Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Paguyuban Banyumas Jembrana Eratkan Silaturahmi dan Jiwa Sosial di Tanah Rantau

Paguyuban Banyumas Jembrana Eratkan Silaturahmi dan Jiwa Sosial di Tanah Rantau

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
  • visibility 826
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Keluarga Besar Paguyuban Banyumas Jembrana yang didirikan tahun 5 Oktober 1997 di Kabupaten Jembrana. Paguyuban Banyumasan adalah wadah bagi para pendatang yang berasal dari wilayah dialektika bahasa ngapak atau Karesidenan Banyumas Raya yang meliputi wilayah Cilacap hingga Banjarnegara. Seiring dengan perkembangannya saat ini Paguyuban Banyumas di Kabu Jembrana merupakan ajang silaturahmi. “Ngapak ora ngapak, sing penting kompak!”

Ada sebuah torehan sejarah dimana antara tahun 1855 hingga 1866 I Gusti Ngurah Made Pasekan mengemban tugas sebagai regent atau setingkat bupati. Waktu itu pihak Belanda menyingkirkan I Gusti Ngurah Made Pasekan ditangkap dan diungsikan ke Banyumas. Waktu itu K.P.A Mertadiredja memberikan sebidang tanah di Desa Kejawar. Raja ke VI Jembrana bersama keluarga tinggal di lokasi itu hingga akhir hayatnya. Di areal makam Raja ke VI Jembrana juga terdapat pesarehan atau makam keluarga R Marjana Mertadiredja.

banner 336x280

Pendiri Paguyuban Banyumas Purwandi, SW ceritakan bahwa inti sari dari Paguyuban ini adalah ajang silaturahmi. Dimana kami perantau yang telah beranak cucu dan bekerja di Bali. Dan menyatukan persaudaraan yang kental, ada yang bekerja di pemerintah, ada pedagang, ada pengusaha, dan ada pula yang Abdi Negara. Apalagi ini kumpul ajang halal bihalal di sebuah warung makan Kreteg Nyirang, Desa Baluk, Minggu (20/4/2025).

“Selain kumpul-kumpul ajang Paguyuban juga melakukan arisan sebagai penyemangat baik di kalangan bapak-bapak dan juga para ibu. Walau tak bernilai nominal besar, tapi sudah kumpul saja rasanya senang. Seperti bahasa Banyumasan “Ngapak ora ngapak, sing penting kompak!,” ungkap Purwandi.

Menurut Purwandi, sejak terbentuk di Provinsi Bali, maka di Kabupaten Jembrana terbentuklah Paguyuban Banyumas pada tanggal 5 Oktober 1997. Hingga kini berusia 28 tahun. Banyak pula aksi sosial yang telah dilakukan. Karena kita juga menjalankan kotak amal. Yang mana hasil kotak amal tersebut dibuka jelang Idul Fitri. Dan hasil itu kita belikan paket sembako ke pondok pesantren.

“Paguyuban Banyumas di Kabupaten Jembrana walau hanya bisa dihitung dengan jari, tapi kekompakan kami tetap terjalin baik. Dulu juga ada dari Paguyuban ini yang beda agama, tapi itu bukan kendala. Karena kebersamaan itu terjalin lebih indah dan damai. Dan kami tidak membeda-bedakan, itu pernah terjadi tahun lalu,” tuturnya.

Ia juga jelaskan, untuk dana infaq atau kotak amal ada pula sumbangan suka rela. Berupa beras, mie instan, lengkapnya paket sembako. Kedepan tentu kita akan lakukan bakti sosial. Bantuan ini bisa mencapai kwintal. Untuk dinominalkan uang kisaran juta. Tanpa mau menyembuhkan secara rinci. Maklum di Paguyuban ini hanya total 14 warga yang aktif.

“Untuk program pemerintah terutama di Kabupaten Jembrana, apapun itu kita tetap dukung. Apalagi ada sebuah histori sejarah dimana antara tahun 1855 hingga 1866 I Gusti Ngurah Made Pasekan mengemban tugas sebagai regent atau setingkat bupati,” katanya.

Purwandi kisahkan, waktu itu pihak Belanda menyingkirkan I Gusti Ngurah Made Pasekan ditangkap dan diungsikan ke Banyumas. Waktu itu K.P.A Mertadiredja memberikan sebidang tanah di Desa Kejawar. Raja ke VI Jembrana bersama keluarga tinggal di lokasi itu hingga akhir hayatnya. Di areal makam Raja ke VI Jembrana juga terdapat pesarehan atau makam keluarga R Marjana Mertadiredja. Sampai saat ini tetap terjalin harmonis.

