Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » I Ketut Sukra Negara, Pimpin Apel Hari Kesaktian Pancasila 2024

I Ketut Sukra Negara, Pimpin Apel Hari Kesaktian Pancasila 2024

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
  • visibility 320
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024 di Stadion Pecangakan Jembrana, Selasa (1/10/2024).

Upacara ini berlangsung khidmat. Dimana Pjs Bupati Jembrana, I Ketut Sukra Negara, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan ini, turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), siswa-siswi dari seluruh tingkatan sekolah, dan peserta upacara lainnya.

banner 336x280

Seusai upacara, Pjs Bupati Sukra Negara mengungkapkan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa.

Dirinya menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan seluruh sila-sila nya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penguatan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Momentum ini adalah pengingat bagi kita semua untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam bersikap dan bertindak, baik dalam kehidupan sosial, berbangsa, maupun bernegara. Pancasila adalah perekat yang mempersatukan kita sebagai sebuah bangsa yang besar,” ungkap Sukra Negara.

Selain itu, dalam menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang, Pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam berdemokrasi.

Dirinya berharap agar setiap tahapan Pilkada dapat berjalan dengan lancar, damai, dan penuh rasa tanggung jawab dengan semangat persatuan yang dijunjung tinggi.

“Sebagai bangsa yang berpegang teguh pada Pancasila, kita harus mampu menjadikan pesta demokrasi sebagai ajang untuk memperkuat persatuan. Dalam setiap tahapan Pilkada, mari kita jaga semangat demokrasi yang sehat, damai, dan berlandaskan Pancasila,” jelas Sukra Negara.

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini menjadi momen refleksi penting untuk terus memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih di tengah dinamika politik menjelang Pilkada serentak. ™

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dikira Onggokan Kayu Terapung, Nelayan Temukan Mayat Tanpa Identitas

    Dikira Onggokan Kayu Terapung, Nelayan Temukan Mayat Tanpa Identitas

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 508
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Niat memancing seorang nelayan Muhammad Tahpip (47) Banjar Melaya Pantai, Desa Melaya Keramat, pemilik speed Viber Yamaha 2 menemukan mayat tanpa identitas diperkirakan pukul 01.00 WITA di perairan daerah Pebuahan. Hingga di bawa ke dermaga kisaran pukul 02.30 WITA. Awalnya diperkirakan kayu yang terbentang, ternyata sosok mayat. Yang saat itu akan siap memancing, […]

  • ASBEST : Mengangkat Kain Endek Bali Ditengah Ancaman Ketidakpastian Ekonomi Global

    ASBEST : Mengangkat Kain Endek Bali Ditengah Ancaman Ketidakpastian Ekonomi Global

    • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Denpasar suarajembrana.com – Pulau dewata Bali sebagai destinasi wisata berpotensi menjadi pusat industri fashion. Berbagai kegiatan fashion pernah digelar di Bali, baik berkelas nasional maupun dunia. Terlebih Bali memiliki kain yang khas dan ikonik, seperti endek dan tenun Bali khas Sidemen maupun tenun Tenganan Pagringsingan. Ni Wayan Ria Mariani atau yang akrab disapa Rhea Cempaka […]

  • Gerak Cepat, Bupati Langsung Tinjau Dampak Angin Puting Beliung di Penyaringan

    Gerak Cepat, Bupati Langsung Tinjau Dampak Angin Puting Beliung di Penyaringan

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 199
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Musibah angin puting beliung kembali menerjang wilayah Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Selasa sore (9/12). Merespon cepat adanya musibah tersebut, tepat dihari yang sama, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan meninjau langsung lokasi kerusakan. Berdasarkan data sementara BPBD Jembrana, mencatat adanya tiga bangunan yang terdampak akibat cuaca ekstrem angin puting beliung. Satu […]

  • Tari Mahaguru, Lahir Dari Filosofi Ulama Islam di Kampung Loloan Play Button

    Tari Mahaguru, Lahir Dari Filosofi Ulama Islam di Kampung Loloan

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 2.609
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Tari Mahaguru yang menceritakan kisah perjuangan seorang ulama yang bernama Tuan Guru Abdus Salam dari Kepulauan Bima, yang bertolak ke Bali dan diterima dengan baik oleh Raja Puri Negara. Beliau mengajarkan masyarakat muslim Loloan ilmu agama dan disiplin ilmu yang lainnya seperti pencak silat dan seni bela diri. Semasa hidupnya, beliau mengabdikan diri […]

  • Hilang Secara Misterius Pemancing di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo

    Hilang Secara Misterius Pemancing di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 556
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Seorang pria bernama Kasianto (44) dilaporkan hilang secara misterius saat memancing di kawasan Watu Kapal, Blok Pasir Putih, Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Kejadian ini terungkap setelah ponsel milik korban ditemukan terus berbunyi alarmnya, namun pemiliknya tidak terlihat. Informasi hilangnya korban pertama kali diketahui pada Sabtu, 6 Desember 2025, sekitar pukul […]

  • Wida’ Syair Khas Loloan Tentang Perpisahan 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan

    Wida’ Syair Khas Loloan Tentang Perpisahan 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 706
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Wida’ atau sering disebut “Ngewida”, merupakan tradisi yang cukup unik, dan hanya ada di Loloan yaitu tradisi “Ngewida’. Ngewida’ cukup unik karena hanya dilaksanakan pada 10 malam terakhir Ramadhan. Sesuai dengan artinya Ngewida’ membaca syair syair pujian sebagai bentuk perpisahan akan bulan Ramadhan, bulan yang mempunyai malam Seribu Bulan. Sekitar abad ke 18 […]

expand_less