Dari Masjid Pantai Bali Untuk Indonesia, Kemenag Jembrana Tebarkan Nilai Toleransi Lewat GEBER MAS
- account_circle Ed27
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 73
- comment 0 komentar

Jembrana – Masjid Pantai Bali atau Masjid Raudlatul Jannah di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, menjadi salah satu simbol kedamaian dan kebersamaan dalam rangkaian Gerakan Nasional Peaceful Muharam 1448 H. Melalui kegiatan GEBER MAS (Gerakan Bersih-Bersih Masjid), masyarakat diajak memperkuat nilai kepedulian, persaudaraan, serta semangat gotong royong antar umat beragama.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026) mulai pukul 08.00 WITA oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam sebagai bagian dari gerakan nasional bertema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat.”
Dalam kegiatan ini, sejumlah unsur terlibat mulai dari ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, pegawai Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), relawan, hingga masyarakat sekitar. Mereka bersama-sama membersihkan area dalam maupun luar masjid sebagai bentuk kepedulian terhadap rumah ibadah dan lingkungan.
Menariknya, pelaksanaan GEBER MAS di Masjid Pantai Bali juga melibatkan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam bersama Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana. Kolaborasi lintas agama dan lintas unit tersebut menjadi wujud nyata harmoni serta toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat Jembrana yang majemuk.
Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), Firmansyah Dimmy, mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas dibandingkan sekadar aksi kebersihan. Menurutnya, gerakan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan masjid sebagai PLACE of PEACE, yakni ruang yang menghadirkan ketenangan, mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang yang mampu menghadirkan kedamaian, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat,” ujar Firmansyah.
Sebagai salah satu ikon wisata religi di Bali Barat, Masjid Pantai Bali terus mengembangkan konsep SMART MASJID berbasis 5E, yakni Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertain. Konsep tersebut diarahkan agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pengembangan ekonomi umat, pelestarian lingkungan pesisir, pelayanan sosial, serta destinasi wisata religi yang ramah dan inklusif.
Melalui momentum Peaceful Muharam 1448 H, Kementerian Agama bersama Yayasan Masjid Pantai Nusantara dan DKM Masjid Pantai Bali berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus berkembang di tengah masyarakat. ™
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar