantuan Kepada Warga Korban Bencana Alam

    Sampaikan Duka Cita, Kembang Hartawan Serahkan Bantuan Kepada Warga Korban Bencana Alam

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 667
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyerahkan bantuan kepada dua keluarga warga Jembrana korban bencana alam, bertempat di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, pada Rabu (14/5).Bantuan itu sekaligus sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah kepada warganya yang terdampak bencana alam. Diketahui, cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Jembrana beberapa waktu lalu telah mengakibatkan korban jiwa. […]

  • Perdana, Jembrana Satukan Lintas Sektor Bahas Agenda Pembangunan Strategis

    Perdana, Jembrana Satukan Lintas Sektor Bahas Agenda Pembangunan Strategis

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 396
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana melakukan terobosan baru dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Konsolidasi lintas sektoral berskala besar pada Jumat (13/03/2026). Bertempat di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno. Pertemuan ini menghadirkan 816 peserta yang merupakan perangkat kewilayahan, desa adat serta tokoh masyarakat sebagai garda terdepan pemerintahan. Pertemuan ini memberikan Pemaparan Strategis, Dari Ketahanan Pangan […]

expand_less