Masjid Agung Jembrana Resmi Dicanangkan, Perkuat Kolaborasi Lintas Agama di Bali
- account_circle Ed27
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar

Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi mencanangkan nama Masjid Agung Jembrana sebagai pengganti Masjid Jami’ Nurul Ikhlas (Nuris) pada Minggu, 26 Juli 2026, di Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Perubahan nama tersebut menjadi penanda dimulainya visi baru masjid sebagai pusat ibadah sekaligus ruang kolaborasi lintas agama, pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengatakan kehadiran Masjid Agung Jembrana merupakan simbol nyata harmoni dan toleransi yang selama ini tumbuh di Bali. Menurutnya, rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga mampu menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang memperkuat persaudaraan tanpa membedakan agama maupun latar belakang budaya.
“Masjid Agung Jembrana menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat diwujudkan melalui rumah ibadah untuk mendukung pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, serta memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujar Kembang Hartawan.
Acara tersebut turut dihadiri KH. Abdul Wahid Maktub, mantan Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Arab Saudi (2001–2003) dan Duta Besar RI untuk Qatar (2003–2007). Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya nilai lita’arafu sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, yakni saling mengenal sebagai fondasi kehidupan bersama.
Menurutnya, dari semangat saling mengenal akan lahir ta’awun atau kerja sama untuk menciptakan kemaslahatan bersama. Ia optimistis Masjid Agung Jembrana memiliki potensi menjadi ikon kolaborasi yang dikenal hingga tingkat internasional.
Sementara itu, Pendiri Pesantren Nurul Ikhlas, Dr. KH. Fathurrahim, memperkenalkan gagasan KOPI BALI (Kota Pendidikan Islam di Bali) sebagai arah pengembangan kawasan Jembrana. Ia berharap Masjid Agung Jembrana berkembang menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan ruang kolaborasi terbuka bagi seluruh elemen masyarakat dalam membangun masa depan daerah.
Dukungan juga datang dari Perwakilan Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), Fadian M. Paham, yang menyatakan kesiapan mendukung pengembangan Masjid Agung Jembrana melalui sejumlah program, di antaranya Akuistik, Bersih-Bersih Masjid, dan Silaturahim Online Dunia (SOD).
Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara, Firmansyah Dimmy, menambahkan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Jembrana terhadap pengembangan Masjid Agung Jembrana mencerminkan komitmen bersama dalam membangun daerah yang harmonis, inklusif, dan berdaya saing.
Menurutnya, keberadaan Masjid Agung Jembrana diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Jembrana, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi lintas agama dan pembangunan berbasis kebersamaan di tingkat nasional hingga global. ™
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar