Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bupati Kembang Hartawan Pidato Kutip Ajaran Bung Karno

Bupati Kembang Hartawan Pidato Kutip Ajaran Bung Karno

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
  • visibility 709
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menyampaikan pidato pertama pada rapat paripurna IV DPRD Jembrana masa persidangan II Tahun Sidang 2024/2025, Sabtu (1/3).

Bupati Kembang Hartawan yang didampingi Wabup Patriana Krisna mengutip pesan Bung Karno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 di sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Kembang – Ipat berjanji akan hadir mewakili semua golongan tidak hanya memperjuangkan satu golongan saja.

banner 336x280

“Kita hadir sebagai pemimpin untuk semua masyarakat Jembrana, bukan kelompok ataupun golongan. Ini penting saya sampaikan di awal kepemimpinan kami untuk merajut dan menjahit kembali kebersamaan serta semangat gotong royong masyarakat Jembrana, setelah mungkin sebelumnya terkotak-kotak karena perbedaan pandangan politik selama pesta demokrasi, Pilkada lalu,” ucapnya.

Bagi Kembang, kemenangan pilkada hanya kemenangan elektoral saja. “Kemenangan sejati itu adalah bagaimana kita bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat, itulah kemenangan sejati,” ucapnya.

Bupati Kembang Hartawan mengatakan bahwa visi dan misi yang telah disusun dari proses kontemplasi dan diskusi panjang dan mendalam bersama Wabup Ipat dan tim perumus, dan ini merupakan kristalisasi dari aspirasi para buruh, petani, nelayan, pengusaha, pekerja swasta, wiraswasta, tenaga pendidik, generasi muda/milenial/Gen-Z, pelaku UMKM, pelajar dan seluruh masyarakat Jembrana elemen serta mempertimbangkan potensi dan permasalahan yang dihadapi daerah.

“Rumusan visi yang kami rancang adalah sebuah cita-cita besar tentang arah dan tujuan Jembrana 5 (lima) tahun ke depan: “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru di Kabupaten Jembrana menuju Jembrana Maju, Harmoni, dan Bermartabat dengan Membangun Manusia, Alam, dan Budaya,” ungkapnya.

Visi itu untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, mewujudkan kehidupan krama Bali, khususnya di Jembrana, yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali, khususnya krama dan gumi Jembrana sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno : Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan, melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.” Melalui upaya tersebut, diharapkan terwujud Jembrana Maju, Harmoni, dan Bermartabat.

Kemudian, visi itu lanjutnya dapat dijabarkan ke dalam empat misi. Diantaranya mewujudkan masyarakat Jembrana yang berdaya saing dan mandiri, Menjaga alam dan lingkungan untuk menghadirkan ekosistem hijau. Ketiga, Menjaga agama, budaya, adat, dan tradisi Jembrana. Kemudian terakhir untuk Mewujudkan pelayanan publik yang responsif, adaptif, dan inovatif.

“Empat misi akan dituangkan kedalam delapan bidang dimana didalamnya terdapat 24 program unggulan,” paparnya.

Dalam lima tahun ke depan, Kembang menginginkan gerbong besar pemerintahan ini berjalan satu komando, dalam satu tarikan nafas yang sama. Tidak ada yang jalan tanpa arah dan tujuan demi menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Jembrana.

“Karena itu pertemuan pada hari ini menjadi momentum yang sangat penting untuk menyatukan persepsi, arah langkah, dan frekuensi kita semua,” imbuhnya.

Kembang menyadari memimpin Jembrana lima tahun kedepan tidaklah mudah. Ada pengurangan pendapatan transfer pusat ke daerah baik berupa DBH, DAU, DAK, maupun Dana Desa. DAU Bidang Pekerjaan Umum, berkurang mencapai 21 milyar lebih dan DAK Irigasi berkurang hampir 8 milyar. Selain itu, ada juga potensi penurunan Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari Provinsi. Ada potensi penurunan pendapatan hingga Rp.25 milyar lebih. Bahkan, ada wacana pusat untuk menghapus BPHTB.

Sementara dari sisi beban kata Kembang, terdapat beban hutang Rumah Sakit Umum Negara yang mencapai kurang lebih 29 milyar, beban operasional rumah tenun, pabrik coklat, anjungan cerdas rambut siwi, anjungan konservasi, sirkuit di pengambengan, dan biaya operasional lainnya.

“Ini semua menjadi tantangan kita ke depan, tetapi kita tidak boleh menyerah,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh jajaran untuk melakukan langkah-langkah memaksimalkan pendapatan daerah seperti PAD, DAK, BKK, DBH, dan Insentif Fiskal, di luar DAU. Termasuk mengubah mindset untuk berpikir bagaimana cara mencari/menghasilkan uang, bukan hanya bagaimana cara menghabiskan uang.

“Artinya, kita harus mampu menggali sumber-sumber pendapatan daerah, utamanya PAD tanpa membebani masyarakat kecil. Kita harus melakukan langkah-langkah intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber PAD,” imbuhnya.

