Lailatul Imtihan Pondok Pesantren Jami’atul Banin Tekankan Tafaqquh Fiddin
- account_circle Ed27
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar

suarajembrana.com – Lailatul Imtihan adalah malam ujian, malam pengujian, atau malam perayaan hasil ujian para santri di pondok pesantren. Demikian pelaksanaan di Pondok Pesantren Jami’atul Banin, Sabtu (14/2).
Pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Jami’atul Banin Ustadz Asmani MZ sampaikan, pondok ini telah berdiri pada tahun 1976. Malam Lailatul Imtihan menghadiri penceramah kondangm Ustadz Abdul Goni, Pd.I. dari kota pisang Banyuwangi, Jawa Timur.

“Mendidik dan mengasuh anak-anak santri dan santriwati bukan hal mudah. mencetak generasi yang berilmu, bertakwa, dan berakhlak mulia (berkarakter) dengan pemahaman agama yang mendalam (tafaqquh fiddin),” ungkap Ustadz Asmani yang dikenal sebagai ustadz Rhoma Irama.
Ustadz Asmani tekankan, pendidikan pesantren juga berperan penting dalam mencetak kader ulama dan pemimpin yang berintegritas, serta menjadi benteng moral di tengah masyarakat. “Zaman boleh maju, namun nilai agama tetap jadi pemandu. Pendidikan agama harus moderat, menjawab tantangan masa depan tanpa kehilangan akar,” tuturnya.
Sementara Ketua panitia Lailatul Imtihan Ustadz Sopian katakan, 49 tahun berjalan di Pondok Pesantren Jami’atul Banin. Tentu bermacam aneka warna dalam sebuah perjalanan pondok ini. Malam ini kami bersama para santri melakukan tasyakuran. Hal biasa dilakukan jelang bulan suci Ramadhan yang penuh ampunan.
“Selain melatih para santri dan santriwati menguji sejauh mana pemahaman dan penerapan kajian Al Qur’an,” papar Sopian.
Sopian secara tegas jelaskan, perlombaan ini bukan ajang mencari siapa yang paling hebat, melainkan wadah Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) untuk mengamalkan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. ™
- Penulis: Ed27

Comment