BAJA 2026: Pemkab Jembrana Fasilitasi 797 Santri Kembali ke Pesantren, Gratis dan Penuh Harapan
- account_circle Ed27
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar

Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan keagamaan generasi muda melalui program Balik Jama’ah Santri (BAJA) 2026. Program yang menjadi bagian dari visi Santri Harmoni ini mengantarkan ratusan santri kembali ke pondok pesantren tanpa dipungut biaya, sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Sebanyak 797 santri yang berasal dari 63 pondok pesantren di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat diberangkatkan secara serentak menggunakan 11 unit bus. Para santri tersebut akan kembali menimba ilmu di berbagai pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, serta Pesantren Nurul Abror Alasbulu Wongsorejo.
Program ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial pelepasan, melainkan wujud kepedulian pemerintah dalam meringankan beban keluarga sekaligus investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul yang berilmu dan berakhlak mulia.
Ketua panitia pelaksana, H. Mohammad Yunus, menegaskan bahwa BAJA 2026 memiliki nilai strategis dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis keagamaan. Menurutnya, para santri yang berangkat bukan hanya membawa harapan keluarga, tetapi juga masa depan daerah.
“Anak-anak kita berjuang meninggalkan rumah demi menuntut ilmu. Kita semua berharap ilmu yang mereka peroleh menjadi berkah dan memberi manfaat luas, baik bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa,” ujarnya.
Program ini didukung anggaran sekitar Rp200 juta dan disambut antusias oleh masyarakat. Ribuan warga tampak hadir dalam prosesi pelepasan, memberikan doa dan dukungan moral bagi para santri yang akan kembali ke pesantren.
Ke depan, Pemkab Jembrana berencana memperluas cakupan program ini. Tidak hanya menyediakan fasilitas keberangkatan, pemerintah juga tengah menyiapkan program “pulang jama’ah” gratis bagi para santri. Dengan pengembangan tersebut, total anggaran diproyeksikan meningkat hingga Rp400 juta pada tahun mendatang.
Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menekankan bahwa program BAJA merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menyiapkan generasi masa depan.
“Hari ini bukan hanya pelepasan biasa, tetapi langkah awal perjalanan masa depan anak-anak kita. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka berangkat dengan aman, nyaman, dan penuh harapan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan di pesantren merupakan proses pembentukan karakter. Selain ilmu pengetahuan, para santri akan ditempa dengan nilai kedisiplinan, kemandirian, dan ketahanan mental.
“Di pesantren mungkin tidak semudah di rumah. Namun justru di situlah kalian dibentuk. Semakin kuat menghadapi tantangan, semakin siap menghadapi kehidupan,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut membagikan kisah perjuangannya semasa muda sebagai motivasi. Berangkat dari keterbatasan, ia mampu bangkit hingga mencapai posisi saat ini berkat tekad dan keyakinan yang kuat.
“Jangan pernah menyerah pada keadaan. Miliki tujuan hidup yang jelas dan terus berjuang. Saya berharap kalian semua kelak sukses dan kembali untuk membangun Jembrana,” imbuhnya.
Melalui BAJA 2026, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual serta memiliki karakter yang kuat. Program ini pun akan terus disempurnakan agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat. (*) ™
- Penulis: Ed27

Comment