Dirgahayu Armada RI, Laut Biru Daratan Hijau, Posal Pengambengan Tanam Ratusan Pohon Untuk Kelestarian Alam
- account_circle Ed27
- calendar_month Minggu, 7 Des 2025
- visibility 870
- comment 0 komentar

suarajembrana.com – Rangkaian peringatan Hari Armada Republik Indonesia Tahun 2025 menjadi simbol kebanggaan maritim bangsa Indonesia. Hari Armada RI Tahun 2025 mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, Koarmada RI Siap Mempersatukan Kekuatan Laut Nusantara untuk Mengantarkan Rakyat Sejahtera, Bersatu, Berdaulat Menuju Indonesia Maju.”

Dipimpin langsung Komandan Pos Angkatan Laut (Posal) Pengambengan, pos TNI AL di Desa Pengambengan, Bali, Letda Laut (P) I Komang Didik Wirahadi sampaikan, dimana Posal Pengambengan adalah satuan pelaksana terkecil dari Pangkalan TNI AL (LANAL) dalam hal ini di bawah Jajaran Pangkalan TNI AL Denpasar.
Kegiatan hari ini merupakan Hari Armada Laut RI yang jatuh pada tanggal 5 Desember 2025. Ratusan penanaman pohon Ketapang Kencana yang ditanam di patral 2 Kampung Bahari Nusantara, Desa Pengambengan dan penanaman pohon mangrove di sekitar Posal (Pos Angkatan Laut) di Desa Pengambengan bersama instansi terkait dan juga masyarakat sekitar.
Tampak Babinsa, Bimas, Polairud, Kepala Kewilayahan dan juga masyarakat turut serta memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut.
“Ini merupakan momentum rasa kebersamaan dalam menjaga alam baik laut maupun di darat. Yang merupakan bagian dari konsep Sad Kerthi atau enam upaya menjaga kesucian alam semesta. Tujuan ini adalah laut bisa bersahabat, sehingga penanaman pohon agar mencegah abrasi,” ungkap I Komang Didik Wirahadi.
Letda Laut (P) I Komang Didik Wirahadi juga menegaskan, sebagai warga negara Indonesia mempertahankan Wana Kerthi adalah bagian dari konsep Hindu Bali Sad Kerthi, yang berarti upaya menjaga, menyucikan, dan melestarikan hutan serta pegunungan sebagai paru-paru dunia dan penjaga keseimbangan alam, dilakukan secara fisik (sekala) melalui penghormatan dan pemeliharaan, serta spiritual (niskala) melalui upacara keagamaan, untuk menciptakan keharmonisan antara manusia dan alam semesta.
“Laut biru di darat hijau ini merupakan keseimbangan yang perlu di jaga dan dilestarikan. Jangan sampai merusak alam baik laut maupun di darat. Pola sederhana akan tetapi berdampak bagi kelangsungan kehidupan,” katanya.
Harapan Didik dengan mengedukasi kepada masyarakat pentingnya penanaman ekologi laut untuk mencegah abrasi dan gelombang pasang. Serta masyarakat peduli akan pentingnya melestarikan, merawat, dan penghijauan sebagai sumber kelangsungan kehidupan makhluk hidup. ™
- Penulis: Ed27

Comment