Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Loloan, Mutiara Religi di Ujung Barat Bali

Loloan, Mutiara Religi di Ujung Barat Bali

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • visibility 1.118
  • comment 0 komentar

Oleh: Angga Wijaya

suarajembrana.com – Jembrana, kabupaten yang terletak di ujung barat Pulau Bali, sering kali terlupakan dalam peta pariwisata Bali yang lebih banyak menyoroti Denpasar, Ubud, atau Badung. Padahal, daerah ini menyimpan sejarah panjang dan keunikan budaya yang berbeda dari citra Bali pada umumnya. Salah satu permata tersembunyi itu adalah kawasan Loloan, yang bukan hanya kaya akan nilai sejarah dan budaya, tapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi Islami.

banner 336x280

Makam Keramat Buyut Lebai, salah satu ulama silam di Loloan, Jembrana Bali

Sejarah Loloan bermula pada abad ke-17, ketika rombongan pelaut Bugis dari Sulawesi Selatan mendarat dan bermukim di pesisir Jembrana. Mereka diterima dengan tangan terbuka oleh kerajaan setempat, bahkan diangkat menjadi prajurit kerajaan karena keberanian dan loyalitas mereka. Salah satu tokoh penting dari masa itu, Daeng Nachoda, diberi wewenang mendirikan pelabuhan bernama Bandar Pancoran. Kedatangan mereka menjadi awal terbentuknya komunitas Muslim yang menetap dan berkembang di Jembrana.

Wilayah yang mereka dirikan kemudian dikenal sebagai Loloan, yang berasal dari bahasa Bugis dan berarti “sungai yang luas dan panjang”. Saat ini, Loloan terbagi menjadi dua wilayah administratif: Loloan Timur dan Loloan Barat. Jejak budaya Bugis-Melayu masih tampak nyata melalui arsitektur rumah panggung, kebiasaan masyarakat, dan nilai-nilai sosial yang terus hidup hingga kini.

Salah satu ciri khas paling menonjol dari Loloan adalah kehidupan keberagamaan masyarakatnya. Relasi sosial antara komunitas Muslim dan masyarakat Bali lainnya berjalan harmonis dengan konsep “menyama braya”—falsafah kebersamaan khas Bali yang berarti saudara dalam hidup bermasyarakat. Nilai ini telah menjadi pilar dalam menjaga toleransi dan kebersamaan selama berabad-abad.

Dari harmoni tersebut tumbuhlah tradisi-tradisi keagamaan yang unik dan khas, salah satunya adalah wisata religi. Loloan memiliki sejumlah makam para ulama dan wali yang menjadi tempat ziarah, seperti makam Wali Pitu di Loloan Barat, dan makam Syarif Tue serta Buyut Lebai di Loloan Timur. Sejak 1990-an, kawasan ini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, bahkan luar pulau. Selain ziarah, para pengunjung juga bisa menginap di rumah-rumah panggung warga, mencicipi kuliner khas seperti plecing ayam pedas, dan merasakan suasana kampung yang tenang dan spiritual.

Komplek Makam Syarif Tue Loloan (Syarif Abdullah Bin Yahya Al Qadri)

Namun pandemi COVID-19 sempat memukul geliat wisata religi di Loloan. Tak ada peziarah datang, penginapan kosong, dan ekonomi warga pun lesu. Baru sejak awal 2022, aktivitas mulai pulih perlahan. Para wisatawan domestik kembali datang, mengikuti protokol kesehatan, dan menghidupkan kembali denyut kehidupan kampung.

Tak hanya wisata religi, Loloan juga menyimpan satu lagi tradisi istimewa yakni Wida’, syair-syair perpisahan yang dilantunkan saat sepuluh malam terakhir Ramadan. Tradisi ini hanya ditemukan di Loloan. Dalam syair Wida’, para ulama tempo dulu meluapkan kesedihan akan perginya bulan suci. Lantunannya dilakukan tengah malam, dalam lengkingan nada tinggi dan panjang, menggema memecah keheningan kampung.

Menurut sejarawan lokal Eka Sabara, tradisi ini bermula dari abad ke-18. Tuan Guru di Loloan mengekspresikan kesedihan akan berakhirnya Ramadan melalui syair Bugis-Melayu. Kata “Wida’” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti perpisahan, dan dalam budaya Bugis bermakna “selamat tinggal”. Tradisi ini diyakini sebagai bentuk spiritualitas mendalam, bahkan dipercaya oleh sebagian masyarakat bahwa selama Ramadan para leluhur mendapatkan “remisi” dari alam barzakh untuk pulang ke dunia.

Generasi muda seperti Yusuf Mudatsir melihat tradisi Wida’ tak hanya sebagai ekspresi religius, tapi juga potensi besar untuk dikembangkan sebagai warisan budaya. Yusuf dan rekan-rekannya tengah merancang pembuatan film dokumenter, festival Wida’, hingga program regenerasi pewida’. Ia menyebut Wida’ sebagai warisan suara yang memadukan nada Melayu dan Bali, menciptakan harmoni unik yang bisa dinikmati bahkan oleh mereka yang tidak memahami maknanya.

Kini, meskipun Loloan belum secara resmi ditetapkan sebagai desa wisata oleh pemerintah daerah, embrio pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat sudah terbentuk. Kelompok Sadar Wisata Ambenan Ijogading di Loloan Timur menjadi pelopor. Pemerintah Kabupaten Jembrana sendiri telah mencanangkan pengembangan desa wisata melalui Perda No. 2 Tahun 2018. Harapannya, Loloan bisa segera diikutkan dalam pengembangan ini, terutama karena memiliki daya tarik wisata yang autentik dan berbeda dari kebanyakan desa wisata di Bali yang didominasi budaya Hindu.

Loloan adalah wajah lain Bali. Bali yang terbuka, inklusif, dan penuh toleransi. Jika selama ini wisata Bali identik dengan pura, pantai, dan kesenian Hindu, maka Loloan menunjukkan bahwa Bali juga memiliki sejarah Islam yang tua dan hidup. Dengan dukungan masyarakat dan perhatian pemerintah, Loloan bisa tumbuh sebagai destinasi religi yang tak hanya menyuguhkan ketenangan spiritual, tapi juga cerita tentang keberagaman yang berpadu dalam harmoni. ™

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terpesona Lomba Jukung Memeriahkan Petik Laut Desa Air Kuning, Bupati Tamba: Kita dukung penguatan tradisi

    Terpesona Lomba Jukung Memeriahkan Petik Laut Desa Air Kuning, Bupati Tamba: Kita dukung penguatan tradisi

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 804
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Puluhan Peserta ikuti Lomba Jukung Layar Bupati CUP I dalam acara Petik Laut, Pada Minggu, 21 Juli 2024 di Desa Air Kuning, yang sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat pesisir. Tasyakuran petik laut ini serangkaian Peringatan Tahun Baru Islam / Asyura Tahun 1446 H, yang juga dilaksanakan setiap memasuki bulan Muharram. Dibuka […]

  • Kapolres Tekankan Pola sehat, Menjaga Lingkungan dan Perkuat Soliditas Personel

    Kapolres Tekankan Pola sehat, Menjaga Lingkungan dan Perkuat Soliditas Personel

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 445
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Polres Jembrana menggelar apel olahraga bersama yang diikuti ratusan personel Polri dan ASN Polri di lapangan apel Polres Jembrana, Sabtu (23/8). Kegiatan ini diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Pawas Kasubbag Faskon Bag Log Polres Jembrana, AKP I Made Rai Windawan, kemudian dilanjutkan dengan jalan santai dan kebersihan lingkungan. Acara tersebut dihadiri […]

  • Bupati Kembang Apresiasi Bumdes Bersama LKD Serahkan Bantuan Bedah Warung

    Bupati Kembang Apresiasi Bumdes Bersama LKD Serahkan Bantuan Bedah Warung

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 357
    • 0Komentar

    siarajembra.com – Upaya penguatan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya fokus pada program bedah rumah, Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdes Bersama) Tunas Mekar Sejahtera Jaya dan Lembaga Keuangan Desa (LKD) Kecamatan Melaya kini menyalurkan bantuan bedah warung kepada salah satu warga di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya. Langkah ini mendapat apresiasi […]

  • Sekda Jembrana Pimpin Apel Rutin Awal Tahun 2025

    Sekda Jembrana Pimpin Apel Rutin Awal Tahun 2025

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 402
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana melaksanakan Apel rutin awal tahun 2025 diikuti oleh seluruh ASN dan pegawai Non ASN di lingkup Pemkab Jembrana bertempat di depan Kantor Bupati Jembrana, Senin (6/1/2025). Sekretaris Daerah Jembrana I Made Budiasa, yang bertindak sebagai Pembina apel mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025, semoga di tahun 2025 ini kita senantiasa dianugerahi […]

  • Bupati Tamba Hadiri Karya Ngenteg Linggih dan Memberikan Bantuan Dana Hibah

    Bupati Tamba Hadiri Karya Ngenteg Linggih dan Memberikan Bantuan Dana Hibah

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba hadir dalam rangkaian karya Ngenteg Linggih Pura Desa lan Puseh Desa Adat Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jumat (25/5). Puncak karya Ngenteg Linggih jatuh pada Purnama Sadha, Rabu (22/5) yang rangkaian upacara akan dilaksanakan hingga Nyineb pada Hari Minggu (26/5). Berbaur dengan masyarakat setempat dan sejumlah undangan, […]

  • Bupati Jembrana Tolak Joged Bumbung Erotis Yang Menyimpang Dari Pakem

    Bupati Jembrana Tolak Joged Bumbung Erotis Yang Menyimpang Dari Pakem

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Tari Joged Bumbung dalam pementasannya oleh beberapa pihak telah terjadi penyimpangan dari pakem dan tata pementasan Tari Joged Bumbung yang berpotensi memenuhi kualifikasi pornografi dan pornoaksi, baik dalam pertunjukan langsung maupun media sosial. Hal tersebut sangat disayangkan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Menurutnya, Tari Joged Bumbung harus dihormati, dilindungi, dan dilestarikan […]

expand_less