Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Penampilan Terakhir Kabupaten Jembrana di PKB 2025, Sekaa Gong Kebyar Genta Gargita Tuai Pujian

Penampilan Terakhir Kabupaten Jembrana di PKB 2025, Sekaa Gong Kebyar Genta Gargita Tuai Pujian

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 695
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Menjelang berakhirnya pagelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Kabupaten Jembrana kembali unjuk gigi dengan menyuguhkan penampinan duta Gong Kebyar Genta Gargita, Banjar Anyarsari Kangin, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Senin (14/7) malam.

Penampilan duta gong kebyar dewasa ini juga sekaligus menjadi penutup rangkaian partisipasi Jembrana dalam event seni dan budaya tahunan yang paling bergensi di Pulau Dewata ini.

banner 336x280

Tampil sebagai Duta Kabupaten Jembrana, Sekaa Gong Kebyar Genta Gargita mengawali penampilan dengan membawakan Tabuh Nem Kreasi “Jaladri”.

Kata Jaladri artinya Laut. Ketika memandangi laut dari pesisir, seolah-olah tiada ujung dan batas , jauh dan luas sekali. Desiran sepoi-sepoi angin laut seolah-olah mengalunkan musik alam. Terdengar sayup-sayup, tapi merdu, merdu sekali. Namun sayang, tiba tiba ombak datang, deburannya merubah melodi, suasana dan dinamika heningnya musik angin laut tadi.

Terinspirasi dari semua itu, penggarap mencoba mengolah sebuah garapan Tabuh Nem Kreasi Baru dalam bentuk karawitan, dengan mengikuti jajar pageh karawitan Bali, dengan mengambil nama “Jaladri”.

Penampilan pun dilanjutkan dengan Tari Kreasi Kekebyaran ” Ni Lukat Lakut”. Tari kreasi ini merepresentasikan Jagat Kerthi pada keseimbangan antara manusia (buana alit) dan alam (buana agung) agar selaras dan harmoni. Diwujudkan melalui tindakan merawat tanah, menjaga air, menyucikan udara, dan menempatkan manusia sebagai bagian, bukan penguasa.

Tapi bagaimana jika yang terjadi justru sebaliknya? Ladang-ladang dibisniskan, hutan dijadikan wacana, dan sungai hanya mengalirkan sampah dan janji. Di tengah absurditas itu, berdirilah Ni Lukat Lakut—sebuah tubuh buatan dari jerami dan kain lusuh. Ia bukan manusia, tapi menanggung beban kemanusiaan yang lupa arah.

Nyi Lukat Lakut adalah tubuh yang dipasang untuk menjaga, namun tak pernah diberi hak untuk hidup. Ia berdiri demi panen yang tak ia nikmati. Ia menjadi simbol perlindungan, tapi juga simbol keterikatan—terhadap tanah, terhadap kuasa, terhadap harapan yang diam-diam memudar. Ni Lukat Lakut adalah pertanyaan.

Tentang siapa yang menjaga, dan siapa yang dijaga.. Tentang siapa yang berkuasa, dan siapa yang hanya dipasang untuk terlihat berguna. Jika Jagat Kerthi adalah harmoni, maka Nyi Lukat Lakut adalah pengingat bahwa harmoni bukan sekedar janji.

Tari ini lahir dari tafsir koreografi atas sosok lakut—orang-orangan sawah. Dalam tubuh fiksional “Ni”, sebagai pengingat bahwa alam harus dimuliakan dan disucikan (Lukat). Dalam lanskap bunyi, estetika gamelan jegog dari Jembrana kami hadirkan sebagai upaya menghadirkan semangat kekebyaran yang lain.

Selanjutnya, penampilan pun ditutup dengan Fragmen Tari “Nusa Sari”, yang terinspirasi dari sebuah nama desa di yang berada di wilayah Kecamatan Melaya, Jembrana.

Dikisahkan Raja Klungkung, I Dewa Agung Jambe melaksanakan parum agung untuk membahas tentang banyaknya jumlah penduduk di Nusa Penida yang mana wilayah Nusa Penida tidaklah cukup luas, serta minimnya sumber pencarian sehingga, Sang Raja memutuskan untuk memindahkan penduduk Nusa Penida 121 kepala keluarga ke wilawah Jembrana yang notabene masih kosong dan merupakan wilayah hutan belantara.

Dipimpin oleh I Gusti Ketut Tangeb, rombongan tersebut berangkat menuju wilayah Bali Barat. Jembrana merupakan kawasan hutan yang masih asri dan belum pernah dijamah oleh manusia, hutan ini juga sangat angker, selain dihuni oleh satwa liar, hutan ini juga dihuni oleh makhluk gaib yang tak kasat mata.

Setibanya di wilayah yang ditentukan untuk dijadikan tempat hunian, banyak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, seperti diganggu oleh Binatang buas, tersesat didalam hutan, ada yang sakit karena terkena upas/racun pohon, bahkan banyak dari penduduk nusa yang diganggu oleh makhluk gaib penunggu hutan, sehingga proses perabatan hutan tidak bisa berjalan.

Melihat kejanggalan-kejanggalan yang terjadi maka I Gusti Ketut Tangeb kembali dan menghadap raja untuk meminta petunjuk, berdasarkan kekuatan batin dan petunjuk yang didapat, maka sang Raja memberikan sesuatu untuk dijadikan tumbal/pakelem dan raja memerintahkan agar pakelem ini ditanam di Tengah area yang akan dijadikan pemukiman.

