Kreativitas STT Se-Jembrana Bersinar di Lomba Ogoh-Ogoh Masikian Fest 2026
- account_circle Ed27
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar

suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyatakan kebanggaan dan dukungan penuhnya terhadap kreativitas tanpa batas generasi muda Jembrana dalam Parade Ogoh-Ogoh Tingkat Kabupaten yang digelar Kamis (12/3). Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Masikian Festival 2026 ini menampilkan 15 karya terbaik hasil seleksi ketat dari seluruh kecamatan.
Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen untuk terus menyediakan wadah bagi Sekaa Teruna Teruni (STT) dalam mengekspresikan bakat seni mereka. Sebagai bentuk dukungan nyata, setiap peserta yang berhasil menembus 15 besar diberikan dana pementasan sebesar Rp.10 juta, dengan total hadiah bagi pemenang utama mencapai Rp.60 juta.
“Saya sangat bangga melihat kreativitas luar biasa dari anak-anak muda kita. Setiap tahun kualitasnya meningkat, bahkan kini sudah memadukan teknologi mekanis dan robotik. Ini membuktikan bahwa pemuda Jembrana tidak hanya menjaga tradisi, tapi juga adaptif terhadap kemajuan zaman,” ujar Bupati Kembang Hartawan di lokasi parade.
Bupati juga menggarisbawahi pentingnya proses di balik pembuatan ogoh-ogoh yang memakan waktu berbulan-bulan.
Menurutnya, esensi dari kegiatan ini bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan memupuk semangat gotong royong dan mempererat persaudaraan antar-pemuda di masing-masing banjar.
“Di balik karya yang megah ini, ada proses diskusi dan kerja keras hingga larut malam. Itulah makna kebersamaan yang sesungguhnya. Saya ingin lomba ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan membanggakan seni tradisi Bali,” imbuhnya.
Guna memastikan keadilan bagi para kreator muda, Bupati Kembang Hartawan memberikan instruksi tegas kepada dewan juri untuk melakukan penilaian secara objektif dan transparan. Ia menjamin tidak akan ada intervensi maupun “titipan” dalam menentukan pemenang.
“Saya tidak ingin mengecewakan dedikasi anak-anak muda kita. Penilaian harus jujur dari hati, siapa yang terbaik, itulah yang layak menjadi juara,” tegas Bupati.
Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai rangkaian perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum refleksi diri. Mengingat tahun ini perayaan Nyepi berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri, ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama yang selama ini menjadi ciri khas keharmonisan di Kabupaten Jembrana.
Rangkaian Masikian Fest 2026 sendiri masih akan berlangsung hingga 14 Maret 2026, di mana masyarakat dapat menyaksikan pameran karya-karya finalis terbaik sebagai representasi wajah seni Jembrana masa depan dipusatkan di Gedung Kesenian Bung Karno. ™
- Penulis: Ed27

Comment