Pameran Photography Abadikan Napas Budaya Makepung Jembrana
- account_circle Ed27
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar

Jembrana – Tradisi Makepung kembali mendapat panggung melalui karya fotografi. Sebuah pameran foto tunggal bertajuk Budaya Makepung Jembrana akan digelar pada 14–23 Agustus 2026, menghadirkan rangkaian visual yang merekam denyut tradisi balap kerbau khas Bumi Mekepung.
Pameran yang berlokasi di area parkir Kantor Bupati Jembrana ini menjadi ruang apresiasi sekaligus dokumentasi budaya. Pemeran Komunikasi Fotografer Jembrana bersama karya Candra Photography, dengan menghadirkan karya-karya yang menangkap berbagai sisi Makepung, mulai dari aksi para joki, kerbau pacuan, suasana arena, hingga ekspresi masyarakat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi tersebut.
Bukan sekadar memamerkan foto, kegiatan ini membawa pesan lebih dalam tentang bagaimana sebuah kamera dapat menjadi saksi perjalanan budaya di Gumi Mekepung. Setiap bidikan menjadi rekaman visual yang menyimpan cerita, semangat, sekaligus identitas masyarakat Jembrana yang diwariskan lintas generasi.
I Komang Triadi (46), yang akrab disapa Mang Tri, menyampaikan bahwa pameran tersebut merupakan salah satu cara kreatif untuk menjaga keberadaan budaya lokal di tengah perubahan zaman. Ada 28 karya yang di pajang serta masyarakat bisa juga langsung menonton di tv LED yang dipajang. Hingga bisa langsung menanyakan sejauh mana Budaya Mekepung itu, Jumat malam (14/08/2026).
Menurutnya, fotografi memiliki kekuatan untuk mengabadikan sebuah peristiwa sekaligus menyampaikan nilai budaya kepada generasi berikutnya. Melalui karya visual, tradisi Makepung tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat Jembrana, tetapi juga diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Pameran ini menjadi salah satu cara kreatif untuk menjaga budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Fotografi tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, tetapi juga menjadi media dokumentasi yang mampu merekam perjalanan tradisi Makepung dari waktu ke waktu,” ujar Mang Tri.
Ketika Kamera Menjadi Penjaga Ingatan Budaya
Makepung bukan sekadar sebuah perlombaan. Di balik deru langkah kerbau dan ketegangan para joki di lintasan, tersimpan nilai kebersamaan, kegigihan, tradisi, serta identitas masyarakat Jembrana.
Karena itu, kehadiran pameran fotografi ini diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan seni fotografi dengan kekayaan budaya lokal. Pengunjung dapat melihat Makepung dari perspektif berbeda, bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai warisan budaya yang memiliki cerita dan nilai historis.
Masyarakat Jembrana maupun wisatawan yang berkunjung diharapkan dapat memanfaatkan pameran tersebut untuk mengenal lebih dekat tradisi Makepung sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keberlangsungan budaya daerah.
Sebab ketika sebuah tradisi diabadikan melalui karya seni, yang disimpan bukan hanya gambar, tetapi juga ingatan tentang sebuah zaman, manusia, dan kebudayaan yang pernah hidup di dalamnya.
“Mari kita jaga budaya leluhur,” pesan Mang Tri.
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar