Munajat dan Bukber Ramadhan di PPN Pengambengan, Bahas Sinkronisasi Hak–Kewajiban
- account_circle Ed27
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 50
- comment 0 komentar

suarajembrana.com – Suasana kebersamaan dan kekhusyukan mewarnai kegiatan munajat dan buka puasa bersama (bukber) yang digelar di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan sejumlah rencana strategis pengembangan pelabuhan kepada para pemangku kepentingan.
Munajat Ramadhan yang digelar menjelang waktu berbuka diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan secara khusyuk dan penuh kerendahan hati kepada Allah SWT. Momen tersebut sekaligus menjadi sarana refleksi spiritual bagi para peserta agar dapat memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai waktu memperbaiki diri serta memperkuat nilai kebersamaan.
Acara bukber ini juga diselingi dengan sosialisasi rencana pengembangan dan perluasan kawasan pelabuhan. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana, Dr. I Ketut Sumandiarsa, S.St.Pi., M.Sc., perwakilan perusahaan perikanan Bali Maya, serta perwakilan dari Bank Rakyat Indonesia dan Bank Negara Indonesia. Turut hadir pula seluruh jajaran pegawai PPN Pengambengan, Bimas dan Babinsa Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, Kartono, A.Pi., M.P., menyampaikan bahwa pengembangan pelabuhan merupakan bagian dari rencana besar yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan profesionalitas layanan pelabuhan perikanan di wilayah pesisir Pengambengan, Senin malam (09/03).
Menurutnya, rencana pengembangan kawasan pelabuhan masih membutuhkan proses panjang, termasuk dukungan dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN) serta kepastian waktu pelaksanaan dari berbagai pihak terkait. Program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.
“Dari sisi daya tampung maupun kapasitas angkut pelabuhan tentu akan dirancang lebih profesional. Harapannya secara ekonomi masyarakat pesisir juga dapat ikut menikmati manfaat dari pengembangan ini. Saat ini ada tiga kategori yang terus kami sosialisasikan kepada masyarakat, baik yang termasuk dalam kawasan maupun yang terdampak,” ujar Kartono.
Sementara itu, dalam tausiyah singkat (kultum), Ustadz Tanzil Al Furqon mengangkat tema sinkronisasi hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan vertikal kepada Allah SWT dan hubungan horizontal dengan sesama manusia.
Menurutnya, Islam sangat menekankan kejujuran dalam aktivitas muamalah, termasuk dalam praktik perdagangan dan bisnis, serta melarang segala bentuk penipuan seperti manipulasi kualitas barang maupun label palsu.
“Kerugian besar bagi seseorang yang menjumpai bulan Ramadhan, namun Ramadan berlalu tanpa mendapatkan ampunan dosa dari Allah SWT. Bahkan sampai terjerumus dalam keburukan. Ini menjadi peringatan agar kita benar-benar memanfaatkan bulan penuh ampunan ini dengan ibadah dan kebaikan,” ujar Ustadz Tanzil.
Kegiatan munajat dan bukber ini diharapkan tidak hanya memperkuat ukhuwah antar pegawai dan mitra kerja, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk menyampaikan berbagai program strategis pelabuhan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir di Pengambengan. ™
- Penulis: Ed27

Comment