“Hari ini lagi asik kumpul minum dawet ayu dan tempe mendoan memang nikmat. Makan bersama, rasa kekeluargaan, dan berjiwa sosial itu sungguh nikmat. Apalagi mengenang kisah-kisah di perantauan dan menambah kekerabatan,” pungkasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandim 1617/Jembrana dan Istri Turut Hadiri Puncak Acara HUT Kota Negara Ke-128

    Dandim 1617/Jembrana dan Istri Turut Hadiri Puncak Acara HUT Kota Negara Ke-128

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Puncak acara pawai budaya menyambut HUT Kota Negara ke-128 dibuka secara resmi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sabtu (19/8). Barisan pawai dilepas ditandai pemukulan kulkul oleh Wagub Bali bersama Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Dandim 1617/ Jembrana Letkol Inf.Teguh Dwi Raharja,S.sos beserta istrinya Luh Hesti Ranitasari. Menyaksikan sebanyak 2000 […]

  • Konservasi Menjaga Kelestarian Alam di Bali

    Konservasi Menjaga Kelestarian Alam di Bali

    • calendar_month Senin, 15 Jan 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Kodim 1617/Jembrana bersama Kementrian Lingkungan Hidup, Forkopimda dan masyarakat melaksanakan program penanaman pohon serentak se-Provinsi Bali Tahun 2024 sebagai upaya konservasi lingkungan, bertempat di Dusun Blimbingsari, Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Minggu (14/01/2024). Kegiatan Penanaman Pohon serentak se-Provinsi Bali tahun 2024 ini melibatkan partisipasi aktif dari warga setempat, anggota TNI […]

  • Kokohkan Kekuatan Organisasi FBN Jembrana Persiapan Musda Silaturahmi ke Kesbangpol

    Kokohkan Kekuatan Organisasi FBN Jembrana Persiapan Musda Silaturahmi ke Kesbangpol

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 2.209
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Silahturahmi FBN Kabupaten Jembrana ke Kesbangpol dalam rangka persiapan rangka Musda. Forum Bela Negara (FBN) Jembrana yang didampingi penasehat FBN. Tujuan FBN (Forum Bela Negara) adalah membentuk dan menanamkan kesadaran, sikap, serta perilaku bela negara pada warga negara Indonesia agar senantiasa cinta tanah air, setia pada Pancasila dan UUD 1945, serta siap melakukan […]

  • Bupati Kembang Tekankan Perankan Perlindungan Anak Tanpa Diskriminasi Anak

    Bupati Kembang Tekankan Perankan Perlindungan Anak Tanpa Diskriminasi Anak

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 348
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025, Pelayanan Anak Kristen Jembrana (PAKJ) menyelenggarakan Pesta Anak Kristen se-Kabupaten yang digelar di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Mahanaim Jembrana, Rabu (23/7). Pesta Anak Kristen ini diikuti oleh ratusan anak dari berbagai gereja di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana. Kegiatan yang berlangsung meriah ini diisi dengan berbagai […]

  • Bupati Kembang Dukung Ajang akbar Honda Classic Paradise 2025 Dari Penjuru Nusantara

    Bupati Kembang Dukung Ajang akbar Honda Classic Paradise 2025 Dari Penjuru Nusantara

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Areal Gelanggang Olahraga (GOR) Kresna Jvara di Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, dipenuhi ribuan pecinta motor Honda klasik dari berbagai penjuru Nusantara. Mereka hadir dalam ajang akbar Honda Classic Paradise 2025, yang digelar selama dua hari, Sabtu hingga minggu (8- 9/11). Acara perdana yang digagas oleh komunitas Honda klasik dan didukung penuh oleh Pemerintah […]

  • Intensifkan dan Meminimalisir Tiap 2 Jam Cegah Kebakaran di TPA Peh

    Intensifkan dan Meminimalisir Tiap 2 Jam Cegah Kebakaran di TPA Peh

    • calendar_month Rabu, 18 Okt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Petugas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, saat ini mengintensifkan pengecekan gunung sampah setiap dua jam sekali untuk mencegah terjadinya kebakaran saat musim kemarau saat ini. Koordinator TPA Peh, Ketut Suardika, mengatakan bahwa setiap harinya ada sekitar 30-40 ton sampah yang dikirim ke TPA Peh. Sehingga saat […]

expand_less