Mark Sungkar Usulkan Hari Cokelat Nasional, Jembrana Siap Jadi “Indonesia Chocolate Showcase”
- account_circle Ed27
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar

Jembrana – Aktor senior Indonesia, Mark Sungkar, mendorong penguatan potensi lokal melalui agenda Parade Cokelat Nasional yang direncanakan digelar di Jembrana pada tahun 2027. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong pencanangan Hari Cokelat Nasional yang diusulkan jatuh pada 8 Februari 2027, bertepatan dengan momentum penghargaan cokelat internasional yang pernah diraih Indonesia.
Usulan itu disampaikan Mark Sungkar saat melakukan kunjungan ke Masjid Pantai Bali, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengikuti pertemuan daring bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, anggota DPRD Luh Putu Diah Puspayanthi, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Nasional Bali I Nyoman Pugeg Aryantha, Dinas Pariwisata, serta sejumlah pegiat cokelat Jembrana.
Dalam pertemuan itu, praktisi Integrated Farming sekaligus penulis buku Akuaponik Ala Mark Sungkar tersebut menyoroti besarnya potensi komoditas cokelat khas Jembrana untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah hingga menembus pasar global.
“Potensi cokelat Jembrana yang sudah mendapatkan penghargaan internasional ini sangat besar. Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi identitas daerah yang kuat sebagai Indonesia Chocolate Showcase dan mendukung sektor pariwisata di Bali Barat,” ujar Mark Sungkar.
Sebagaimana diketahui, Jembrana pernah meraih penghargaan Silver Award pada ajang Cacao of Excellence Award 2023 yang diselenggarakan oleh Alliance of Bioversity International and CIAT di Amsterdam pada 8 Februari 2024.
Menurut Mark, Parade Cokelat Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan untuk menyelamatkan masa depan petani cokelat nasional sekaligus menjaga kawasan pesisir Bali Barat.
Kegiatan tersebut juga lahir dari keprihatinan terhadap kondisi petani cokelat yang masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan akses pasar, kualitas pascapanen, hingga minimnya fasilitas pengolahan modern yang mampu meningkatkan nilai tambah produk.
Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, berharap kegiatan yang melibatkan berbagai pegiat kakao tersebut dapat menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi para petani agar mampu berkolaborasi dan berkembang bersama.
Selain membahas pengembangan cokelat, Mark Sungkar juga memberikan sejumlah masukan strategis bagi kemajuan daerah. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur destinasi wisata serta penanggulangan abrasi pesisir melalui penanaman mangrove guna menjaga keseimbangan ekosistem.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pariwisata, sebagai faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisata Indonesia.
Di akhir pertemuan, tokoh inspiratif tersebut turut menyampaikan pesan motivasi kepada masyarakat Jembrana.
“Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. Hal ini sejalan dengan tagline Jembrana, Demi Jembrana, Pasti Bisa!” pungkasnya. ™
Kontributor: Firmansyah Dimmy.
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar