Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Respons Pengetatan Transfer Pusat, Kembang Hartawan Terapkan “Empati Fiskal” dan Inovasi PAD Jembrana

Respons Pengetatan Transfer Pusat, Kembang Hartawan Terapkan “Empati Fiskal” dan Inovasi PAD Jembrana

  • account_circle Ed27
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar

suarajembrana.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana saat ini tengah menghadapi tantangan serius menyusul postur APBD Jembrana yang sangat terkoreksi akibat adanya kebijakan pengetatan transfer dan pengurangan dana transfer pusat secara signifikan.

Data APBD Jembrana tahun terakhir , terjadi penurunan cukup tajam dari sisi pendapatan transfer . Pada tahun 2026 ini dana transfer pusat berkurang sebesar Rp 115 milyar dibanding tahun sebelumnya, dengan total dana transfer yang masuk Rp 711 milyar.

banner 336x280

Merespons kondisi fiskal yang menantang ini, Bupati I Made Kembang Hartawan mengambil langkah taktis dengan menerapkan strategi “Empati Fiskal” dan ” Cermat Anggaran” demi memastikan roda pembangunan dan pelayanan publik di Jembrana tidak terhenti.

Strategi cermat ini menjadi kunci utama agar program-program prioritas, seperti perbaikan infrastruktur jalan dan layanan kesehatan, tetap dapat dinikmati masyarakat Jembrana ditengah keterbatasan.

Tren pengurangan dana transfer dari Pemerintah Pusat yang terjadi secara nasional berdampak langsung pada kapasitas belanja daerah. Namun, bagi Bupati Kembang Hartawan, tekanan anggaran ini justru menjadi momentum untuk melakukan transformasi besar dalam pengelolaan keuangan daerah yang lebih mandiri.

Kebijakan “Empati Fiskal” yang diusung Bupati Kembang menekankan pada kepekaan birokrasi dalam memilah prioritas. Di tengah terkoreksinya pendapatan daerah, setiap rupiah yang tersisa kini dihitung secermat mungkin sepenuhnya untuk program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita harus jujur bahwa APBD kita sedang terkoreksi akibat pengetatan transfer pusat. Ini adalah momentum bagi kita untuk melaksanakan Empati Fiskal. Artinya, birokrasi harus punya empati; jika anggaran terbatas, maka belanja seremoni, perjalanan dinas, dan operasional kantor yang harus dikurangi, bukan anggaran perbaikan jalan atau layanan kesehatan masyarakat dan program pro rakyat lainnya,”tegas Bupati Kembang Hartawan, Senin (23/2).

Pemkab Jembrana bergerak progresif melalui strategi kreatif dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini diambil sebagai solusi konkret untuk menambal defisit akibat berkurangnya kucuran dana dari pusat.

Upaya intensifikasi dan inovasi digitalisasi pada sektor pajak serta retribusi daerah membuahkan hasil positif. Terpenting juga menutup celah kebocoran. Tahun ini , PAD Jembrana berhasil tumbuh signifikan sebesar 32,5 persen dari tahun sebelumnya.

“Ibarat mengelola keuangan keluarga, ketika kiriman dari pusat berkurang, kita harus lebih kreatif mencari penghasilan mandiri. Kenaikan PAD ini adalah ‘uang hasil keringat’ daerah yang kita optimalkan untuk menambal celah kekurangan dari pusat agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai rencana,” imbuh Bupati Kembang.

Langkah lainnya, dengan melakukan Lobi Strategis dan Optimalisasi Dana BKK. Untuk menjangkau itu, Pemkab Jembrana juga gencar melakukan lobi ke pemerintah setingkat di atasnya, baik Pemerintah Provinsi maupun kementerian terkait.

Langkah diplomasi fiskal ini bertujuan untuk mengamankan dana dana pusat serta dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebagai alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur dan program strategis di Jembrana.

Disisi lain, Kepala BPKAD Jembrana, I Gede Gus Diendi, menambahkan bahwa di tengah koreksi anggaran ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkan melakukan penyisiran ulang (refocusing) anggaran secara ketat.

