Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pendidikan » Megesah dan Medayoan Dalam Menjaga Nilai Toleransi di Kampung Loloan

Megesah dan Medayoan Dalam Menjaga Nilai Toleransi di Kampung Loloan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
  • visibility 723
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Kearifan budaya, seni dan adat tradisi yang tetap terjaga dan terawat apik. Inilah yang selalu dijaga harmonis di kampung Loloan, Kabupaten Jembrana. Walaupun generasi muda dengan era jaman modern saat ini. Tak lapuk oleh jaman dua tokoh pun ikut andil mengingatkan bahwa pentingnya, merawat dan mengedukasi para generasi.

Konsep mebraya baik umat Hindu dan umat Muslim duduk bareng diskusi merawat Toleransi Dalam Kebhinekaan. Yang diselenggarakan Kosan (Komunitas Seni Ambenan Loloan) bersama 400 lebih siswa siswi SMANSTAR (SMA Negeri Tarik) Sidoarjo Jawa Timur. Bertempat di alam terbuka Ambenan Ijo Gading, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kamis (25/04).

banner 336x280

Tokoh Budayawan Loloan Haji Musadat Johar (65) tahun menjelaskan dalam menjaga toleransi Kebhinekaan ada 3 pilar yaitu poin utamanya agama, ekonomi, dan budaya yang yang tetap terjaga sejak abad ke XVI. Salah satunya bila ada sedikit perbedaan dan kesulitan maka budaya megesah itu adalah kunci keterbukaan. Secara langsung larut sehingga menimbulkan ide dan keputusan yang baik.

“Baik itu dari nyame (saudara) kita yang umat Hindu dan begitu pula sebaliknya di nyame Selam yang menjaganya adalah mendidik generasi muda lebih berbudaya, beragama, dan berpikir cerdas,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Bendesa Adat Lakonsari I Nengah Mahadiarta bahwa secara kultur budaya, adat, tradisi menjaganya pun bersama tak ada ketimpangan. Dimana budaya ngejot (sejenis parcel) yang antar 2 umat beragama ini selalu terjaga.

“Saling berbagi jaman dulu ketika hasil panen itu dulu. Kini budaya ngejot tetap ada, kerukunan saling menghargai adalah pedoman di ajaran Umat Hindu baik dengan sang Pencipta, alam dan juga dengan sesama umat di dunia ini. Tak perlu ada perdebatan, bahkan sering mewanti-wati agar bijak ber medsos. Karena sekali salah kata dan memposting tentu akan menjadi mangsa pihak yang justru memecah belah,” ujarnya.

Dalam literasi berbudaya, tradisi serta adat agar tak tergerus jaman demikian disampaikan Lurah Loloan Timur Syukron Hadi, SH. Syukron berharap jaga kearifan lokal beragam yang utuh dan melestarikan ke generasi muda. Saat acara apapun ketika umat Muslim melaksanakan pasti mengundang umat Hindu, begitu sebaliknya.

“Secara pemetaan wilayah di Loloan Timur ada bentuk keragaman umat. Dimana ada Lingkungan Mertasari hampir sebagian besar Nyame Hindu, dan juga Lingkungan Ketutug Hindu, Islam dan agama lainnya, hanya di Lingkungan Loloan sebagian besar adalah umat Islam. Anak muda pun begitu pragmatis, sehingga mengemasnya mengajak event kegiatan positif seperti berkesenian dan penyelenggaraan event yang mengutamakan generasi muda,” katanya.

Mewakili generasi muda dan Ketua Kosan (Komunitas Seni Ambenan Loloan) Irwan Hidayat dengan hadirnya 400 siswa siswi SMANSTAR adalah pembelajaran kultur Loloan Kampung Muslim yang menjaga ajeg lestari budaya, seni dan tradisi adat. Dimana para pelajar ini keliling ke kampung dimana beragam yang di Loloan.

“Mengenal ada itu rumah panggung, seni apa saja yang ada di Loloan Timur. Mendatangi langsung ke warga berbasis pembelajaran ruang terbuka. Budaya Outdoor Learning (ODL) Basis Implementasi Projek Penguat Profil Pancasila (P5). Sehingga penyerapan langsung bagi siswa dan siswi,” ujar Irwan yang merupakan mantan ajang Liga Dangdut.

Koordinator Project Bhineka Tunggal Ika Minasti Duta Maharani, Spd menjelaskan Penguat Profil Pancasila (P5) yang mengambil Tema Toleransi. Keragaman umat beragama di Bali salah satu project di Loloan adalah adanya keragaman umat beragama.

“Dengan browsing di internet, yang mana Kelurahan Loloan Timur banyak ragam Toleransi. Berbaur utuh dengan pesona ragam budaya, adat dan tradisi lokal masyarakat. Siswa siswi melakukan kegiatan selama 10 hari, yang pertama adalah konsep, hingga observasi langsung ke lapangan. Hingga siswa siswi melestarikan berupa tulisan hasil karyanya. Baik itu suku, agama, adat, tarian adat, dan seni,” ungkapnya

Kepala Sekolah SMANSTAR Wiwik Trianawati, Sos menuturkan, hal menariknya mendidik anak-anak mengenal secara langsung intisari Toleransi itu sendiri. “Harmonisnya masalah perbedaan agama bukan sebagai pemecah belah akan tetapi kehidupan harmonis saling menghargai dan hormat menghormati. Intinya peran dari generasi muda sangat memegang peran terutama di Bali, sangat salut sekali,” pungkasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 506
    • 0Komentar
  • Tampil Beda Mertasari Festival, Merangkul Kebersamaan Warga di HUT RI Ke 80

    Tampil Beda Mertasari Festival, Merangkul Kebersamaan Warga di HUT RI Ke 80

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 4.738
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Ribuan warga dari kalangan bocah hingga dewasa tumpah ruah di lapangan Lingkungan Mertasari, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana. Tak hanya sekedar perayaan 17 Agustus, tapi konsep menyatukan rasa cinta lingkungan, kepedulian, dan jiwa kebersamaan dalam harmoni antar umat beragama. HUT RI ke 80 tahun dilaksanakan dengan berbagai ajang lomba. Tak hanya hiburan semata, […]

  • Pawai Obor dan Cikar-Cikaran Melestarikan Tradisi Keliling Kampung

    Pawai Obor dan Cikar-Cikaran Melestarikan Tradisi Keliling Kampung

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Jembrana, suarajembrana.com- Meriah dan marak pawai obor dan cikar-cikaran dalam merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijrah di kampung muslim Loloan, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Rabu (19/07). Budaya dan tradisi yang tetap dipertahankan dari tahun ke tahun sebagai rasa puji syukur akan kebesaran Ilahi di tahun baru ini. Tak hanya pawai […]

  • Tanggapan Wakil Rakyat Hasil Sidang Pleno Keputusan MK Sistem Pemilihan Terbuka

    Tanggapan Wakil Rakyat Hasil Sidang Pleno Keputusan MK Sistem Pemilihan Terbuka

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • account_circle Abang Madun
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Jembrana – SUARA JEMBRANA – Yang mana masyarakat memilih calon sesuai figur yang mereka dukung. Harapan ini sesuai juga dengan keinginan calon legislatif baik dapil kabupaten, provinsi, dan DPR RI. Sempat tarik ulur yang membuat masyarakat bertanya dan sama halnya dengan calon yang akan duduk di Dewan selaku calon dari partai politik. Apapun keputusan sidang […]

  • Tamba Lantik 2 Pejabat Eselon II Dengan Membuktikan Dedikasi Serta Tauladan

    Tamba Lantik 2 Pejabat Eselon II Dengan Membuktikan Dedikasi Serta Tauladan

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Jembrana – Dua Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di kabupaten Jembrana yang kosong akhirnya terisi. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba melantik pejabat Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana di Aula Jimbarwana Kantor Bupati Jembrana, Senin (12/2). Turut hadiri juga, Wakil Bupati Jembrana I Gede […]

  • Bantu evakuasi Rumah Warga Roboh di Kecamatan Melaya

    Bantu evakuasi Rumah Warga Roboh di Kecamatan Melaya

    • calendar_month Senin, 29 Jan 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 563
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Babinsa Koramil 1617-03/ Melaya Serda I Ketut Nur Merta bantu evakuasi rumah warga yang atapnya roboh diakibatkan intensitas curah hujan yang tinggi dan disertai angin kencang kejadian ini terjadi di Banjar Sarikuning Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Minggu (28/01/2024). Babinsa Desa Tukadaya Serda I Ketut Nur Merta bersama Bhabinkamtibmas dan BPBD […]

expand_less