Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pendidikan » Adat Tradisi Perjodohan Dara Pingitan di Kampung Muslim Loloan

Adat Tradisi Perjodohan Dara Pingitan di Kampung Muslim Loloan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024
  • visibility 418
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Hampir luput dari ingatan kita dahulu di kampung Loloan, Jembrana Bali pernah menganut tradisi yang amat kuat khusus bagi kaum perempuan yang dibatasi ruang gerak berinteraksi dengan masyarakat luar. Setiap keluarga yang memiliki anak gadis menginjak dewasa langsung terikat dengan tradisi ini. Obralan tradisi adat, budaya dan kesenian Loloan sangatlah menarik yang langsung di baca yang tulis Raden Ashari.

Penulis sejarah dan budayawan Raden Ashari menceritakan, dalil agama sebagai dasar kepatutan merupakan bentuk kepatuhan anak gadis terhadap kedua orang tua, karena maksud dari perlakuan itu sangat berkaitan dengan perjodohan dengan siapa kelak dia akan dipersandingkan. Lalu kemudian berjalannya waktu tradisi ini tidak terdengar lagi dalam sistem perjodohan, kini masyarakat telah melupakan dan tidak tertarik melanjutkan kembali, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tradisi itu semakin luntur dan punah.

banner 336x280

“Mula asal tradisi dara pingit ini bukanlah bawaan dari negeri asal (Bugis) tetapi mulai diajarkan oleh tokoh ulama pemimpin pesantren melalui dakwah dan fatwa memberi pengaruh sangat kuat terhadap norma kepantasan sikap seorang anak dara kepada orang tua dalam menghindari fitnah. Sehingga kontrol orang tua di dalam rumah mutlak diterima oleh seluruh anggota keluarga dengan penuh keikhlasan dan ketaatan,” tuturnya.

Ashari juga menjelaskan, gadis yang dipingit tidaklah sendirian terkadang di dalam rumah ada dua atau tiga orang perempuan saudara sekandung yang harus taat mengikuti aturan sampai batas waktunya mereka dilepas menerima pinangan dari seseorang lelaki. Pada kondisi seperti itu maka tabu baginya apabila berpandangan mata kepada seorang laki yang tidak diketahui dari mana asalnya.

“Berlaku biasa seorang gadis atau anak dara yang baru usia baligh usia 13 tahun sudah tidak leluasa lagi bermain dengan teman diluar rumah sehingga seharian mulai menekuni pekerjaan di dapur, menjahit dan menenun kain. Kemudian pada hari jadwal tertentu mereka bersama beberapa teman menghadiri pengajian di pesantren belajar pendalaman agama disamping itu sebagai kegiatan menghilangkan kejenuhan didalam rumah,” ungkapnya.

“Kala itu kampung Loloan sepi dari orang lalu lalang maka sangat sulit melihat anak gadis berada diluar rumah, tetapi apa yang tidak ketahui dari balik bilik rumah justru mereka mengintip setiap orang yang melintas di depan rumah,” katanya.

Ashari juga secara detail menyampaikan, ciri yang membedakan dara pingit dengan gadis pada umumnya adalah selalu menggunakan kain awik yang diselempang menutup kepala sampai kebawah dengan sedikit wajah tertutup. Wajah tertutup menghindari diri dari pandangan lelaki lain, namun bila terjadi sesuatu yang tidak terduga karena kebetulan si gadis bertatapan muka dengan seorang lelaki dia akan terperanjat dan tersipu malu, kejadian itu akan memberi dampak antara rasa jengah (malu), kagum atau rasa bersalah dan selanjutnya jadi diskusi menarik antara sesama temannya.

“Diantara sesama anak dara pingitan itu ada rasa kegelisahan. Apabila usianya mendekati dua puluh tahun (sebutan perawan tua). Pada kondisi yang demikian takada kekhawatiran orang tua terhadap kelangsungan jodoh, akan ada keluarga terdekat menghubungi untuk menanyakan sesuatu tentang anak gadisnya sampai kepada kesepakatan antara kedua belah pihak keluarga mengatur persyaratan dan penentuan hari pernikahan,” paparnya.

Secara gamblang Raden Ashari menuturkan, gadis pingit hanya diberi tahu dan menerima tawaran orang tua dia akan dijodohkan oleh seorang lelaki dari keluarga sepupu sendiri dan selama masa penantian sampai batas waktu untuk dinikahkan dia tidak akan pernah tahu rupa wajah calon suami itu, tetapi hanya mendengar cerita dari orang terdekat tentang sosok laki itu karena masih memilki ikatan darah keponakan dari bapak atau ibunya sendiri .

“Berjalannya waktu pesantren besar yang telah memberi aturan tentang tatanan dan norma kehidupan bermasyarakat harus kehilangan figur pemimpin kharismatik dan bahkan tidak ada pelanjut untuk memimpin perguruan tersebut,” ungkapnya.

