Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pendidikan » Megesah dan Medayoan Dalam Menjaga Nilai Toleransi di Kampung Loloan

Megesah dan Medayoan Dalam Menjaga Nilai Toleransi di Kampung Loloan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
  • visibility 758
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Kearifan budaya, seni dan adat tradisi yang tetap terjaga dan terawat apik. Inilah yang selalu dijaga harmonis di kampung Loloan, Kabupaten Jembrana. Walaupun generasi muda dengan era jaman modern saat ini. Tak lapuk oleh jaman dua tokoh pun ikut andil mengingatkan bahwa pentingnya, merawat dan mengedukasi para generasi.

Konsep mebraya baik umat Hindu dan umat Muslim duduk bareng diskusi merawat Toleransi Dalam Kebhinekaan. Yang diselenggarakan Kosan (Komunitas Seni Ambenan Loloan) bersama 400 lebih siswa siswi SMANSTAR (SMA Negeri Tarik) Sidoarjo Jawa Timur. Bertempat di alam terbuka Ambenan Ijo Gading, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kamis (25/04).

banner 336x280

Tokoh Budayawan Loloan Haji Musadat Johar (65) tahun menjelaskan dalam menjaga toleransi Kebhinekaan ada 3 pilar yaitu poin utamanya agama, ekonomi, dan budaya yang yang tetap terjaga sejak abad ke XVI. Salah satunya bila ada sedikit perbedaan dan kesulitan maka budaya megesah itu adalah kunci keterbukaan. Secara langsung larut sehingga menimbulkan ide dan keputusan yang baik.

“Baik itu dari nyame (saudara) kita yang umat Hindu dan begitu pula sebaliknya di nyame Selam yang menjaganya adalah mendidik generasi muda lebih berbudaya, beragama, dan berpikir cerdas,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Bendesa Adat Lakonsari I Nengah Mahadiarta bahwa secara kultur budaya, adat, tradisi menjaganya pun bersama tak ada ketimpangan. Dimana budaya ngejot (sejenis parcel) yang antar 2 umat beragama ini selalu terjaga.

“Saling berbagi jaman dulu ketika hasil panen itu dulu. Kini budaya ngejot tetap ada, kerukunan saling menghargai adalah pedoman di ajaran Umat Hindu baik dengan sang Pencipta, alam dan juga dengan sesama umat di dunia ini. Tak perlu ada perdebatan, bahkan sering mewanti-wati agar bijak ber medsos. Karena sekali salah kata dan memposting tentu akan menjadi mangsa pihak yang justru memecah belah,” ujarnya.

Dalam literasi berbudaya, tradisi serta adat agar tak tergerus jaman demikian disampaikan Lurah Loloan Timur Syukron Hadi, SH. Syukron berharap jaga kearifan lokal beragam yang utuh dan melestarikan ke generasi muda. Saat acara apapun ketika umat Muslim melaksanakan pasti mengundang umat Hindu, begitu sebaliknya.

“Secara pemetaan wilayah di Loloan Timur ada bentuk keragaman umat. Dimana ada Lingkungan Mertasari hampir sebagian besar Nyame Hindu, dan juga Lingkungan Ketutug Hindu, Islam dan agama lainnya, hanya di Lingkungan Loloan sebagian besar adalah umat Islam. Anak muda pun begitu pragmatis, sehingga mengemasnya mengajak event kegiatan positif seperti berkesenian dan penyelenggaraan event yang mengutamakan generasi muda,” katanya.

Mewakili generasi muda dan Ketua Kosan (Komunitas Seni Ambenan Loloan) Irwan Hidayat dengan hadirnya 400 siswa siswi SMANSTAR adalah pembelajaran kultur Loloan Kampung Muslim yang menjaga ajeg lestari budaya, seni dan tradisi adat. Dimana para pelajar ini keliling ke kampung dimana beragam yang di Loloan.

“Mengenal ada itu rumah panggung, seni apa saja yang ada di Loloan Timur. Mendatangi langsung ke warga berbasis pembelajaran ruang terbuka. Budaya Outdoor Learning (ODL) Basis Implementasi Projek Penguat Profil Pancasila (P5). Sehingga penyerapan langsung bagi siswa dan siswi,” ujar Irwan yang merupakan mantan ajang Liga Dangdut.

Koordinator Project Bhineka Tunggal Ika Minasti Duta Maharani, Spd menjelaskan Penguat Profil Pancasila (P5) yang mengambil Tema Toleransi. Keragaman umat beragama di Bali salah satu project di Loloan adalah adanya keragaman umat beragama.

“Dengan browsing di internet, yang mana Kelurahan Loloan Timur banyak ragam Toleransi. Berbaur utuh dengan pesona ragam budaya, adat dan tradisi lokal masyarakat. Siswa siswi melakukan kegiatan selama 10 hari, yang pertama adalah konsep, hingga observasi langsung ke lapangan. Hingga siswa siswi melestarikan berupa tulisan hasil karyanya. Baik itu suku, agama, adat, tarian adat, dan seni,” ungkapnya

Kepala Sekolah SMANSTAR Wiwik Trianawati, Sos menuturkan, hal menariknya mendidik anak-anak mengenal secara langsung intisari Toleransi itu sendiri. “Harmonisnya masalah perbedaan agama bukan sebagai pemecah belah akan tetapi kehidupan harmonis saling menghargai dan hormat menghormati. Intinya peran dari generasi muda sangat memegang peran terutama di Bali, sangat salut sekali,” pungkasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Anak PAUD-SD Ikuti Gebyar Anak Usia Dini di Jembrana

    Ribuan Anak PAUD-SD Ikuti Gebyar Anak Usia Dini di Jembrana

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Sebanyak 1.800 anak usia dini yang terdiri dari anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Sekolah Dasar fase awal mengikuti kegiatan Gebyar Anak Usia Dini yang diselenggarakan oleh oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana di GOR Kresna Jvara, Jembrana, Rabu (18/9). Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Bunda PAUD Jembrana, Ny. Candrawati Tamba yang […]

  • Bupati Jembrana Ajak ASN Dukung Petani Lokal dengan Membeli Beras di KUD

    Bupati Jembrana Ajak ASN Dukung Petani Lokal dengan Membeli Beras di KUD

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 448
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menekankan pentingnya peran ASN dalam mendukung perekonomian daerah, khususnya sektor pertanian. Dihadapan peserta apel, Bupati Kembang Hartawan mengajak seluruh ASN untuk turut serta dalam gerakan membeli dan mengonsumsi beras lokal yang diproduksi oleh petani Jembrana, yang saat ini telah dipasarkan melalui Koperasi Unit Desa (KUD) setempat. “Kita […]

  • Pesan Bupati Kembang Hartawan Kepada Pegawai : Jadilah Pelayan Rakyat

    Pesan Bupati Kembang Hartawan Kepada Pegawai : Jadilah Pelayan Rakyat

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 486
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Sejumlah arahan penting disampaikan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan pada apel rutin Pemkab Jembrana di Taman Pecangakan depan Kantor Bupati Jembrana, Senin (3/3). Salah satunya meminta pegawai memaksimalkan pelayanan. Pihaknya ingin pelayanan kepada masyarakat lebih dioptimalkan lagi dengan paradigma rakyat selaku atasan sehingga sudah seyogyanya dilayani. “Kita harus memiliki semangat dan mampu […]

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 519
    • 0Komentar
  • Bupati Tamba Lantik Kepala Badan Kesbangpol Jembrana

    Bupati Tamba Lantik Kepala Badan Kesbangpol Jembrana

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kabupaten Jembrana resmi dilantik definitif oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Rabu (4/10) di Aula Sentra Tenun Jembrana. Turut hadir Wabup IGN Patriana Krisna, Sekda I Made Budiasa beserta pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jembrana. Dilantik sebagai Kaban Kesbangpol yang […]

  • Gebyar Pentas Seni Anak RA, Tampilkan Bakat dan Kreativitas Sejak Usia Dini

    Gebyar Pentas Seni Anak RA, Tampilkan Bakat dan Kreativitas Sejak Usia Dini

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 608
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Keceriaan dan semangat terpancar dari wajah-wajah ceria dari anak-anak Raudhatul Athfal (RA) se-kabupaten Jembrana dalam gelaran Gebyar Pentas Seni Anak RA yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kabupaten Jembrana, di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Selasa (3/6).Mengusung tema “Melalui Gebyar Pentas Seni Anak Usia Dini Raudhatul Athfal, Mewujudkan Generasi Kreatif, Inovatif, Cerdas […]

expand_less