Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Gencarkan Tebo Sampah, UPT Pasar Negara Gencar Edukasi Warga Pasar

Gencarkan Tebo Sampah, UPT Pasar Negara Gencar Edukasi Warga Pasar

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
  • visibility 447
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Upaya Tebo sampah dalam konteks ini merujuk pada istilah untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), yang merupakan lokasi untuk menampung dan memproses sampah. Hingga membuat penampungan sampah sehingga bisa menjadi bahan pupuk organik. Warga Pasar Umum Negara harus bisa secara berkala memilah sampah organik dan anorganik.

Sampah organik di taruh di buis penampungan untuk tebo sampah. Sementara ada dua buah, yang di timur pasar dan di barat pasar. Warga pasar diharapkan untuk secara langsung membuang sampah organik berupa sayuran, daun, bekas buah, dan daun. Masuk dalam bentuk sumur kecil, sehingga nanti bahan tersebut akan menjadi kompos organik. Bahkan bisa pula dimanfaatkan warga pasar.

banner 336x280

Plt Koordinator Pasar Umum Negara, Wayan Angga Wijaya, SE katakan, tiap hari melakukan edukasi kepada warga pasar. Untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dan memanfaatkan sampah dijadikan pupuk organik. Dalam rangka mendukung Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

“Warga pasar dan masyarakat juga disampiaikan saat berbelanja untuk melakukan pemilahan sampah di pasar dan di rumah menjadi organik, anorganik, dan residu. Manfaatkan sampah organik untuk pengomposan atau maggot. Daur ulang sampah anorganik. Bahkan sampah bekas kotoran ikan dan ikan rusak pun bisa dimanfaatkan,” kata Angga.

Angga juga menegaskan, kurangi penggunaan kantong plastik, sedotan plastik, styrofoam, dan kemasan plastik. Gunakan produk pengganti yang ramah lingkungan.

Salah satu padagang buah-buahan Ni Made Krisna Martadewi ungkapkan, untuk sampah yang dikumpulkan pada kantong sampah berupa kulit buah dan buah yang rusak.Bahkan di bawa pulang ke rumah. Kebetulan orang tua mempunyai kebun. Sehingga sampah dimanfaatkan sebagai pupuk. Tanaman yang aa di rumah berupa pepaya, coklat, dan pohon lainnya.

Bersyukur sebagian warga pasar sudah mulai memanfaatkan adanya tebo sampah. Termasuk penggunaan kresek dan kini beralih menggunakan tas yang di jual seharga Rp.5.000. Jika belanja buah banyak hingga seratus ribu, maka pembeli dapat tas gratis. ™

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Budiasa Buka Sosialisasi Penggunaan BMD

    Sekda Budiasa Buka Sosialisasi Penggunaan BMD

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa membuka sosialisasi penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jembrana di Ruang Rapat Lantai 2 Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Selasa (5/11). Sosialisasi tersebut diikuti oleh Sekretaris, Pejabat Penatausahaan Barang Pengguna dan Pengurus Barang Pengguna di setiap Organisasi […]

  • Bintara Pembina Desa Kodim 1617/Jembrana Kawal Upacara Pitra Yadnya

    Bintara Pembina Desa Kodim 1617/Jembrana Kawal Upacara Pitra Yadnya

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Untuk melancarkan jalanya prosesi Upacara Pitra Yadnya, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 01/Negara, Kodim 1617/Jembrana melakukan pemantauan sekaligus pengamanan Upacara Ngaben, bertempat di Setra Banjar Tegalbadeng, Desa Tegalbadeng Timur Kecamatan Negara, Jembrana pada Hari Sabtu (06/01/2024). Berbagai upacara yang dilakukan Umat Hindu di Bali salah satu diantaranya adalah Upacara Ngaben (Pitra yadnya) […]

  • KPK RI Sinergi Dengan Pemkab Jembrana Upaya Pencegahan Korupsi

    KPK RI Sinergi Dengan Pemkab Jembrana Upaya Pencegahan Korupsi

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Satgas V.2 Direktorat Kordinasi dan Supervisi Wilayah V datangi Pemkab Jembrana. Kedatanganya tersebut untuk melaksanakan Rapat Pemantauan Dan Evaluasi Progres Tematik Penertiban Aset, Optimalisasi Pendapatan (Pajak), MCP dan SPI Pemkab Jembrana Periode Triwulan III 2023 bertempat di Ruang Rapat Lantai II Jimbarwana, Rabu (11/10). Rapat dibuka langsung […]

  • Bupati I Nengah Tamba dan Keluarga Mencoblos di TPS 13 Kaliakah

    Bupati I Nengah Tamba dan Keluarga Mencoblos di TPS 13 Kaliakah

    • calendar_month Rabu, 14 Feb 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 di tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 di Balai Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Rabu (14/2). Bupati Tamba hadir di TPS bersama istri Ny. Candrawati Tamba serta tiga orang anaknya. Dengan mengenakan pakaian adat Bali, Bupati Tamba bersama keluarga tiba di […]

  • Pembukaan Latihan Pra Operasi Patuh Agung 2025, Tekankan Tertib Lalu Lintas Humanis

    Pembukaan Latihan Pra Operasi Patuh Agung 2025, Tekankan Tertib Lalu Lintas Humanis

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 306
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Polres Jembrana resmi membuka kegiatan Latihan Pra Operasi Kewilayahan Patuh Agung 2025 pada Jumat (11/7/2025) pagi. Bertempat di Aula Polres Jembrana, kegiatan tersebut dibuka pukul 08.30 Wita dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama serta personel yang tergabung dalam operasi. Dalam kegiatan pembukaan itu, Wakapolres Jembrana, Kompol I Ketut Darta, S.H., M.H., hadir mewakili […]

  • Dandim 1617/Jembrana Buka Kembali Liga Tarkam di Desa Banyubiru

    Dandim 1617/Jembrana Buka Kembali Liga Tarkam di Desa Banyubiru

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Penyelenggaraan Liga Tarkam (Pertandingan Antar Kampung) menggeliat kembali merupakan olahraga tradisi kampung. Diselenggarakannya Liga Tarkam justru bisa menggairahkan ekonomi yang ada di desa. Lapangan 47 meter X 32 meter dengan jumlah 7 orang mirip dengan turnamen mini soccer. Uniknya pemain bisa menggunakan sepatu atau pun tidak. Dengan ketentuan aturan yang sama yaitu […]

expand_less