Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mulai Beroperasi Mesin Pengolahan Sampah Menjadi RDF di TPA Peh

Mulai Beroperasi Mesin Pengolahan Sampah Menjadi RDF di TPA Peh

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
  • visibility 477
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Mesin pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) di TPA Peh, desa Kaliakah sudah mulai beroperasi dan bisa mengolah sampah eksisting menjadi RDF.

Kendati demikian, hasil produksi RDF masih belum bisa mencapai jumlah yang diharapkan. Oleh karena itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama sejumlah tim yang berkaitan dengan pengolahan sampah menjadi RDF kembali datang meninjau proses pengolahan sampah, Rabu (24/7).

banner 336x280

Tim yang datang langsung melihat proses pengolahan sampah menjadi RDF diantaranya Johan Agus Kurniawan (Direktur Utama PT. Wisesa Global Solusindo) selaku penyedia mesin pengolahan sampah, Ruchiyat (MSW RDF Business Development Manager, PT. SBI) selaku pengguna RDF dan Marsono (Pimpinan PT. Bhakti Bumi) selaku penyedia mesin pendukung pengolahan sampah.

“Tim kita datangkan kembali untuk mengecek ulang untuk melihat dari sisi mananya yang kurang. Yang datang hari ini para ahli-ahlinya. Ada dari Bakti Bumi, SBI, Wisesa dan tim yang lain. Kita bertukar pikiran secara menerus, jadi apa yang kita harapkan dan rencanakan untuk zero waste ini untuk sampah eksisting yang harus kita habiskan ini,” ujar Bupati Tamba.

Bupati Tamba mengatakan mesin pengolahan sampah sudah bekerja dengan baik, namun menurutnya mesin pendukung lainnya perlu ditingkatkan kualitasnya untuk dapat meningkatkan produksi RDF.

“Kalau kita hanya mengandalkan mesin ini, mesin sudah oke, tetapi setelah dihilirnya kita masih perlu alat-alat yang bisa menambah kecepatan produksi daripada mesin ini, seperti mesin pencacah, kemudian juga mesin packing,” ucapnya.

Lanjut, kata Bupati Tamba hasil produksi RDF kualitasnya sudah cukup baik namun untuk meningkatkan lagi kualitas dan kuantitas produksi perlu adanya penambahan mesin lagi.

“Untuk mencapai hasil yang bisa dikatakan sempurna, kita sudah mendekati. Apabila kita ganti 1 mesin lagi ini akan mendapatkan hasil yang maksimal sekali. Kita pasti akan menuju kesana, kita persiapkan seluruh anggaran karena kita sudah optimis dan didukung oleh tim yang sangat kompak,” ujarnya.

Pihaknya pun yakin dengan adanya peningkatan kualitas mesin pengolahan sampah menjadi RDF akan dapat mengatasi yang sudah bertahun-tahun menggunung di TPA Peh ini.

“Saya optimis kita bisa menyelesaikan sampah-sampah eksisting dan sampah baru. Kalau kita sudah rubah mesin ini dari satu mesin ke mesin yang lain pakai sistem conveyor semua, target 200 ton dalam satu hari bisa kita capai,” tandasnya.

Marsono, Pimpinan PT. Bhakti Bumi mengatakan mesin ada yang ada saat ini sudah bekerja secara baik. Tapi menurutnya perlu ada sejumlah mesin penunjang lagi yang bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas RDF yang dihasilkan.

“Alat ini sudah cukup, cuma untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas akan kita tambah alat, alat juga tidak terlalu mahal. Tapi kita mengikuti keadaan sampah yang ada di Jembrana,” ucapnya.

Marsono mengatakan segera mendatangkan beberapa mesin lagi. Dia berharap dengan semakin lengkapnya mesin ini, proses pengolahan sampah dapat semakin maksimal.

“Yang akan kami datangkan baru 3 unit saja, tapi akan ada tambahan-tambahan berikutnya sehingga nanti ketika hujan pun masih bisa berproduksi,” ujarnya.

Disisi lain, Ruchiyat selaku MSW RDF Business Development Manager PT. SBI mengatakan produksi RDF di TPA Peh sudah cukup baik dan ukuran dan tingkat kelembaban yang memenuhi standar.

“Kalau saya lihat, Alhamdulillah secara produk sudah lumayan bagus. RDF itu bagaimana partikel size-nya 5 cm maksimum, kemudian moisturenya harus dibawah 20% itu sudah masuk,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan sejumlah saran untuk penambahan beberapa mesin lagi yang bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas RDF yang dihasilkan.

