ITERA dan YMPN Bangun Kawasan Masjid Pantai Bali Berbasis Sains dan Wisata Religi
- account_circle Ed27
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar

Jembrana – Institut Teknologi Sumatera atau ITERA resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) dalam pengembangan kawasan Masjid Pantai Bali di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.
Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan kawasan berbasis sains, teknologi, pendidikan, budaya, lingkungan, hingga pariwisata berbasis masyarakat multikultur dan nilai-nilai spiritual.
Rektor Institut Teknologi Sumatera, I Nyoman Pugeg Aryantha hadir langsung meninjau kawasan Masjid Pantai Bali bersama Guru Besar Institut Teknologi Bandung, Muhammad Syahril Badri Kusuma sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat berbasis kawasan pesisir.
Dalam kunjungannya, Prof. Nyoman mengungkapkan bahwa ITERA sebelumnya telah mengirimkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Desa Cupel melalui kolaborasi bersama DPMK-ITB untuk membantu penanganan abrasi di kawasan Masjid Pantai Bali.
“Kawasan pesisir seperti Desa Cupel membutuhkan pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah. Karena itu ITERA telah mengirimkan mahasiswa KKN untuk ikut membantu penguatan pemberdayaan masyarakat pesisir dan bersama DPMK-ITB membantu penanganan abrasi di Cupel, Jembrana,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama antara ITERA dan YMPN diharapkan menjadi model pengembangan kawasan berbasis sains dan kemanusiaan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara, Firmansyah Dimmy mengatakan bahwa Masjid Pantai Bali diarahkan menjadi pusat peradaban pluralitas baru yang mengharmoniskan spiritualitas, sains, lingkungan, dan budaya lokal.
“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, pemberdayaan masyarakat, inovasi teknologi, dan pengembangan wisata berbasis nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin,” katanya.
Dalam ruang lingkup kerja sama tersebut, ITERA dan YMPN akan mengembangkan sejumlah program strategis, di antaranya:
Riset dan pengembangan teknologi tepat guna kawasan pesisir
Smart Masjid dan digitalisasi layanan masyarakat
Program pendidikan, workshop, seminar, dan KKN mahasiswa
Pengembangan seni budaya dan festival Islami
Program pemberdayaan masyarakat pesisir
Penanganan lingkungan dan abrasi kawasan pantai
Pengembangan konsep wisata religi dan smart tourism
Inkubasi ekonomi kreatif dan branding kawasan
Kehadiran Prof. Nyoman Pugeg Aryantha dan Prof. Syahril Badri Kusuma menjadi simbol dukungan dunia akademik terhadap pengembangan Masjid Pantai Bali sebagai kawasan kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan media.
Kawasan Masjid Pantai Bali yang mulai berkembang sebagai destinasi wisata religi dan pusat manasik haji itu ke depan diharapkan mampu menjadi pusat edukasi lingkungan pesisir, pengembangan UMKM, hingga laboratorium sosial berbasis masyarakat pesisir.
Melalui kerja sama ini, ITERA dan YMPN berharap dapat menghadirkan model kolaborasi nasional dalam membangun kawasan religius yang adaptif terhadap perkembangan zaman namun tetap berakar pada keharmonisan, spiritualitas, dan kearifan lokal Nusantara. ™
- Penulis: Ed27

Saat ini belum ada komentar