“Bapak Bupati memberikan instruksi yang sangat tegas: efisiensi bukan berarti memotong bantuan rakyat, tapi memotong biaya birokrasi yang tidak produktif. Meskipun secara angka total APBD terkoreksi karena faktor eksternal (pusat), namun kualitas belanja untuk kepentingan publik tetap kita jaga kekuatannya melalui kecermatan alokasi,” jelas Gus Diendi.

Dengan kombinasi strategi kreatif dalam penggalian PAD dan disiplin tinggi dalam empati fiskal, Kabupaten Jembrana membuktikan bahwa keterbatasan anggaran dapat dijawab dengan inovasi kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. ™

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Anggota Dewan Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

    Mantan Anggota Dewan Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Mantan anggota DPRD Jembrana 2014-2019, I Ketut Bameiyasa, meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk. Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (25/9) pukul 19.00 Wita dan melibatkan tiga kendaraan, yaitu sebuah sepeda motor, mobil pribadi, dan truk. Menurut Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Ni Putu Meipin Ekayanti, kecelakaan terjadi karena Bameiyasa hendak […]

  • Ludes Terbakar Rumah Milik Warga Saat Halal Bihalal

    Ludes Terbakar Rumah Milik Warga Saat Halal Bihalal

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Jembrana – Tempat emperan dapur dan rumah warga Banjar Tengah, Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, terbakar, pada hari Minggu (14/04/2024). Kebakaran tersebut terjadi saat korban atau pemilik rumah sedang pergi atau halal bihalal ke rumah saudaranya. Diduga, peristiwa kebakaran ini karena api tungku yang lupa dipadamkan kemudian ditinggal begitu saja oleh pemilik rumah. […]

  • Satu Rumah dan Warung Cepat Saji Ludes Terbakar Akibat Obat Nyamuk

    Satu Rumah dan Warung Cepat Saji Ludes Terbakar Akibat Obat Nyamuk

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 439
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Salah satu rumah yang juga warung cepat saji milik warga di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana, ludes terbakar pada Minggu (9/3/2025) dini hari. Kebakaran rumah milik Meliana Ningsih (65) tahun itu diduga disebabkan oleh obat nyamuk bakar. Bermula kebakaran saat itu Meliana menyalakan obat nyamuk bakar sekitar pukul 01.20 Wita. […]

  • Paparkan Sabha Wana Kerthi, Bupati Tamba Jadi Pembicara di Festival LIKE II KLHK

    Paparkan Sabha Wana Kerthi, Bupati Tamba Jadi Pembicara di Festival LIKE II KLHK

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba kembali didapuk menjadi pembicara di tingkat nasional. Teranyar, Bupati Tamba dipercaya oleh Kementrian Lingkungan Hidup RI menjadi pembicara dalam talk show lingkungan, iklim, kehutanan, dan energi baru terbarukan yang digelar serangkaian dengan Festival LIKE II yang dilaksanakan di JCC (Jakarta Convention Center), Kamis (8/8). Membawakan materi, Saba […]

  • Geber Program Unggulan Bupati Kembang Minta Satu Komando Dalam Tarikan Napas Perjuangan

    Geber Program Unggulan Bupati Kembang Minta Satu Komando Dalam Tarikan Napas Perjuangan

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 325
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Menyamakan persepsi dalam melaksanakan visi dan misi, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna memberikan arahan kepada jajaran pemerintah Kabupaten Jembrana mulai dari Sekda, para Asisten, Kepala OPD hingga ke Perbekel/Lurah dan Bendesa Adat di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Minggu (2/3). Bupati Kembang Hartawan mengatakan […]

  • Meriah! Banyubiru Traditional Kite Festival 2 Resmi Dibuka, Ratusan Layang-layang Hiasi Langit Pantai Pengambengan

    Meriah! Banyubiru Traditional Kite Festival 2 Resmi Dibuka, Ratusan Layang-layang Hiasi Langit Pantai Pengambengan

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 575
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara resmi membuka Banyubiru Traditional Kite Festival 2 di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Minggu (6/7). Festival ini diikuti oleh ratusan sekaa (kelompok) layang-layang dari dalam maupun luar Kabupaten Jembrana, dengan dua kategori utama yang dilombakan yakni kategori layangan plastik dan kategori layangan kain. Ajang tahunan […]

expand_less