H-6 Lebaran, Lonjakan Penumpang Bali–Jawa Picu Penerapan Operasi Padat
- account_circle Ed27
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar

suarajembrana.com – Arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa mengalami lonjakan signifikan menjelang puncak mudik Lebaran 2026. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama aparat kepolisian dan pemangku kepentingan menerapkan pola operasi sangat padat guna mengurai antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Senin (16/03).
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan berbagai langkah percepatan operasional terus dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. Mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur antrean hingga optimalisasi layanan penyeberangan diterapkan agar kendaraan tetap bergerak dan kepadatan dapat segera terurai.
Berdasarkan pantauan pada Senin (16/3) pukul 14.00 WITA, kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) sepanjang sekitar 4,5 kilometer menuju pelabuhan. Selain itu, kendaraan kecil dialihkan ke kawasan buffer zone kargo guna mengurangi beban di jalur utama.
Dari sisi layanan, ASDP mengoperasikan 35 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) juga diterapkan di sejumlah dermaga, sehingga kapal yang tiba dapat langsung membongkar muatan dan kembali berlayar tanpa proses muat, demi mempercepat perputaran layanan.
Koordinasi Intensif Pemerintah
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengurai kepadatan menuju pelabuhan. Kementerian Perhubungan bersama kepolisian, operator kapal, dan pemerintah daerah memastikan layanan tetap aman, lancar, dan terkendali.
Pemantauan langsung di lapangan juga dilakukan oleh Wakil Menteri Perhubungan dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat guna memastikan efektivitas langkah-langkah operasional.
Lonjakan Penumpang dan Kendaraan
Data Posko Angkutan Lebaran mencatat, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada H-6 mencapai 80.416 orang, meningkat 33,8% dibandingkan tahun lalu yang tercatat 60.099 orang.
Lonjakan juga terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 18.306 unit atau naik 52,7%. Kendaraan roda empat tercatat 5.044 unit (naik 9,2%), bus sebanyak 945 unit (naik 39%), sementara truk mengalami penurunan menjadi 1.590 unit atau turun 13,4%.
Secara total, kendaraan yang menyeberang mencapai 25.885 unit, meningkat 35,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hingga pukul 14.00 WITA, antrean kendaraan terpantau mencapai sekitar KM 15 dengan kondisi terputus-putus akibat rekayasa lalu lintas dan percepatan penyerapan kendaraan ke area pelabuhan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menegaskan pihaknya akan terus mengoptimalkan kapasitas layanan agar antrean dapat segera terurai. Ia juga mengimbau para pengguna jasa untuk mematuhi arahan petugas demi kelancaran bersama.
- Penulis: Ed27

Comment