Setelah melaksanakan titah sang raja, maka barulah proses perabatan hutan bisa dilaksanakan, dan masyarakat mendirikan perahyangan suci guna bisa memuja dan memohon perlindungan ditempat yang baru.

Penampilan Duta Jembrana pun mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Hal ini terlihat dari banyaknya penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra. Penampilan mereka pun disaksikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi Ny. Ani Setiawarini, Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, berserta Ny. Inda Swari Dewi, Sekda I Made Budiasa serta Kepala OPD dilingkungan Pemkab Jembrana.

Bupati Kembang mengungkapkan kehadiran duta Jembrana tidak hanya membawa cultur yang kuat, tetapi juga menunjukkan komitmen daerah dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali.

Dengan penampilan ini, Sekaa Gong Kebyar Genta Gargita tidak hanya mengharumkan nama Jembrana, tetapi juga memperkuat eksistensi seni tradisi di tengah generasi muda masa kini.

“Tentu kedepannya kita berharap, duta-duta Kabupaten Jembrana yang akan datang lebih kreatif dan inovatif sehingga bisa memberikan suguhan yang menarik dan memukau masyarakat,” tutupnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Genjot PAD, Pemkab Jembrana Mulai Uji Coba Retribusi Digital Terminal Gilimanuk dengan Sistem Tolgate

    Genjot PAD, Pemkab Jembrana Mulai Uji Coba Retribusi Digital Terminal Gilimanuk dengan Sistem Tolgate

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 585
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi menguji coba sistem tolgate digital (retribusi digital ) untuk retribusi parkir manuver dan Terminal Gilimanuk pada Selasa (17/2/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem pembayaran nontunai yang transparan dan bebas dari potensi kebocoran. Sebagai pintu masuk utama logistik dan penumpang […]

  • Bupati Kembang Harap PLUT Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif di Jembrana

    Bupati Kembang Harap PLUT Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif di Jembrana

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 969
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengunjungi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Kabupaten Jembrana, Selasa (15/3). Selain melihat langsung progress PLUT Jembrana yang telah berdiri sejak tahun 2018, juga wujud komitmen Bupati Jembrana dalam pengembangan UMKM serta pelaku usaha kreatif Jembrana. […]

  • Provinsi dan Kabupaten Bersinergi, Kader Posyandu Pekutatan Diperkuat Lewat Aksi “Membina dan Berbagi”

    Provinsi dan Kabupaten Bersinergi, Kader Posyandu Pekutatan Diperkuat Lewat Aksi “Membina dan Berbagi”

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 529
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Dalam upaya memperkuat garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali berkolaborasi dengan TP Posyandu Kabupaten Jembrana menggelar aksi sosial bertajuk “Membina dan Berbagi”. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Pekutatan pada Senin (9/3) ini bertujuan utama untuk melakukan transformasi kelembagaan sekaligus memberikan dukungan nyata bagi para kader Posyandu di tingkat […]

  • Kualitas Kakao Fermentasi KSS Bawa 14 Ton Biji Kakao Premium Ke Perancis dan Jepang

    Kualitas Kakao Fermentasi KSS Bawa 14 Ton Biji Kakao Premium Ke Perancis dan Jepang

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 4.441
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Untuk pertama kalinya dalam sejarah ekspor biji kakao fermentasi di Kabupaten Jembrana, Koperasi Kakao Kerta Semaya (KSS) berhasil mengekspor dua kontainer atau sebanyak 14 ton biji kakao fermentasi. Pengiriman ini menjadi ekspor terbesar yang pernah dilakukan oleh Koperasi KSS. Biji kakao fermentasi asal Jembrana tersebut akan dikirim ke dua negara tujuan, yaitu Valrhona […]

  • Bupati Tamba Dampingi Kapolda Bali Lepasliarkan Penyu Hijau Demi Pelestarian Satwa Laut

    Bupati Tamba Dampingi Kapolda Bali Lepasliarkan Penyu Hijau Demi Pelestarian Satwa Laut

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 694
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Sebagai upaya pelestarian satwa laut, Bupati I Nengah Tamba mendampingin Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. beserta Kapolres dan Dandim 1617 Jembrana melaksanakan pelepasliaran penyu di Pantai Perancak, Desa Perancak, Kamis (16/1). Terdapat 5 ekor penyu jenis penyu hijau yang dilepasliarkan. Sebelumnya telah dilakukan pelepasliaran sebanyak 19 penyu. Adapun penyu-penyu […]

  • Gudang Klontongan di Gianyar Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp1,5 Miliar

    Gudang Klontongan di Gianyar Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp1,5 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Gianyar – Sebuah bangunan gudang klontongan semi permanen yang berlokasi di Jalan Gunung Lempuyang, Lingkungan Selat, Kelurahan Samplangan, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, terbakar pada Sabtu (5/9/2026) siang. Gudang yang berada di antara Sayana Bali Guest House dan Kampus Pariwisata Monarch Bali Gianyar tersebut diketahui digunakan sebagai tempat penyimpanan stok toko berupa perabotan rumah tangga berbahan plastik dan […]

expand_less