“Tadi saya sudah memberi masukan ke tim Wisesa untuk mengimprove terkait masalah organik yang masih terbawa, ini mungkin perlu untuk ada additional filtering atau penambahan alat untuk mengurangi organik. Karena kalau terbawa, secara kalori akan menurunkan harga dan kualitas RDF,” tandasnya. ™

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Kembang Tinjau Pembangunan Wantilan dan Jaringan Air Bersih di Desa Tukadaya

    Bupati Kembang Tinjau Pembangunan Wantilan dan Jaringan Air Bersih di Desa Tukadaya

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 426
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Kembang Hartawan, melakukan kunjungan kerja ke Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Selasa (6/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memantau langsung progres pembangunan fasilitas umum serta memastikan bantuan pemerintah benar-benar terealisasi dan tepat sasaran. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Banjar Kembang Sari. Di tempat tersebut, Bupati Kembang meninjau pembangunan Wantilan Banjar Kembang Sari […]

  • Pemkab Jembrana dan Universitas Warmadewa Jajaki Kerjasama, Sediakan Kuota Beasiswa Kuliah Gratis

    Pemkab Jembrana dan Universitas Warmadewa Jajaki Kerjasama, Sediakan Kuota Beasiswa Kuliah Gratis

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 569
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Pemkab Jembrana siap menjalin kerjasama dengan Universitas Warmadewa dalam bidang pendidikan. Kerjasama itu nantinya mencakup pemberian beasiswa kuliah gratis bagi warga Jembrana. Kerjasama ini selaras dengan salah satu program unggulan Kembang – Ipat Satu KK Satu Sekolah Tinggi yang tertuang dalam 24 program unggulan. Bupati Kembang Hartawan mengatakan Universitas Warmadewa menawarkan kepada masyarakat […]

  • Berwisata Sambil Baca Buku di Bali, Kenapa Tidak?

    Berwisata Sambil Baca Buku di Bali, Kenapa Tidak?

    • calendar_month Sabtu, 11 Nov 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Angga Wijaya, penulis dan wartawan asal Jembrana di Denpasar-Bali    Mengunjungi Bali menjadi impian banyak orang di berbagai belahan dunia. Pulau yang dijuluki surga terakhir di dunia ini sejak dahulu menarik para wisatawan untuk datang. Nah, kebanyakan dari kita jika ke Bali akan mengunjungi berbagai obyek wisata alam dan budaya. Namun, tahukah kalian guys, Bali […]

  • Bupati Tamba Sampaikan Terimakasih Dalam Keharuan, Ayo Berkontribusi Untuk Jembrana

    Bupati Tamba Sampaikan Terimakasih Dalam Keharuan, Ayo Berkontribusi Untuk Jembrana

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Perayaan puncak Hari Ulang Tahun Korpri ke-53 dan PGRI ke-79 di Kabupaten Jembrana berlangsung khidmat pada Jumat (29/11/2024). Dalam apel yang digelar di Stadion Pecangakan, Bupati Jembrana I Nengah Tamba bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT KORPRI dan HUT PGRI mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaannya atas dedikasi para ASN dan guru […]

  • Polres Jembrana Gelar Gerakan Pangan Murah, Sediakan 1,8 Ton Beras di PPN Pengambengan

    Polres Jembrana Gelar Gerakan Pangan Murah, Sediakan 1,8 Ton Beras di PPN Pengambengan

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 474
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Polres Jembrana bersama Perum Bulog menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Senin (11/8). Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau sekaligus mendukung program stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah setempat. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 10.05 WITA tersebut […]

  • Wakil Rakyat Itu Mengayomi dan Menjalankan Amanat Masyarakat

    Wakil Rakyat Itu Mengayomi dan Menjalankan Amanat Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 9 Des 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Sebagai wakil rakyat bukan berarti ongkang-ongkang kaki. Akan tetapi bisa melahirkan inspirasi bagi masyarakat. Dengan tujuan problematika di masyarakat langsung di serap, terdata, dan terbukti. Walau akan menduduki kursi panas itu tentu butuh perjuangan yang sangat panjang. Dan bukan segampang tangan menggenggam tapi butuh pikiran, perjuangan, dan dukungan penuh, Sabtu (09/12). Baca […]

expand_less