Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dokar Pak Karim

Dokar Pak Karim

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
  • visibility 963
  • comment 0 komentar

Oleh: Angga Wijaya

Masa kecil saya punya satu cerita yang selalu muncul setiap kali saya mendengar suara derap kuda—cerita tentang hari Minggu, tentang ibu angkat saya, dan tentang dokar milik Pak Karim.

banner 336x280

Setiap hari Minggu pagi, ketika sebagian orang memilih tidur lebih lama atau menyalakan televisi, ibu angkat saya justru punya agenda khusus untuk saya yaitu, keliling kota kecil kami di atas dokar.

Itu adalah hadiah kecil tapi sangat berarti—karena beliau tahu, saya sangat menyukai kuda. Setiap kali melihat kuda di jalan, mata saya langsung berbinar. Dan beliau, seperti bisa membaca isi hati saya, menjadikan dokar sebagai kebiasaan akhir pekan kami.

Dokar itu sederhana. Tidak berhias, tidak berwarna mencolok. Tapi dari tempat duduk kayunya, saya merasa seperti penumpang paling istimewa. Kusirnya bernama Pak Karim. Beliau warga asli Loloan, sebuah kampung tua di kota Negara, Jembrana, Bali. Kampung Loloan dikenal sebagai tempat tinggal komunitas Bugis-Melayu yang telah lama menetap di sana.

Tapi waktu kecil, saya belum paham soal sejarah. Yang saya tahu, Pak Karim orangnya ramah dan sabar. Suaranya berat tapi menenangkan. Kalau saya banyak bertanya, beliau tidak pernah marah.

Saya duduk di depan, dekat Pak Karim, memandangi surai kuda yang bergoyang pelan saat berjalan. Angin pagi mengelus pipi, dan suara “tap… tap…” dari kaki kuda seperti lagu pengantar yang selalu saya tunggu-tunggu.

Kadang saya bertanya, “Pak, kuda ini dikasih makan apa?” atau, “Kenapa kakinya dikasih sepatu besi?” Dan Pak Karim akan menjawab dengan sabar, sambil sesekali tersenyum kecil.

Ibu saya duduk di belakang. Beliau tak banyak bicara, hanya sesekali menanggapi obrolan kami atau menunjuk arah yang ingin dituju. Mungkin bagi orang lain, itu hanya perjalanan pendek keliling kota. Tapi bagi saya, itu seperti perjalanan istimewa yang menyatukan kami bertiga—saya, ibu, dan Pak Karim.

Saya tidak tahu apakah ibu angkat saya membayar Pak Karim setiap minggu, atau sudah ada kesepakatan di antara mereka. Yang jelas, tak pernah ada Minggu yang terlewat tanpa dokar, selama masa kecil saya di kota Negara.

Kini, setelah dewasa, saya mulai mengerti bahwa ibu saya tidak sekadar mengajak saya naik dokar. Beliau sedang menunjukkan kasih sayang dengan cara yang paling saya mengerti—melalui suara kuda, melalui jalan-jalan pagi, melalui waktu yang kami habiskan bersama tanpa tergesa-gesa.

Saya juga baru sadar bahwa dokar itu bukan sekadar kendaraan, tapi bagian dari kenangan. Bagian dari cara saya memahami kasih ibu, dan cara saya mengingat kampung halaman. Saya tidak tahu di mana Pak Karim sekarang. Apakah ia masih menarik dokar, atau sudah menikmati masa tua di Loloan. Tapi nama dan wajahnya tetap saya ingat. Sama seperti saya mengingat suara roda kayu yang menggilas jalan, atau embusan angin pagi yang menyelinap lewat celah kursi.

Hari ini, suara dokar di kota sudah jarang terdengar. Mesin-mesin menggantikannya. Tapi bagi saya, suara dokar Pak Karim tetap hidup dalam ingatan. Ia membawa saya kembali ke masa kecil yang hangat, ke kota kecil yang tenang, dan ke sosok ibu yang mencintai dengan cara yang lembut dan diam-diam.

Kini, di depan Pasar Umum Negara, pasar tradisional yang baru direvitalisasi di jantung Kota Negara—masih terdapat pangkalan dokar yang melayani rute keliling kota. Kehadiran dokar-dokar ini bukan sekadar moda transportasi, melainkan juga bagian dari upaya pelestarian warisan budaya yang nyaris punah di banyak kota lain di Bali.

Dokar yang dulunya merupakan pemandangan sehari-hari, kini justru menjadi sesuatu yang istimewa—mengingatkan kita pada masa lalu yang sederhana dan hangat.

Melihatnya kembali hadir di kota ini, membuat saya merasa seperti kembali dipertemukan dengan kenangan tentang Pak Karim, ibu, dan hari Minggu pagi yang selalu saya nanti-nanti. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penantian 13 Tahun, Warga Bahagia Kepastian Senderan Pantai Pebuahan Tahun Ini

    Penantian 13 Tahun, Warga Bahagia Kepastian Senderan Pantai Pebuahan Tahun Ini

    • calendar_month Selasa, 13 Feb 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Senderan pantai setelah penantian warga Banjar Pebuahan yang terdampak abrasi selama 13 tahun, akhirnya terwujud. Revetment pantai atau senderan dipastikan dibangun pertengahan bulan April mendatang dengan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 23,5 miliar. Kepastian itu juga disampaikan Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat sosialisasi kepada warga, bersama Balai Bali Penida, di […]

  • Pakai Celemek dan Layani Pembeli, Aksi Kembang Ipat Jadi Pedagang Warnai Peluncuran Food Truck UMKM

    Pakai Celemek dan Layani Pembeli, Aksi Kembang Ipat Jadi Pedagang Warnai Peluncuran Food Truck UMKM

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.850
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pemandangan tak biasa terlihat di area publik Jembrana saat Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) mendadak “alih profesi” menjadi pedagang. Dengan mengenakan celemek ( apron ) , duet pemimpin Jembrana ini secara cekatan menawarkan dan menyajikan produk lokal langsung ke tangan masyarakat sebagai bagian dari […]

  • Hidup Sehat Cerdas Kerja Ikhlas dan Bermanfaat

    Hidup Sehat Cerdas Kerja Ikhlas dan Bermanfaat

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 679
    • 0Komentar

    Jembrana (suarajembrana.com) – Men Sana In Corpore Sano adalah di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kesehatan raga berpengaruh besar dalam jiwa seseorang. Individu yang sehat akan lebih bersemangat menghadapi kegiatan-kegiatan keseharian dibanding seseorang yang kurang sehat. Ternyata untuk menjaga kebugaran itu intinya jangan sampai malas bergerak dan pola makan yang kurang baik. […]

  • Mantan Anggota Dewan Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

    Mantan Anggota Dewan Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Mantan anggota DPRD Jembrana 2014-2019, I Ketut Bameiyasa, meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk. Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (25/9) pukul 19.00 Wita dan melibatkan tiga kendaraan, yaitu sebuah sepeda motor, mobil pribadi, dan truk. Menurut Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Ni Putu Meipin Ekayanti, kecelakaan terjadi karena Bameiyasa hendak […]

  • Wabup Ipat Apresiasi Kinerja Mitra Prodin, Tegaskan Pentingnya Pemberdayaan SDM Daerah

    Wabup Ipat Apresiasi Kinerja Mitra Prodin, Tegaskan Pentingnya Pemberdayaan SDM Daerah

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 591
    • 0Komentar

    Wakil Bupati, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) meminta PT Mitra Prodin agar lebih memperkuat pemberdayaan SDM (Sumber Daya Manusia) daerah khususnya warga Jembrana. Ia menekankan bahwa investasi besar yang masuk ke daerah harus berjalan selaras dengan pengurangan angka pengangguran masyarakat setempat. “Meski saat ini mayoritas pegawai sudah berasal dari masyarakat lokal, Saya minta agar […]

  • Bang-Ipat Lepas Ekspor 64.800 Produk Telur Tetas ke Uni Emirat Arab

    Bang-Ipat Lepas Ekspor 64.800 Produk Telur Tetas ke Uni Emirat Arab

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 988
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Mendukung program pemerintah pusat untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi secara nasional, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna melepas ekspor 64.800 telur tetas (HE) PT. Charoend Pokphand Jaya Farm ke Uni Emirat Arab bertempat di Desa Tued, Kecamatan Melaya Sabtu (22/3). Telur yang diekspor merupakan […]

expand_less