Setelah kehilangan tokoh ulama lambat laun pengaruhnya semakin memudar hingga akhir tahun tujuh puluhan tidak terdengar lagi sebutan anak dara pingitan, terbuka pilihan teman hidup karena akses pendidikan tradisional dalam pesantren bergeser ke sistem pendidikan umum.

“Kemudian faktor lain adalah orang tua memberi pilihan anak gadis menempuh pendidikan formal terbuka sampai pada jenjang pendidikan menengah bahkan berlanjut ke perguruan tinggi,” katanya.

Ashari pun mengakhiri wawancara secara tegas bahwa tradisi anak dara pingit sangat melekat dalam pola ikatan perjodohan yang menjadi ciri kehidupan bermasyarakat di Loloan, pada akhirnya ditinggalkan oleh masyarakat sendiri dan bahkan tidak ada yang sanggup mengulang kembali. Tidak ada yang menyesali saksi terakhir dari nenek-nenek yang kini berusia enam puluh tahun lebih menjadi bukti bahwa perjodohannya telah mengikuti tradisi sebagai anak dara pingitan.

 

Penulis : Raden Ashari

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabupaten Jembrana Menerima Alokasi DIPA dan TKD Tahun Anggaran 2024

    Kabupaten Jembrana Menerima Alokasi DIPA dan TKD Tahun Anggaran 2024

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Pemerintah Provinsi Bali melakukan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2024 untuk Provinsi dan 9 Kabupaten/Kota se-Bali bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (11/12). Secara digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Transfer Ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran […]

  • Kenang Jasa Para Pahlawan di Hari Juang TNI AD Ke 78, Kodim 1617/Jembrana Gelar Ziarah dan Tabur Bunga

    Kenang Jasa Para Pahlawan di Hari Juang TNI AD Ke 78, Kodim 1617/Jembrana Gelar Ziarah dan Tabur Bunga

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Penghormatan sekaligus mengenang jasa para pahlawan dalam memperingati Hari Juang TNI AD Ke 78 Tahun 2023 digelar dengan acara ziarah dan tabur bunga oleh Kodim 1617/Jembrana. Dipimpin oleh Kasdim 1617/Jembrana Mayor Inf I Gede Putu Wira Mahardika, acara ziarah dan tabur bunga berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesatria Kusuma Mandala Jalan […]

  • Babinsa Yehembang Kauh Terjun Langsung Amankan Odalan

    Babinsa Yehembang Kauh Terjun Langsung Amankan Odalan

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Babinsa Desa Yehembang kauh Koramil 1617-02/Mendoyo, Sertu Zaenal Efendi terjun langsung melaksanakan pengamanan kegiatan upacara Odalan di Pura Puseh, Desa Adat Munduk Anggrek Kaja, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana yang di Puput oleh Ida Pandita Munduk Anggrek, Rabu (27/12/2023). Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Ibu Sri Sutarmi, Jro Bendesa […]

  • Training Center Cabor Pencak Silat Optimis Siap Harumkan Nama Jembrana

    Training Center Cabor Pencak Silat Optimis Siap Harumkan Nama Jembrana

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 464
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Cabor (Cabang Olahraga) Pencak Silat di Jembrana merupakan seni bela diri tradisional yang berperan penting dalam pengembangan budaya dan olahraga, serta menjadi wadah bagi generasi muda untuk berprestasi dan menyehatkan jasmani serta rohani. TC (Training Center) dilakukan di Pendopo Kesari, Jalan Udayana Kelurahan Banjar Tengah Kecamatan Negara. Sebanyak 10 atlit terdiri dari 7 […]

  • Jelang Natal Dandim 1617/Jembrana Bersama Forkopimda Lakukan Safari Natal

    Jelang Natal Dandim 1617/Jembrana Bersama Forkopimda Lakukan Safari Natal

    • calendar_month Senin, 25 Des 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Sehari menjelang Perayaan Hari Raya Natal 2023 Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Teguh Dwi Raharja S.Sos, bersama Forkopimda dan pihak terkait melaksanakan Safari Natal di Wilayah Kabupaten Jembrana. Minggu (24/12/2023). Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin dilaksanakan Forkopimda Kabupaten Jembrana, sehari menjelang perayaan Natal atau tepatnya di malam Misa Natal. Seperti tahun sebelumnya, Komandan […]

  • Panti Asuhan Muhammadiyah Jembrana Bangunkan Kemandirian Karakter Agama dan Pendidikan

    Panti Asuhan Muhammadiyah Jembrana Bangunkan Kemandirian Karakter Agama dan Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Panti Asuhan Muhammadiyah Jembrana fokus menerapkan pola kekokohan agama dan pendidikan serta keterampilan. Baik segi mental dan juga spiritual untuk menyaring dunia kehidupan. Dimana banyak aspek yang kini melanda dan perlu pengawasan serta ilmu terapan yang jitu agar anak-anak panti tidak merasa jenuh. Memiliki jiwa yang benar-benar harus di godok sejak dini. […]

expand_less