Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

Dinamika Anak Muda Jangan Takut Jadi Petani Bawang Merah, Petani Itu Adalah Sultan

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 1.416
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Anak muda bangkit dari keterpurukan dalam arungi arah kehidupan. Tak gentar bereksperimen di dunia bisnis, tumbang satu tumbuh seribu akal. Dukungan dan inovasi membuatnya bangkit jadi petani bawang merah. Walau sempat gagal menanam cabai dan bawang merah karena struktur hara tanah dengan ph yang tentu beda. Intinya jatuh bangun dan bangkit berjuang. Modal sebagai anak petani tradisional, kini anak muda bertani dengan tehnik modern.

Modal awal 200 juta di tanam di tanah seluas 1 hektar, dengan rincian 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman. Tapi semua itu butuh ketekunan, kegigihan, dan semangat. Itu pun nanti ada pengurangan dari pupuk, biaya buruh dan juga pengepakan atau penyortiran.

banner 336x280

Perintis Go Tani milenial I Ketut Sudiarta (43) ceritakan, awal merintis usaha tahun 2013 mendirikan sebagai distributor penjualan paket pulsa. Hingga dilanda Covid 19 tahun 2019 maka usaha itu pun gulung tikar. Hingga timbul polemik bisnis apa yang bagus dikerjakan untuk masa depan sebagai anak muda. Timbullah ide bentuk usaha yang tak lekang oleh jaman.

“Maka lahirlah bisnis pertanian karena saya lahir dari anak seorang petani. Belajar dari nol tanpa mengenal apa itu petani, dari mana harus mulai. Walau darah anak petani yang masih bersifat tradisional. Dimana ilmunya masih dasar dan mentok hanya itu-itu saja. Timbul kreatif ide manjadi petani yang lebih modern. Hingga mencoba menanam cabai, selama 1 tahun. Astungkara berhasil mempelajari cara menanam cabai. Walau jujur belum menikmati hasil yang signifikan,” ungkapnya, Senin (4/8/2025).

Sudiarta juga katakan, cambuknya menanam cabai gagal hasil, itu tak menyurutkan semangat untuk terus mencoba. Karena terlalu lama saat itu menggeluti tanaman cabai. Dengan masa panen selama 1 tahun. Hingga bangkit, melihat teman dari Sumatera yang sukses menanam bawang merah. Maka mencoba menanam bawang merah, yang akhirnya juga mengalami kerugian. Tapi upaya ini terus dilakukan dan mempelajari segi mana yang perlu dievaluasi.

“Hingga tercetus ide menamakan Go Tani (Generasi Muda Sukses) yang intinya mengajak anak muda untuk mau terjun sebagai petani. Dimana peluang sebagai petani itu sangatlah bagus. Jika dikaji petani dengan sistem tradisional tentu kurang menarik. Maka kita kemas dengan lebih ke sistem modern. Hingga tekun menanam bawang merah itu tahun 2024. Walau termasuk baru, awalnya impian kini menjadi sebuah kenyataan hidup,” jelasnya yang merupakan anak asli Jembrana.

Menurutnya, panen bawang itu di daerah Awen, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara. Itu awak tahun 2025. Walau gagal pula panen, karena tanam bawang tidak boleh berdampingan tanaman padi. Musuh bawang merah itu adalah padi, yang mana obat-obatan padi itu sangat berpengaruh tumbuh kembangnya bawang merah. Modal saat itu habis, modal pinjaman bank juga di black list.

“Akhirnya beberapa teman digandeng sebagai investor. Hingga hasil riset untuk tanah di Jembrana, struktur tanahnya itu berpasir. Jika tanah itu keras berbentuk tanah liat, seperti tegalbadeng, Awen merupakan tanah padat dan kusam. Sehingga itulah sebenarnya kegagalan hasil tanam bawang,” papar Sugiarta.

Hingga ia menemukan struktur tanah bagus yang bercampur pasir di daerah Tegal Cangkring. Panen sekarang di luas sawah 1 hektar. Dan direncakan bulan depan akan memperluas masa tanam hingga 4 hektar. Dimana masa panen bawang merah itu 2 bulan sekali. Untuk varian bibit bawang di musim kemarau jenis Tajuk. Jika di musim hujan jenis Bima dari Brebes. Bisa juga biru batu atau batu Malang. Sama juga bibit dari Nganjuk, jenis bauci. Jenis ini merupakan tahan air saat musim penghujan.

“Untuk awal saat itu modal awal untuk lahan 1 hektar itu kisaran 200 juta. Untuk kebutuhan bibit 1,2 ton. Tapi dimasa tanam ke dua itu tidak ada lagi modal pengolahan lagi. Seperti pembuatan bedengan, dan alat pengairan. Maka paling butuh dana berkelanjutan sekitar 150 juta,” paparnya.

Sudiarta pun sampaikan, terkait harga, untuk harga naik turun di harga bawang merah signifikan adalah faktor cuaca. Katakata Brebes, Nganjuk dan Probolinggo itu pusatnya bawang. Tahun lalu itu mengalami kegagalan panen, sehingga stik nasional berkurang. Bahkan memasok ke luar pun sulit apalagi memenuhi kebutuhan daerah sendiri. Itulah menimbulkan lonjakan kenaikan harga bawang. HPP (Harga Pokok Penjualan) bibit bawang kisaran Rp.15.000 untuk petani.

Hasil panen bawang merah ini target pasar adalah Jembrana. Tidak melalui tengkulak tapi memasarkan sendiri, peking sendiri secara ritel. Maka dengan rincian luas 15.000/kg kali harga bawang merah Rp.40.000 = Rp. 600.000.000. Kemudian di kurangi modal awal 200 juta. Maka kisaran 400 juta dalam genggaman tangan anak muda. Untuk kebutuhan bawang merah di Jembrana perhari kisaran 10 ton.

“Bisnis bawang itu dalam jangka waktu 2 bulan sudah bisa di panen. Beda dengan coklat yang masa panen berjangka panjang. Sehingga peredaran uang lebih cepat di bawang. Petani bawang itu salah petani Sultan. Perawatan hanya fungisida, sehingga lebih cenderung ke pupuk anorganik,” ujarnya.

Sudiarta memberikan kiat jitu anak muda petani bawang adalah jangan lihat petani bawang sebagai petani, tapi lihatlah ini industri dan hasil industri. Bergelut sendiri, berjuang sendiri, berinovasi dan kerja profesional itu sebenarnya yang dilakukan anak muda sekarang. Petani itu kerja profesional, inovasi dan kreatif. Apapun jika dilakukan dengan tekun itu pasti bisa berhasil.

 

 

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi Gapura Jegog Antarkan Kelurahan BB Agung Terbaik Tingkat Provinsi Bali Tahun 2025

    Inovasi Gapura Jegog Antarkan Kelurahan BB Agung Terbaik Tingkat Provinsi Bali Tahun 2025

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 624
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara,Jembrana, resmi meraih predikat sebagai Kelurahan Terbaik Tingkat Provinsi Bali Tahun 2025. Pengumuman ini menjadi puncak dari serangkaian proses penilaian ketat dalam Lomba Desa dan Kelurahan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Ida Bagus Gede Ananda Kusuma selaku Lurah Baler Bale Agung, […]

  • Pemkab Jembrana Dukung KUD Untuk Beli Gabah Petani, Kemudian Hasil Beras di Beli ASN

    Pemkab Jembrana Dukung KUD Untuk Beli Gabah Petani, Kemudian Hasil Beras di Beli ASN

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 403
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana memberikan dukungan kepada Koperasi Unit Desa untuk membeli gabah petani dengan harga yang layak. Gabah tersebut diolah menjadi beras dan dibeli kembali oleh ASN di lingkungan Pemkab Jembrana. Inilah bentuk keberpihakan Pemkab untuk petani. Dari petani untuk rakyat, dari rakyat kembali ke petani. Siklus ekonomi lokal yang saling menguatkan petani terbantu, […]

  • Kapolres Jembrana Pimpin Upacara Sertijab Kabag SDM, Kabag Ren dan Kasat Lantas 

    Kapolres Jembrana Pimpin Upacara Sertijab Kabag SDM, Kabag Ren dan Kasat Lantas 

    • calendar_month Sabtu, 2 Des 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 586
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana, S.H., S.I.K., M.I.K. memimpin upacara serah terima jabatan Kabag SDM, Kabag Ren, dan Kasat Lantas Polres Jembrana, Sabtu (2/12/2023) di Lapangan Apel Polres Jembrana mulai pukul 07.59 hingga 08.30 WITA. Serah terima jabatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Bali Nomor […]

  • Rakerda Bali Usung Tema Bergerak Maju Wujudkan Pramuka Tangguh Terampil dan Berkarakter

    Rakerda Bali Usung Tema Bergerak Maju Wujudkan Pramuka Tangguh Terampil dan Berkarakter

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Denpasar suarajembrana.com – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali (Kwarda Bali) melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bali pada Minggu, 26 Mei 2024 bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali. Rakerda Bali 2024 merupakan forum untuk mengevaluasi Program Kerja Kwarda Bali Tahun 2023, mengintensifkan Program Kerja Kwarda Bali Tahun 2024 serta mensinergikan Progam Kerja Kwartir […]

  • Tradisi Maulid Nabi Dan Khitanan Anak Kurang Mampu di Masjid Baiturrahman Pengambengan

    Tradisi Maulid Nabi Dan Khitanan Anak Kurang Mampu di Masjid Baiturrahman Pengambengan

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 3.827
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad di Desa Pengambengan khususnya di Masjid Baiturrahman Banjar Kelapa Balian berlangsung meriah dan penuh khidmat, Sabtu (6/8). Salah satunya, panitia menggelar khitanan massal yang diikuti sebanyak 10 anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu yang ada di desa Pengambengan. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang hadir pada […]

  • Hadiri Rakornas P2DD, Bupati Tamba Dukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

    Hadiri Rakornas P2DD, Bupati Tamba Dukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (3/10/2023). Rakornas sebagai forum tertinggi koordinasi percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro, […]

expand_less