Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pendidikan » Adat Tradisi Perjodohan Dara Pingitan di Kampung Muslim Loloan

Adat Tradisi Perjodohan Dara Pingitan di Kampung Muslim Loloan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024
  • visibility 753
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Hampir luput dari ingatan kita dahulu di kampung Loloan, Jembrana Bali pernah menganut tradisi yang amat kuat khusus bagi kaum perempuan yang dibatasi ruang gerak berinteraksi dengan masyarakat luar. Setiap keluarga yang memiliki anak gadis menginjak dewasa langsung terikat dengan tradisi ini. Obralan tradisi adat, budaya dan kesenian Loloan sangatlah menarik yang langsung di baca yang tulis Raden Ashari.

Penulis sejarah dan budayawan Raden Ashari menceritakan, dalil agama sebagai dasar kepatutan merupakan bentuk kepatuhan anak gadis terhadap kedua orang tua, karena maksud dari perlakuan itu sangat berkaitan dengan perjodohan dengan siapa kelak dia akan dipersandingkan. Lalu kemudian berjalannya waktu tradisi ini tidak terdengar lagi dalam sistem perjodohan, kini masyarakat telah melupakan dan tidak tertarik melanjutkan kembali, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tradisi itu semakin luntur dan punah.

banner 336x280

“Mula asal tradisi dara pingit ini bukanlah bawaan dari negeri asal (Bugis) tetapi mulai diajarkan oleh tokoh ulama pemimpin pesantren melalui dakwah dan fatwa memberi pengaruh sangat kuat terhadap norma kepantasan sikap seorang anak dara kepada orang tua dalam menghindari fitnah. Sehingga kontrol orang tua di dalam rumah mutlak diterima oleh seluruh anggota keluarga dengan penuh keikhlasan dan ketaatan,” tuturnya.

Ashari juga menjelaskan, gadis yang dipingit tidaklah sendirian terkadang di dalam rumah ada dua atau tiga orang perempuan saudara sekandung yang harus taat mengikuti aturan sampai batas waktunya mereka dilepas menerima pinangan dari seseorang lelaki. Pada kondisi seperti itu maka tabu baginya apabila berpandangan mata kepada seorang laki yang tidak diketahui dari mana asalnya.

“Berlaku biasa seorang gadis atau anak dara yang baru usia baligh usia 13 tahun sudah tidak leluasa lagi bermain dengan teman diluar rumah sehingga seharian mulai menekuni pekerjaan di dapur, menjahit dan menenun kain. Kemudian pada hari jadwal tertentu mereka bersama beberapa teman menghadiri pengajian di pesantren belajar pendalaman agama disamping itu sebagai kegiatan menghilangkan kejenuhan didalam rumah,” ungkapnya.

“Kala itu kampung Loloan sepi dari orang lalu lalang maka sangat sulit melihat anak gadis berada diluar rumah, tetapi apa yang tidak ketahui dari balik bilik rumah justru mereka mengintip setiap orang yang melintas di depan rumah,” katanya.

Ashari juga secara detail menyampaikan, ciri yang membedakan dara pingit dengan gadis pada umumnya adalah selalu menggunakan kain awik yang diselempang menutup kepala sampai kebawah dengan sedikit wajah tertutup. Wajah tertutup menghindari diri dari pandangan lelaki lain, namun bila terjadi sesuatu yang tidak terduga karena kebetulan si gadis bertatapan muka dengan seorang lelaki dia akan terperanjat dan tersipu malu, kejadian itu akan memberi dampak antara rasa jengah (malu), kagum atau rasa bersalah dan selanjutnya jadi diskusi menarik antara sesama temannya.

“Diantara sesama anak dara pingitan itu ada rasa kegelisahan. Apabila usianya mendekati dua puluh tahun (sebutan perawan tua). Pada kondisi yang demikian takada kekhawatiran orang tua terhadap kelangsungan jodoh, akan ada keluarga terdekat menghubungi untuk menanyakan sesuatu tentang anak gadisnya sampai kepada kesepakatan antara kedua belah pihak keluarga mengatur persyaratan dan penentuan hari pernikahan,” paparnya.

Secara gamblang Raden Ashari menuturkan, gadis pingit hanya diberi tahu dan menerima tawaran orang tua dia akan dijodohkan oleh seorang lelaki dari keluarga sepupu sendiri dan selama masa penantian sampai batas waktu untuk dinikahkan dia tidak akan pernah tahu rupa wajah calon suami itu, tetapi hanya mendengar cerita dari orang terdekat tentang sosok laki itu karena masih memilki ikatan darah keponakan dari bapak atau ibunya sendiri .

“Berjalannya waktu pesantren besar yang telah memberi aturan tentang tatanan dan norma kehidupan bermasyarakat harus kehilangan figur pemimpin kharismatik dan bahkan tidak ada pelanjut untuk memimpin perguruan tersebut,” ungkapnya.

Setelah kehilangan tokoh ulama lambat laun pengaruhnya semakin memudar hingga akhir tahun tujuh puluhan tidak terdengar lagi sebutan anak dara pingitan, terbuka pilihan teman hidup karena akses pendidikan tradisional dalam pesantren bergeser ke sistem pendidikan umum.

“Kemudian faktor lain adalah orang tua memberi pilihan anak gadis menempuh pendidikan formal terbuka sampai pada jenjang pendidikan menengah bahkan berlanjut ke perguruan tinggi,” katanya.

Ashari pun mengakhiri wawancara secara tegas bahwa tradisi anak dara pingit sangat melekat dalam pola ikatan perjodohan yang menjadi ciri kehidupan bermasyarakat di Loloan, pada akhirnya ditinggalkan oleh masyarakat sendiri dan bahkan tidak ada yang sanggup mengulang kembali. Tidak ada yang menyesali saksi terakhir dari nenek-nenek yang kini berusia enam puluh tahun lebih menjadi bukti bahwa perjodohannya telah mengikuti tradisi sebagai anak dara pingitan.

 

Penulis : Raden Ashari

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Gabungan Basarnas Sisir Pencarian Nelayan Tenggelam di Perairan Pantai Pengambengan

    Tim Gabungan Basarnas Sisir Pencarian Nelayan Tenggelam di Perairan Pantai Pengambengan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Jembrana – Tim Basarnas, Polairud, dan Pos TNI AL terus upayakan pencarian nelayan yang hilang di pantai Medewi tempo hari. Kini tim gabungan menyisir pantai Pengambengan dilokasi pos TNI AL. Untuk memastikan titik koordinat lokasi dimana korban tenggelam sempat ditemukan salah satu awak perahu. Akan tetapi tidak sempat mengevakuasi dikarenakan tidak membawa alat komunikasi serta […]

  • Hasil Penilaian Dewan Juri FNSPJ Ke-VII Lomba Baca Puisi dan Melukis

    Hasil Penilaian Dewan Juri FNSPJ Ke-VII Lomba Baca Puisi dan Melukis

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 724
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Puluhan peserta lomba baca puisi dan melukis di FNSPJ (Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana) ke VII mengambil tema Kreatif Cerdas Pelajar Merdeka di Pendopo Kesari, Selasa (24/10). Para peserta berbakat bersaing ketat di tingkat SD/MI Se-Kabupaten Jembrana. Salah satu dewan juri Dra.Ni Nyoman Sumiati katakan, dalam membaca puisi masih saja ada yang […]

  • Pemkab Jembrana Cairkan THR dan Gaji 13 Guru Tahun 2023

    Pemkab Jembrana Cairkan THR dan Gaji 13 Guru Tahun 2023

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Jembrana suarjembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji 13 tahun 2023 kepada 1274 guru PNS dan PPPK di Kabupaten Jembrana. Untuk alokasi itu sejumlah Rp3,8 miliar dianggarkan. Saat dikonfirmasi, Kamis (24/10) Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Jembrana, I Gusti Anom Saputra mengatakan bahwa pemerintah kabupaten Jembrana menganggarkan sebesar […]

  • Silahturahmi Ramadhan Persatuan Karyawan Muslim PT Bali Maya Permai

    Silahturahmi Ramadhan Persatuan Karyawan Muslim PT Bali Maya Permai

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 737
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Silahturahmi Persatuan Karyawan Muslim PT Bali Maya Permai berbuka bersama. Dihadiri perwakilan manajemen dan seluruh karyawan Muslim PT Bali Maya Permai FCI Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, acara dibuka dengan pembacaan Dzikir Jama’i yang dipimpin oleh ustad Raden Juna, dirangkai sholat magrib bersama dan doa ditutup dengan melaksanakan buka bersama […]

  • Danrem 163/Wira Satya Dampingi Pangdam IX/Udayana Tinjau Kesiapan Venue KTT IAF

    Danrem 163/Wira Satya Dampingi Pangdam IX/Udayana Tinjau Kesiapan Venue KTT IAF

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Denpasar suarajembrana.com – Selaku Komandan Satgas Evakuasi (Dansat Evakuasi) Pengamanan KTT IAF Ke II dan HLF MSP Tahun 2024, Danrem 163/ Wira Satya dampingi Pangdam IX/Udayana selaku Dansatgas Pamwil mengecek kesiapan kesiagaan posko dan tempat kegiatan KTT IAF di Nusa Dua Bali pada hari Selasa (28/8/2024). Setelah kemarin melaksanakan Apel gelar pasukan Satgas Pamwil dan […]

  • Dongkrak Potensi Pertanian Jembrana Melalui Penyediaan Kredit Pertanian

    Dongkrak Potensi Pertanian Jembrana Melalui Penyediaan Kredit Pertanian

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 701
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Upaya Pengembangan potensi ekonomi daerah dan dalam rangka mendongkrak kredit pertanian di wilayah Kabupaten Jembrana, Kelompok Tani Merta Abadi dan Koperasi Buana Merta Abadi menandatangani kerjasama dengan PT Bank BPD Bali Bertempat di Wantilan Kelompok Tani Kakao Merta Abadi, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya. Rabu (24/7/2024) kerjasama itu upaya meningkatkan potensi pertanian melalui […]

expand_less