Selain menggenjot pendapatan, langkah lainnya adalah melakukan efisiensi belanja. Salah satunya, rasionalisasi susunan perangkat daerah, menerapkan konsep Miskin Struktur Kaya fungsi dengan mengurangi 4 sampai 5 perangkat daerah.

“Kita sudah hitung ada penghematan hingga Rp 6 milyar. Ada TPP yang bisa kita hemat, sewa mobil, biaya listrik, air, ATK, perjalanan dinas, dan belanja operasional lainnya ,” tegasnya.

Diakhir pidatonya, Kembang menyimpulkan Mengurus Jembrana butuh kebersamaan, tidak bisa bekerja sendiri. Ia tidak ingin menunda untuk bekerja, ingin secepat mungkin dapat melaksanakan program unggulan yang telah dijanjikan untuk masyarakat terlaksana sebelum 100 hari masa kepemimpinan.

“Saya juga minta kepada jajaran birokrasi untuk selalu mengembangkan kompetensi dan profesionalisme serta menjaga kinerja yang baik. Perangkat daerah kita ajak bekerja keras agar sesegera mungkin dapat melakukan langkah-langkah konkrit untuk mengeksekusi program-program tersebut,” pungkasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Anggota Dewan Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

    Mantan Anggota Dewan Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Mantan anggota DPRD Jembrana 2014-2019, I Ketut Bameiyasa, meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk. Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (25/9) pukul 19.00 Wita dan melibatkan tiga kendaraan, yaitu sebuah sepeda motor, mobil pribadi, dan truk. Menurut Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Ni Putu Meipin Ekayanti, kecelakaan terjadi karena Bameiyasa hendak […]

  • Bupati Kembang Hadiri Perayaan Paskah Bersama Persekutuan Wanita Kristen Jembrana

    Bupati Kembang Hadiri Perayaan Paskah Bersama Persekutuan Wanita Kristen Jembrana

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 620
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menghadiri perayaan Paskah bersama Persekutuan Wanita Kristen Jembrana yang diselenggarakan di Pos Pembinaan Iman GKMI Ekklesia, Kelurahan Banjar Tengah, Sabtu (26/4). Kehadiran Bupati Kembang menjadi bentuk dukungan terhadap kerukunan antar umat beragama serta mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat. “Mudah-mudahan kerjasama dan silaturahmi kita antara masyarakat dengan […]

  • Ipat Sangat Apreasiasi Museum PNI Shri Wedastera Suyasa

    Ipat Sangat Apreasiasi Museum PNI Shri Wedastera Suyasa

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Museum PNI Shri Wedastera Suyasa yang berdiri sejak 3 tahun lalu di desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana menjadi salah satu tempat mempelajari sejarah terutama yang berkaitan dengan Presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna memberikan apresiasi kepada keluarga besar Shri Wedastera Suyasa yang telah […]

  • Puluhan Perahu dan Sampan Nelayan Pengambengan Adu Hias di Petik Laut

    Puluhan Perahu dan Sampan Nelayan Pengambengan Adu Hias di Petik Laut

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Puncak acara petik laut puluhan perahu dan sampan adu hiasi yang cukup meriah. Acara di kemas Pemerintah Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana-Bali. Selain melepas sajian ritual berupa kepala sapi, khas nelayan pesisir sebagai ungkapan rasa syukur di tahun baru Hijriyah. Sebanyak puluhan perahu dan sampan (Viber) ikuti ajang gengsi hias dengan […]

  • Bupati Tamba Apresiasi Semangat Krama Desa, Gelar Karya Ngenteg Linggih dan Menyerahkan Bantuan Hibah 

    Bupati Tamba Apresiasi Semangat Krama Desa, Gelar Karya Ngenteg Linggih dan Menyerahkan Bantuan Hibah 

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 651
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Murdaning Jagat Jembrana I Nengah Tamba didampingi Ny. Candrawati Tamba ngupasaksi Karya Memungkah Ngeteg Linggih Ngusaba Desa Ngusaba Nini Menawa Ratna Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Dharma Laksana, Desa Kalialah, Senin (5/8). Dalam kesempatanya Bupati Tamba berikan apresiasi penuh atas semangat Krama adat Dharma Laksana dalam mewujudkan upacara Dewa Yadnya dan […]

  • Bangkitkan Gotong Royong dan Kepekaan Sosial, Warga Pendem Semarakkan HUT RI ke-81 Play Button

    Bangkitkan Gotong Royong dan Kepekaan Sosial, Warga Pendem Semarakkan HUT RI ke-81

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jembrana – Semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Lingkungan Pendem, Kelompok 1, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Sabtu–Minggu (15–16 Agustus 2026). Rangkaian kegiatan tidak sekadar menghadirkan hiburan rakyat, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memberikan penghormatan kepada para sesepuh […]

expand_less